Rusia Kerahkan Kekuatan Nuklirnya, AS Ketir-ketir

Selasa, 07 Oktober 2014 - 16:05 WIB
Rusia Kerahkan Kekuatan...
Rusia Kerahkan Kekuatan Nuklirnya, AS Ketir-ketir
A A A
WASHINGTON - Rusia mengerahkan kekuatan senjata nuklirnya secara besar-besaran. Hal itu membuat Amerika Serikat (AS) mulai ketar-ketir.

Menurut laporan Departemen Luar Negeri AS, yang dikutip Russia Today, semalam (6/10/2014), Rusia memiliki 1.642 rudal nuklir yang siap diluncurkan. Angka itu menyangingi kepemilikan rudal nuklir AS.

Kedua negara itu mulai meningkatkan persenjataan nuklir sejak krisis Ukraina pecah. AS kerap menyalahkan Rusia, dalam krisis Ukraina dan mengklaim akan selalu melindungi Ukraina jika diserang Rusia.

Laporan AS itu berdasarkan angka resmi yang dipertukarkan antara kedua negara sebagai bagian dari perjanjian baru perlucutan senjata.

Sebelum data terbaru dirilis Departemen Luar Negeri AS, Washington sebelumnya diketahui memiliki kapasitas 1.585 rudal nuklir, sedangan Moskow memliki 1.512 rudal nuklir.

Angka kepemilikan rudal nuklir Rusia saat ini dianggap AS sebagai pelanggaran perjanjian START yang diteken pada 2010 oleh Presiden Barack Obama dan Presiden Dmitry Medvedev. Dalam perjanjian itu, kedua negara sepakat mengatur batas kepemilikan senjata, maksimal 1.550 hulu ledak.

Namun, secara keseluruhan, Pusat Otoritatif untuk Pengendalian Senjata dan Non-Proliferasi percaya Moskow sebenarnya memiliki lebih dari 8.000 hulu ledak, dan Washington memliki lebih dari 7.000 hulu ledak.

Persaingan senjata nuklir AS dan Rusia kembali terasa, ketika Mokow baru-baru ini mengumumkan rencana perombakan senjata nuklir seluruh nya pada tahun 2020. Tidak main-main, Rusia dalam proyek itu menganggarkan $700 miliar.

Presiden Rusia, Vladimir Putin, baru-baru ini juga mengklaim Rusia memiliki rudal supersonik, yang tidak bisa ditembak jatuh oleh sistem pertahanan rudal di dunia.

Sejak itu, Washington meningkatkan alarm terkait kekuatan persenjataan Kremlin. ”Penipuan Rusia dalam negosiasi pengurangan senjata nuklir merupakan ancaman langsung terhadap Amerika Serikat,” kata Jim Inhofe, anggota Senat Subkomite Angkatan Bersenjata Strategis Amerika Serikat dalam sebuah editorial di media AS.
(mas)
Berita Terkait
Situasi Energi Ukraina...
Situasi Energi Ukraina Memburuk, Gelap Gulita Dilanda Krisis Listrik
Efek Ekonomi Krisis...
Efek Ekonomi Krisis Rusia Vs Ukraina
Kalah dari Ukraina,...
Kalah dari Ukraina, Spanyol Krisis Penyerang
Krisis Energi di Eropa...
Krisis Energi di Eropa Akibat Buah Simalakama
Waspadai Pelemahan Ekspor...
Waspadai Pelemahan Ekspor Lanjutan
Krisis Ukraina: Biden...
Krisis Ukraina: Biden Tolak Garis Merah Rusia
Berita Terkini
AS Pertimbangkan Tarik...
AS Pertimbangkan Tarik Pasukan dari Arab Saudi, Berseteru Gara-gara Perang Iran
6 menit yang lalu
Israel Ancam Serang...
Israel Ancam Serang Iran Ketiga Kalinya Meski Sedang Negosiasi dengan AS
49 menit yang lalu
Tetangga Indonesia Ini...
Tetangga Indonesia Ini Beli Lagi 24 Rudal Canggih Hellfire AS, Harganya Rp401 Miliar
1 jam yang lalu
Helikopter Angkatan...
Helikopter Angkatan Laut AS Jatuh di Laut Arab, 1 Awak Hilang, Ditembak Iran?
1 jam yang lalu
1 Tahun Berkuasa, Kekayaan...
1 Tahun Berkuasa, Kekayaan Trump Bertambah Rp25 Triliun
4 jam yang lalu
Siapa Vadym Yermolaiev?...
Siapa Vadym Yermolaiev? Taipan Ukraina yang Terluka dalam Ledakan di Monako
5 jam yang lalu
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved