Tolak Lengser, Presiden Republik Islam Gambia Umumkan Status Darurat

Rabu, 18 Januari 2017 - 02:57 WIB
Tolak Lengser, Presiden...
Tolak Lengser, Presiden Republik Islam Gambia Umumkan Status Darurat
A A A
BANJUL - Presiden Republik Islam Gambia Al Hadji Yahya Jammeh mengumumkan status darurat, sehari sebelum pelantikan presiden terpilih Adama Barrow. Jammeh yang sudah 22 tahun berkuasa, menolak lengser setelah tidak mengakui kekalahannya dari Barrow dalam pemilu Desember 2016 lalu.

Presiden Jammeh mengatakan negara berstatus darurat selama 90 hari ke depan. ”Akibat dari yang belum pernah terjadi sebelumnya dan campur tangan asing yang luar biasa dalam pemilu Desember,” katanya, seperti dikutip IB Times, Rabu (18/1/2017).

Jammeh semula mengakui kekalahannya dalam pemilu. Tapi, dia mengubah keputusan awal itu dengan tidak mengakui kemenangan rival politiknya, Adama Barrow.

Penolakan lengser Jammeh membuat Gambia mengalami krisis politik. Barrow yang semestinya jadi presiden baru telah berada di pengasingan di Senegal untuk mencari keselamatan.

Jammeh tetap menolak lengser meski ada ancaman intervensi militer dari negara-negara Afrika Barat. Selama berkuasa, Jammeh telah jadi sorotan media-media internasional atas berbagai keputusannya. Di antaranya, dia mengubah Gambia dari negara sekuler menjadi negara Islam dengan nama Republik Islam Gambia.

Keputusan lain yang membuatnya jadi sosok kontroversial adalah menerapkan hukuman mati bagi kaum gay atau homoskesual. Dia juga pernah mengklaim menemukan obat anti-HIV/AIDS yang hingga kini diragukan.

Status darurat yang diumumkan Jammeh mendapat respons cepat dari negara-negara Barat, salah satunya Inggris. Juru bicara Kementeria Luar Negeri Inggris Thomas Cooke mendesak semua wisatawan Inggris di Gambia untuk waspada.

“Presiden Jammeh perlu menghormati kehendak rakyat Gambia dan lengser untuk memungkinkan pelantikan (presiden baru) yang berlangsung pada 19 Januari 2017,” katanya.

“Ketegangan dapat meningkat hingga pelantikan pada 19 Januari ini, dan mungkin termasuk dengan penutupan singkat dari Bandara Internasional Banjul,” lanjut dia.
(mas)
Berita Terkait
Kapal Gambia Hendak...
Kapal Gambia Hendak Berlayar ke Iran, AS Tembakkan Rudal Hellfire
Gambia Kesal Nenek-nenek...
Gambia Kesal Nenek-nenek Inggris Gila Seks Berwisata untuk Berburu Anak Muda
57 Negara Mayoritas...
57 Negara Mayoritas Muslim Bertemu di Gambia Namun Hanya bisa Mengecam Israel
Piala Afrika 2021 Kamerun...
Piala Afrika 2021 Kamerun vs Gambia: Brace Ekambi Bawa Les Lions Indomitables ke Semifinal
Daftar 20 Negara Lolos...
Daftar 20 Negara Lolos Piala Dunia U-20 di Indonesia: Gambia dan Tunisia Lengkapi Wakil Afrika
Taruhan Play Station...
Taruhan Play Station Jadi Motif Pembunuhan Pria Nigeria
Berita Terkini
Dipaksa Akui Israel...
Dipaksa Akui Israel untuk Kesepakatan Nuklir, Akankah Saudi Merapat ke China dan Pakistan?
30 menit yang lalu
Trump Tiba-tiba Ganti...
Trump Tiba-tiba Ganti Pesawat karena Takut Dibunuh usai KTT NATO di Turki
1 jam yang lalu
Memanas, Kuwait dan...
Memanas, Kuwait dan Bahrain Lancarkan Serangan Udara ke Iran
2 jam yang lalu
Viral Video Trump Pingsan...
Viral Video Trump Pingsan dan Terduduk Lemas saat Mau Masuk Limusin
3 jam yang lalu
Trump Ungkap Iran Sedang...
Trump Ungkap Iran Sedang Bernegosiasi dengan AS, Peringatkan Teheran Tak Boleh Punya Senjata Nuklir
4 jam yang lalu
Jaksa ICC Karim Khan...
Jaksa ICC Karim Khan Dicopot dari Jabatannya atas Tuduhan Pelecehan Seksual Bermotif Politik
5 jam yang lalu
Infografis
4 Presiden Termiskin...
4 Presiden Termiskin di Dunia, Sumbangkan 90% Gajinya untuk Kaum Susah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved