Rusia Menghukum Prancis ketimbang Ambil Kapal Perang Mistral

Rabu, 27 Mei 2015 - 12:49 WIB
Rusia Menghukum Prancis...
Rusia Menghukum Prancis ketimbang Ambil Kapal Perang Mistral
A A A
MOSKOW - Rusia akhirnya memutuskan untuk tidak mengambil kapal perang Mistral yang telah dibeli dari Prancis. Rusia memilih “menghukum” Prancis dengan menjatuhkan denda mahal karena kapal itu tidak juga dikirim sesuai kontrak yang disepakati.

”Rusia tidak akan mengambil (kapal Mistral) mereka. Itu fakta. Hanya ada diskusi tunggal yang berlangsung saat ini soaljumlah uang yang harus dikembalikan ke Rusia,” kata Wakil Ketua Komisi Industri Militer Rusia, Oleg Bochkarev, kepada RBC.

“Negosiasi telah dialihkan ke denda komersial, dan itu upaya besar yang dilakukan hari ini bagi Rusia,” lanjut Bochkarev.

Prancis dilaporkan telah menawarkan € 748 juta atau sekitar Rp10, 7 triliun sebagai kompensasi atas gagalnya pengiriman kapal perang Mistral ke Rusia. Tapi, Moskow menolak tawaran itu dan menyebutnya sebagai tawaran “menggelikan”.

Bochkarev tidak menyebutkan berapa nominal denda yang dijatukan pada Prancis atas pelanggaran kesepakatan jual beli kapal perang Mistral. Pejabat itu menegaskan bahwa Rusia akan membangun sendiri kapal perang yang difungsikan untuk mengangkut helikopter tempur itu.

”Kami merencanakan untuk memiliki kapal tersebut, sudah ada di atas gambar,” ujar Bochkarev yang menekankan, bahwa kapal perang yang dibangun Rusia berbeda kelasnya dengan kapal Mistral Prancis. ”Tidak ada gunanya meniru Mistral,” imbuh dia, yang dikutip dari Russia Today, Rabu (27/5/2015).

Rusia dan Prancis sejatinya telah menandatangani kontrak jual beli dua kapal Mistral senilai €1,1 miliar pada tahun 2011. Berdasarkan kesepakatan itu, Rusia seharusnya menerima kapal Mistral pertama untuk ditempatkan di Vladivostok pada bulan Oktober 2014, dan kapal Mistral kedua untuk ditempatkan di Sevastopol, pada 2015.

Tapi keputusan Prancis berubah. Prancis menunda untuk mengirim dua kapal Mistral yang dibeli Rusia setelah ditekan Amerika Serikat (AS) dan Uni Eropa. Tekanan itu muncul setelah AS dan Uni Eropa menjatuhkan sanksi pada Rusia yang menganeksasi Crimea dari Ukraina.

Prancis sendiri bingung, karena di satu sisi sudah terikat kontrak dengan Rusia, namun di sisi lain merupakan anggota Uni Eropa yang kebijakannya harus sejalan.
(mas)
Berita Terkait
Prancis Kecam Kasus...
Prancis Kecam Kasus Navalny, Desak Rusia Lakukan Investigasi
Prancis Mengaku Bingung...
Prancis Mengaku Bingung dengan Rusia Terkait Kasus Navalny
Komandan Ukraina Mengeluh...
Komandan Ukraina Mengeluh tentang Tank Prancis
Prancis Sita Kapal Kargo...
Prancis Sita Kapal Kargo Rusia
Ukraina Terima Sistem...
Ukraina Terima Sistem Roket Jarak Jauh Prancis
Jerman: Laboratorium...
Jerman: Laboratorium di Prancis dan Swedia Turut Konfirmasi Navalny Diracun Novichok
Berita Terkini
Trump Tegaskan Tanpa...
Trump Tegaskan Tanpa AS, Tidak akan Ada Israel, Netanyahu Harus Lebih Tanggung Jawab
1 jam yang lalu
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN...
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN dan Perundingan Bilateral di Sela-selanya
3 jam yang lalu
Pengaktifan Kembali...
Pengaktifan Kembali Transit Lewat Selat Hormuz Mungkin Perlu Waktu Beberapa Pekan
3 jam yang lalu
Menlu Iran Tegaskan...
Menlu Iran Tegaskan Akhir Perang Dideklarasikan Senin, Resmi Berlaku Jumat
4 jam yang lalu
Hamas Sambut Baik Kesepakatan...
Hamas Sambut Baik Kesepakatan AS-Iran, Serukan Penghentian Serangan di Gaza dan Lebanon
5 jam yang lalu
7 Fakta Unik Cape Verde,...
7 Fakta Unik Cape Verde, Negara Kecil yang Bikin Spanyol Frustrasi di Piala Dunia 2026
6 jam yang lalu
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved