Kisruh Laut China Selatan Memanas, Ini Solusi Indonesia

Senin, 01 Juni 2015 - 10:04 WIB
Kisruh Laut China Selatan...
Kisruh Laut China Selatan Memanas, Ini Solusi Indonesia
A A A
SINGAPURA - Indonesia menawakan solusi untuk meredam kisruh sengketa Laut China Selatan yang semakin memanas. Solusi itu adalah seruan agar negara-negara yang bersengketa, termasuk China melakukan “patroli perdamaian” secara bersama-sama.

Solusi dari Indonesia itu disampaikan Menteri Pertahanan Indonesia, Ryamizard Ryacudu, dalam wawancara dengan wartawan di sela-sela Konferensi Keamanan di Singapura, akhir pekan lalu. “Patroli perdamaian bersama untuk mengurangi risiko konflik,” katanya. (Baca: Kisruh Laut China Selatan Bisa Picu Perang Dunia Habis-habisan)

Menurut patroli yang diusulkan itu akan mengirim pesan bahwa tidak ada satu negara pun yang harus membangun kekuatan atau mengancam siapa pun di perairan sengketa itu.

Indonesia sendiri tidak ikut terlibat dalam sengketa Laut China Selatan. Namun, jika terjadi konfrontasi antara China dan negara-negara ASEAN yang terlibat sengketa, secara tidak langsung akan berdampak pada Indonesia. (Baca juga: Sinyal AS Manfaatkan Indonesia untuk Lawan China)

China telah mengklaim hampir 90 persen kawasan Laut China Selatan dan telah melakukan reklamasi secara luas dalam waku cepat. Klaim China itu ditentang Vietnam, Taiwan, Brunei, Filipina dan Malaysia yang sama-sama mengklaim. Konflik kian panas, setelah AS melibatkan diri karena pesawat mata-matanya diusir Angkatan Laut China dari kawasan sengketa yang oleh AS ditegaskan sebagai wilayah internasional.

Ryamizard, seperti dilansir Bloomberg, juga berbicara sekilas tentang perairan dan kepuluan Natuna yang selama ini disebut-sebut jadi sengketa antara Indonesia dan China. Ryamizard menegaskan bahwa China tidak mengklaim Natuna, wilayah Indonesai yang kaya gas alam itu. “China tidak punya hak atas wilayah itu. Kami memiliki sejarah di sana,” katanya.

Solusi Indonesia untuk meredam ketegangan di Laut China Selatan itu disambut Menteri Pertahanan Malaysia, Hishammuddin Hussein. Menurutnya, solusi itu bukan hal yang mustahil.

”China memiliki lebih banyak kehilangan jika daerah itu tidak stabil,” kata Hishamuddin. ”Jika kita tidak hati-hati, pasti bisa meningkat menjadi salah satu konflik paling mematikan,” katanya lagi.
(mas)
Berita Terkait
2 Negara Tetangga Indonesia...
2 Negara Tetangga Indonesia Ini Berani Menggertak China
Apakah Indonesia Berbatasan...
Apakah Indonesia Berbatasan dengan Laut China Selatan? Ini Jawabannya
Media China Sentil Indonesia...
Media China Sentil Indonesia karena Menentang Klaim China di Laut China Selatan
Konflik Laut China Selatan...
Konflik Laut China Selatan Memanas, Hak Indonesia Atas ZEE Sesuai Hukum 1982
China dan Rusia Gelar...
China dan Rusia Gelar Latihan Perang Bersama di Perairan yang Berbatasan Langsung Indonesia
Negara Tetangga Indonesia...
Negara Tetangga Indonesia Ini Tandatangani Pakta Pertahanan dengan Kanada
Berita Terkini
AS Terlibat Langsung...
AS Terlibat Langsung dalam Serangan Drone Ukraina, Rusia: Washington Munafik!
1 jam yang lalu
Trump Setujui Arab Saudi...
Trump Setujui Arab Saudi Perkaya Uranium, Mungkinkan Riyadh Memiliki Bom Nuklir?
2 jam yang lalu
Gunakan Semut Jadi Hiasan...
Gunakan Semut Jadi Hiasan Makanan, Pemilik Restoran Berbintang Michelin Ini Dipenjara
3 jam yang lalu
Apa Itu Kokushobi? Cuaca...
Apa Itu Kokushobi? Cuaca Ekstrem yang Terjadi Pertama Kalinya di Jepang
4 jam yang lalu
Anggaran Perang AS Membengkak,...
Anggaran Perang AS Membengkak, Pakar Militer Ini Sebut Pentagon Kurang Transparan
5 jam yang lalu
Sistem Pertahanan Udara...
Sistem Pertahanan Udara Sudah Diaktifkan, tapi Belum Ada Serangan AS ke Teheran
6 jam yang lalu
Infografis
Sniper Udara Paling...
'Sniper Udara' Paling Ditakuti Dunia Perkuat Pertahanan Udara Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved