Sambangi RI, Wakil PM China: Beijing Bukan Ancaman Dunia!
Rabu, 27 Mei 2015 - 13:25 WIB
Sambangi RI, Wakil PM China: Beijing Bukan Ancaman Dunia!
A
A
A
JAKARTA - Wakil Perdana Menteri (PM) China, Liu Yandong, menyambangi Indonesia hari ini (27/5/2015). Dalam kunjungannya, Liu menegaskan bahwa Beijing bukan ancaman bagi Asia dan Dunia.
Pernyataan itu disampaikan Liu ketika memberikan kuliah umum di hadapan ratusan mahasiswa Universitas Indonesia. Komentar itu muncul ketika krisis Laut China memanas, di mana Amerika Serikat (AS) dan China nyaris terlibat konfrontasi setelah pesawat mata-mata AS patroli di atas pulau di Laut China Selatan yang direklamasi Beijing.
“Impian China merupakan impian yang terbuka, yang bekerja sama, saling menguntungkan dan menang bersama," kata Liu Yandong. (Baca: "Perang China dan AS Tak Bisa Dihindari di Laut China Selatan")
"Pembangunan China merupakan pembesaran dari kekuatan damai dunia, yang merupaan peluang. Tapi, bukan ancaman bagi Asia dan dunia!,” tegas Liu.
Wakil PM Li Keqiang tersebut menambahkan, bahwa negaranya sangat menghargai perdamaian. Karena, kata dia, China di masal allu pernah mengalami kesengsaraan yang diakibatkan oleh perang berkepanjangan. Sehingga negara itu sengat memahami betapa sulitnya untuk merasakan perdamaian.
“Kami akan menempuh jalan pembangunan secara damai, berpegang teguh pada pandangan nilai akan keuntungan dan kepentingan yang tepat,” sambung Liu Yandong. (Baca juga: China Beberkan Strategi Hadapi AS di Laut China Selatan)
"Mendorong untuk membangun hubungan internasional tipe baru dengan inti saling bekerjasama, menang bersama dan berpegang teguh pada kebijakan diplomatik yang akrab, tulus, saling menguntungkan, memiliki toleransi, serta memperluas titik persamaan kepentingan dengan berbagai negara," imbuh dia.
China, pada saat ini tengah menjadi sorotan dunia atas pembangunan yang mereka lakukan di kawasan Laut China Selatan. China mengklaim hampir 90 persen wilayah Laut China Selatan. Namun, Filipina, Vietnam, Malaysia, Taiwan dan Brunei sama-sama mengklaim.
Pernyataan itu disampaikan Liu ketika memberikan kuliah umum di hadapan ratusan mahasiswa Universitas Indonesia. Komentar itu muncul ketika krisis Laut China memanas, di mana Amerika Serikat (AS) dan China nyaris terlibat konfrontasi setelah pesawat mata-mata AS patroli di atas pulau di Laut China Selatan yang direklamasi Beijing.
“Impian China merupakan impian yang terbuka, yang bekerja sama, saling menguntungkan dan menang bersama," kata Liu Yandong. (Baca: "Perang China dan AS Tak Bisa Dihindari di Laut China Selatan")
"Pembangunan China merupakan pembesaran dari kekuatan damai dunia, yang merupaan peluang. Tapi, bukan ancaman bagi Asia dan dunia!,” tegas Liu.
Wakil PM Li Keqiang tersebut menambahkan, bahwa negaranya sangat menghargai perdamaian. Karena, kata dia, China di masal allu pernah mengalami kesengsaraan yang diakibatkan oleh perang berkepanjangan. Sehingga negara itu sengat memahami betapa sulitnya untuk merasakan perdamaian.
“Kami akan menempuh jalan pembangunan secara damai, berpegang teguh pada pandangan nilai akan keuntungan dan kepentingan yang tepat,” sambung Liu Yandong. (Baca juga: China Beberkan Strategi Hadapi AS di Laut China Selatan)
"Mendorong untuk membangun hubungan internasional tipe baru dengan inti saling bekerjasama, menang bersama dan berpegang teguh pada kebijakan diplomatik yang akrab, tulus, saling menguntungkan, memiliki toleransi, serta memperluas titik persamaan kepentingan dengan berbagai negara," imbuh dia.
China, pada saat ini tengah menjadi sorotan dunia atas pembangunan yang mereka lakukan di kawasan Laut China Selatan. China mengklaim hampir 90 persen wilayah Laut China Selatan. Namun, Filipina, Vietnam, Malaysia, Taiwan dan Brunei sama-sama mengklaim.
(mas)