Paus Francis Setop Nonton TV Sejak 1990, Ini Alasannya
Selasa, 26 Mei 2015 - 16:40 WIB
Paus Francis Setop Nonton TV Sejak 1990, Ini Alasannya
A
A
A
BUENOS AIRES - Pemimpin Vatikan, Paus Fransiskus (Francis) mengatakan bahwa dia tidak lagi menonton televisi sejak tahun 1990. Dia sudah bersumpah kepada Perawan Maria untuk berhenti menonton televisi sejak tahun itu.
Paus mengaku sejak tahun itu, dia tidak lagi menyaksikan tim sepak bola kebanggaannya, San Lorenzo de Almagro asal Buenos Aires. Kendati demikian, dia selalu mendapat laporan teranyar dari orang-orang di Vatikan.
”Saya tidak lagi menonton televisi sejak tahun 1990,” kata Paus Francis kepada surat kabar Argentina, La Voz del Pueblo.
”Ini janji yang saya buat kepada Virgin Carmen pada malam 15 Juli 1990,” lanjut Paus. ”Ini bukan untuk saya.”
Tanggal 15 Juli 1990 adalah tanggal seminggu setelah tim sepak bola Argentina kalah dari Jerman 1-0 di Final Piala Dunia di Roma, Italia.
Pemimpin Gereja Katolik Roma itu menambahkan, bahwa ia juga tidak berselancar di internet sejak tanggal itu. Tapi, dia rajin membaca satu surat kabar selama 10 menit setiap pagi.
Waktunya dia habiskan untuk bekerja. ”Saya di bawah tekanan. Semua orang di pemerintahan (Vatikan) berada di bawah tekanan,” katanya.
”Saat ini saya merasa ada beban kerja. Saya memiliki kecepatan yang kuat untuk pekerjaan saat ini. Ada seribu hal yang harus dilakukan dan ada masalah,” imbuh Paus, seperti dilansir news.com.au, Selasa (26/5/2015).
Paus mengaku sejak tahun itu, dia tidak lagi menyaksikan tim sepak bola kebanggaannya, San Lorenzo de Almagro asal Buenos Aires. Kendati demikian, dia selalu mendapat laporan teranyar dari orang-orang di Vatikan.
”Saya tidak lagi menonton televisi sejak tahun 1990,” kata Paus Francis kepada surat kabar Argentina, La Voz del Pueblo.
”Ini janji yang saya buat kepada Virgin Carmen pada malam 15 Juli 1990,” lanjut Paus. ”Ini bukan untuk saya.”
Tanggal 15 Juli 1990 adalah tanggal seminggu setelah tim sepak bola Argentina kalah dari Jerman 1-0 di Final Piala Dunia di Roma, Italia.
Pemimpin Gereja Katolik Roma itu menambahkan, bahwa ia juga tidak berselancar di internet sejak tanggal itu. Tapi, dia rajin membaca satu surat kabar selama 10 menit setiap pagi.
Waktunya dia habiskan untuk bekerja. ”Saya di bawah tekanan. Semua orang di pemerintahan (Vatikan) berada di bawah tekanan,” katanya.
”Saat ini saya merasa ada beban kerja. Saya memiliki kecepatan yang kuat untuk pekerjaan saat ini. Ada seribu hal yang harus dilakukan dan ada masalah,” imbuh Paus, seperti dilansir news.com.au, Selasa (26/5/2015).
(mas)