Rencanakan Aksi Teror Saat Olimpiade, 10 Orang Dicokok
Jum'at, 22 Juli 2016 - 03:01 WIB
Rencanakan Aksi Teror Saat Olimpiade, 10 Orang Dicokok
A
A
A
BRASILIA - Menteri Kehakiman Brazil, Alexandre Moraes mengatakan, otoritas keamanan berhasil menangkap 10 orang karena dicurigai menjadi pendukung ISIS. Mereka diduga tengah mempersiapkan aksi terorisme selama Olimpiade yang akan dihelat selama bulan depan di Rio de Janeiro.
Dikatakan oleh Moraes, kelompok ini tidak memiliki kontak langsung dengan ISIS meskipun beberapa anggota telah bersumpah setia kepada ISIS. Namun ia tidak memberikan penjelasan lebih lanjut.
"Mereka adalah anggota dari kelompok internet yang menamakan dirinya sebagai 'Pembela Syariah' dan berencana untuk mendapatkan senjata guna melakukan kejahatan di Brazil dan bahkan di luar neger," kata Moraes.
"Kelompok ini benar-benar amatir, tidak memiliki persiapan, dan tidak terkoordinasi," katanya sembari menambahkan aparat langsung bertindak ketika kelompok ini memutuskan untuk menjalankan aksi teros seperti dikutip dari Reuters, Jumat (22/7/2016).
Moraes juga mengatakan bahwa kelompok ini sempat mengunjungi situs senjata di Paraguay yang menjual senapan serbu AK-47. Namun, tidak ada bukti jika mereka telah mendapatkan senjata tersebut. "Dua orang akan diperiksa, selain 10 orang yang sudah ditahan," tukasnya.
Dikatakan oleh Moraes, kelompok ini tidak memiliki kontak langsung dengan ISIS meskipun beberapa anggota telah bersumpah setia kepada ISIS. Namun ia tidak memberikan penjelasan lebih lanjut.
"Mereka adalah anggota dari kelompok internet yang menamakan dirinya sebagai 'Pembela Syariah' dan berencana untuk mendapatkan senjata guna melakukan kejahatan di Brazil dan bahkan di luar neger," kata Moraes.
"Kelompok ini benar-benar amatir, tidak memiliki persiapan, dan tidak terkoordinasi," katanya sembari menambahkan aparat langsung bertindak ketika kelompok ini memutuskan untuk menjalankan aksi teros seperti dikutip dari Reuters, Jumat (22/7/2016).
Moraes juga mengatakan bahwa kelompok ini sempat mengunjungi situs senjata di Paraguay yang menjual senapan serbu AK-47. Namun, tidak ada bukti jika mereka telah mendapatkan senjata tersebut. "Dua orang akan diperiksa, selain 10 orang yang sudah ditahan," tukasnya.
(ian)