Ini Penjelasan Kemlu Soal Laporan Pembebasan WNI
Minggu, 01 Mei 2016 - 14:58 WIB
Ini Penjelasan Kemlu Soal Laporan Pembebasan WNI
A
A
A
JAKARTA - Kementerian Luar Negeri Indonesia memberikan respon atas laporan yang menyebutkan bahwa 10 warga negara Indoensia (WNI) yang disandera Abu Sayyaf sudah dibebaskan. Kemlu menyebut belum bisa memberikan konfirmasi terkait laporan itu.
"Kami masih menunggu konfirmasi dari lapangan terkait pembebasan sandera, yang jelas Menteri Luar Negeri masih terus komunikasi dengan Menteri Luar Negeri Filipina mengenai hal ini. Belum bisa konfirmasi sejauh ini," kata Kemlu kepada wartawan pada Mingu (1/5).
Sebelumnya, berdasarkan keterangan sumber di Sulu dan pejabat kepolisian Filipina yang terlibat dalam negosiasi dengan Abu Sayyaf, ke-10 WNI tersebut akan dibebaskan pada siang hari ini.
Para sumber tersebut mengatarkan para sandera WNI tersebut akan diturunkan di depan kediaman Gubernur Abdusakur Mahail Tan di Jolo, dan untuk sementara ke-10 WNI tersebut akan tinggal di kediaman Mahail Tan.
Sumber itu menambahkan bahwa uang tebusan telah dibayarkan untuk pembebasan ke-10 WNI itu pada hari Jumat, 29 April kemarin. Ke-10 sandera itu rencananya akan dibawa ke kota Zamboanga, dimana otoritas Indonesia kemudian akan menjemput mereka.
"Kami masih menunggu konfirmasi dari lapangan terkait pembebasan sandera, yang jelas Menteri Luar Negeri masih terus komunikasi dengan Menteri Luar Negeri Filipina mengenai hal ini. Belum bisa konfirmasi sejauh ini," kata Kemlu kepada wartawan pada Mingu (1/5).
Sebelumnya, berdasarkan keterangan sumber di Sulu dan pejabat kepolisian Filipina yang terlibat dalam negosiasi dengan Abu Sayyaf, ke-10 WNI tersebut akan dibebaskan pada siang hari ini.
Para sumber tersebut mengatarkan para sandera WNI tersebut akan diturunkan di depan kediaman Gubernur Abdusakur Mahail Tan di Jolo, dan untuk sementara ke-10 WNI tersebut akan tinggal di kediaman Mahail Tan.
Sumber itu menambahkan bahwa uang tebusan telah dibayarkan untuk pembebasan ke-10 WNI itu pada hari Jumat, 29 April kemarin. Ke-10 sandera itu rencananya akan dibawa ke kota Zamboanga, dimana otoritas Indonesia kemudian akan menjemput mereka.
(esn)