Asia Pasifik

Wawancara Duta BesarAS untuk Indonesia Scot Marciel

Duta Besar AS kagumi optimisme rakyat Indonesia

Senin,  8 April 2013  −  16:52 WIB
Duta Besar AS kagumi optimisme rakyat Indonesia
Scot Marciel, Duta Besar AS untuk Indonesia (Dok.okezone)
Sindonews.com - Setelah tiga tahun, sejak 2010, bertugas sebagai duta besar AS untuk Indonesia, Scot Marciel akan meninggalkan pos yang didudukinya tersebut. Bagaimana dinamika hubungan kedua negara? Bagaimana pula AS melihat Indonesia saat ini? Scot Marciel mengungkapkan beberapa pandangannya saat menerima KORAN SINDO di kediamannya di Jakarta, Jumat (15/3) lalu. 

Bagaimana perkembangan hubungan bilateral Indonesia- Amerika Serikat selama Anda menjabat sebagai duta besar di sini? 

Hubungan ini cukup baik. Kita bekerja keras untuk membangun hubungan yang lebih dekat, tak hanya dengan pemerintah tapi juga antarwarga karena itu yang penting. Sekarang ada banyak warga negara AS di sini. Mereka bekerja bersama orang-orang Indonesia dalam berbagai area. Kami sangat optimistis hubungan baik ini akan semakin berkembang dan meningkat. 

Apakah ada persoalan krusial dalam hubungan kedua negara? 

Tak terlalu banyak masalah. Tentu masalah selalu ada dalam hubungan seperti perselisihan perdagangan atau lainnya. Tapi, itu normal. Kalaupun ada masalah, penyelesaiannya tergantung pada masalah itu sendiri. Misalnya duduk bersama dengan mitra untuk membahas, berdialog, dan biasanya ada hasil positif. Yang lebih penting adalah bagaimana kita bisa bekerja sama. 

Berapa kali Anda melakukan kontak langsung dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ketika ada masalah dalam hubungan RI-AS? 

Presiden SBY adalah orang yang sangat sibuk. Kami tidak punya masalah serius yang harus diselesaikan hingga di level presiden. Biasanya saya menyelesaikan masalah dengan menteri atau direktur jenderal. Kalau ada kesempatan bertemu presiden, pembicaraan kami selalu baik dan cukup membantu. Tapi ya itu tadi. 

Beliau adalah presiden negara yang sangat besar jadi saya tidak mau membebaninya dengan masalah harian. Beliau bisa menugaskan menterinya untuk bertemu seorang duta besar. Pertemuan saya dengan para menteri juga bukan hanya dalam konteks membahas masalah. Kami sering juga berbagi ide. Para menteri di kabinet cukup baik dan sangat terbuka untuk berdialog. 

Dalam pandangan Anda, bagaimana pertumbuhan ekonomi Indonesia sekarang ini? 

Kami justru ingin memiliki pertumbuhan ekonomi seperti negara Anda. Maksud saya, pertumbuhan sekitar 6% beberapa tahun terakhir ini bagus. Tantangannya adalah bagaimana kalian mempertahankannya. Banyak negara, termasuk AS yang selama beberapa tahun mengalami pertumbuhan ekonomi yang bagus tapi kemudian harus menghadapi semacam tantangan. Jadi, saya kira jangan terlalu percaya diri tapi teruslah bekerja keras untuk meningkatkan perekonomian negara. 


Selanjutnya...
dibaca 3.400x
Halaman 1 dari 4
Bagikan artikel ini :
Daftarkan email anda
untuk update berita terkini
Subscribe
shadow