Ini Jumlah Pria Bersenjata Penyandera 7 WNI di Filipina
Selasa, 28 Juni 2016 - 15:53 WIB
Ini Jumlah Pria Bersenjata Penyandera 7 WNI di Filipina
A
A
A
JAKARTA - Enam orang anak buah kapal (ABK) Indonesia yang bebas dari penculikan kelompok bersenjata di Filipina telah tiba di Tanah Air. Mereka mengungkap jumlah pria bersenjata yang menyandera tujuh rekan mereka di Filipina.
Keterangan dari enam ABK Indonesia yang bebas dari penculikan kelompok bersenjata itu diungkap Menteri Luar Negeri Indonesia, Retno Lestari Priansari Marsudi, di kantor Kementerian Luar Negeri Indonesia di Jakarta, Selasa (28/6/2016).
“Keenam ABK membenarkan terjadi dua kali pengambilan sandera, pertama tiga orang, kedua diambil empat orang. Penyandera pertama terdiri dari lima sampai enam orang dengan membawa senjata, penyandera kedua terdiri dari delapan sampai sepuluh orang dengan menggunakan senjata,” katanya.
Baca:
Menlu Retno: Kondisi Baik, 7 Sandera Indonesia Kadang Dipisah
Menurut Retno, enam ABK yang bebas dari penculikan itu sudah bisa pulang ke keluarganya. "Sabtu, 25 Juni, kapal tugbot Charles telah tiba di pelabuhan Semayang, Balikpapan bersama enam ABK yang tidak ikut disandera,” ujarnya.
“Sejak tiba di Balikpapan, enam ABK telah membantu memberi keterangan kepada TNI Angkatan Laut terkait kejadian penyanderaan. Keterangan telah diberikan dan berdasar informasi dari Kepala Staf AL, mereka sudah dapat pulang ke keluarga,” ucap Menlu perempuan pertama Indonesia ini.
Dari keterangan enam ABK, kata Retno, kapal tersebut dicegat saat dalam perjalanan dari Mindanao menuju Samarinda. ”Rute kapal adalah dari Tagoloan Cagayan, Mindano menuju Samarinda,” ujarnya.
”Bagi Pemerintah Indonesia prioritas utama tetap pada keselamatan para sandera. Kita akan terus mengintensifkan komunikasi dan koordinasi dengan semua pihak.”
Keterangan dari enam ABK Indonesia yang bebas dari penculikan kelompok bersenjata itu diungkap Menteri Luar Negeri Indonesia, Retno Lestari Priansari Marsudi, di kantor Kementerian Luar Negeri Indonesia di Jakarta, Selasa (28/6/2016).
“Keenam ABK membenarkan terjadi dua kali pengambilan sandera, pertama tiga orang, kedua diambil empat orang. Penyandera pertama terdiri dari lima sampai enam orang dengan membawa senjata, penyandera kedua terdiri dari delapan sampai sepuluh orang dengan menggunakan senjata,” katanya.
Baca:
Menlu Retno: Kondisi Baik, 7 Sandera Indonesia Kadang Dipisah
Menurut Retno, enam ABK yang bebas dari penculikan itu sudah bisa pulang ke keluarganya. "Sabtu, 25 Juni, kapal tugbot Charles telah tiba di pelabuhan Semayang, Balikpapan bersama enam ABK yang tidak ikut disandera,” ujarnya.
“Sejak tiba di Balikpapan, enam ABK telah membantu memberi keterangan kepada TNI Angkatan Laut terkait kejadian penyanderaan. Keterangan telah diberikan dan berdasar informasi dari Kepala Staf AL, mereka sudah dapat pulang ke keluarga,” ucap Menlu perempuan pertama Indonesia ini.
Dari keterangan enam ABK, kata Retno, kapal tersebut dicegat saat dalam perjalanan dari Mindanao menuju Samarinda. ”Rute kapal adalah dari Tagoloan Cagayan, Mindano menuju Samarinda,” ujarnya.
”Bagi Pemerintah Indonesia prioritas utama tetap pada keselamatan para sandera. Kita akan terus mengintensifkan komunikasi dan koordinasi dengan semua pihak.”
(mas)