Rusia Siap Dukung Jeda Kemanusiaan Selama 48 Jam di Aleppo
Jum'at, 19 Agustus 2016 - 01:42 WIB
Rusia Siap Dukung Jeda Kemanusiaan Selama 48 Jam di Aleppo
A
A
A
MOSKOW - Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan pihaknya siap untuk mendukung usulan utusan khusus PBB untuk Suriah Staffan de Mistura. De Mistura mengusulkan jeda kemanusiaan selama 48 jam di kota sebelah utara Suriah, Aleppo.
"Kami siap melaksanakan jeda kemanusiaan 48 jam pertama pada pekan depan untuk memasok warga sipil Aleppo dengan bantuan kemanusiaan sebagai proyek percontohan dan untuk mengkonfirmasi pengiriman barang yang aman ke penduduk kota," kata juru bicara kementerian pertahan Rusia Igor Konashenkov dalam sebuah pernyataan.
Konashenkov mengatakan tanggal dan waktu pelaksanaan akan ditentukan setelah menerima informasi tentang kesiapan konvoi dari perwakilan PBB dan Amerika Serikat. Rusia juga berjanji akan memberikan jaminan keamanan perjalanan seperti dikutip dari Xinhua, Jumat (19/8/2016).
Ia juga mengatakan bantuan kemanusiaan harus disampaikan melalui dua rute berbeda untuk bagian timur Aleppo yang dikuasai oleh pemberontak dan bagian barat yang dikuasai oleh pasukan pemerintah.
Aleppo, kota strategis dan berlokasi dekat perbatasan Suriah dengan Turki, adalah kota terbesar Suriah dan pernah menjadi pusat ekonomi. Sekarang kota ini menjadi titik fokus dari bentrokan antara tentara Suriah dan pemberontak.
Rusia dan Suriah telah membuka enam koridor kemanusiaan bagi warga sipil untuk meninggalkan kota dan untuk memberikan bantuan kepada mereka yang memutuskan untuk tinggal. Koridor lain ditujukan bagi militan yang meletakkan senjata.
"Kami siap melaksanakan jeda kemanusiaan 48 jam pertama pada pekan depan untuk memasok warga sipil Aleppo dengan bantuan kemanusiaan sebagai proyek percontohan dan untuk mengkonfirmasi pengiriman barang yang aman ke penduduk kota," kata juru bicara kementerian pertahan Rusia Igor Konashenkov dalam sebuah pernyataan.
Konashenkov mengatakan tanggal dan waktu pelaksanaan akan ditentukan setelah menerima informasi tentang kesiapan konvoi dari perwakilan PBB dan Amerika Serikat. Rusia juga berjanji akan memberikan jaminan keamanan perjalanan seperti dikutip dari Xinhua, Jumat (19/8/2016).
Ia juga mengatakan bantuan kemanusiaan harus disampaikan melalui dua rute berbeda untuk bagian timur Aleppo yang dikuasai oleh pemberontak dan bagian barat yang dikuasai oleh pasukan pemerintah.
Aleppo, kota strategis dan berlokasi dekat perbatasan Suriah dengan Turki, adalah kota terbesar Suriah dan pernah menjadi pusat ekonomi. Sekarang kota ini menjadi titik fokus dari bentrokan antara tentara Suriah dan pemberontak.
Rusia dan Suriah telah membuka enam koridor kemanusiaan bagi warga sipil untuk meninggalkan kota dan untuk memberikan bantuan kepada mereka yang memutuskan untuk tinggal. Koridor lain ditujukan bagi militan yang meletakkan senjata.
(ian)