Membunuh 42 Orang di RS Kunduz, AS Bilang Bukan Kejahatan Perang

Sabtu, 30 April 2016 - 16:21 WIB
Membunuh 42 Orang di...
Membunuh 42 Orang di RS Kunduz, AS Bilang Bukan Kejahatan Perang
A A A
WASHINGTON - Amerika Serikat (AS) isyaratkan “cuci tangan” atas serangan udara terhadap rumah sakit (RS) di Kunduz, Afghanistan, yang menewaskan 42 orang. Sebab, Pentagon berdalih tragedi pengeboman itu bukan kejahatan perang.

RS itu dioperasikan oleh kelompok medis Medecins Sans Frontieres (MSF). Serangan bom melalui pesawat di RS itu terjadi pada 3 Oktober 2015.

Pentagon atau Departemen Pertahanan AS mengatakan serangan itu bukan termasuk kategori kejahatan perang, meskipun ada sanksi disiplin dan administratif yang dijatuhkan terhadap 16 personel militer AS yang terlibat dalam serangan mengerikan itu.

MSF yang merupakan badan amal medis internasional telah mengutuk serangan AS itu sebagai kejahatan perang. Sebab, RS yang dibom bukan markas para militan tapi tempat warga sipil yang sedang sakit.

Kepala Komando Sentral AS, Jenderal Joseph Votel, telah membuat pengumuman, terkait hasil penyelidikan atas serangan di RS itu.

Penyelidikan menemukan bahwa insiden itu dihasilkan dari kombinasi kesalahan manusia, kesalahan proses dan kegagalan peralatan dan bahwa tidak ada personel yang tahu mereka menyerang rumah sakit. Fakta ini tidak disengaja, membawanya keluar dari ranah kejahatan perang yang disengaja,” kata jenderal Pentagon ini, seperti dikutip IB Times, Sabtu (30/4/2016).

Jenderal Votel yang merilis laporan lengkap soal serangan itu, menjelaskan bahwa tindakan militer AS atas nama kru yang mengaku lelah menjalani hari pertempuran. Dia mengakui bahwa kurang dari 10 menit saat serangan terjadi, dokter MSF di lapangan yang memiliki akses ke pejabat AS telah memohon untuk menghentikan serangan. Seketika itu, kata Votel, serangan berhenti.


Sementara itu MSF atau yang juga dikenal dengan nama Doctors Without Borders (Dokter Lintas Batas) yang berlari dari rumah sakit mengatakan bahwa mereka tidak memiliki kesempatan untuk meninjau laporan militer. Mereka tidak mendapatkan pengarahan lisan dari Votel.


Tidak setuju dengan hasil penyelidikan Pentagon, Presiden MSF, Meinie Nicolai, mengatakan pengeboman itu tidak berhenti meskipun ada permintaan yang dibuat oleh MSF.

Pengumuman hari ini berkisar pengakuan dari operasi militer yang tidak terkendali di daerah perkotaan yang padat penduduk, di mana pasukan AS gagal mengikuti hukum dasar perang," kata Nicolai.


Dengan koalisi multinasional yang berjuang dengan aturan yang berbeda dari keterlibatan di spektrum yang luas dari perang saat ini, apakah di Afghanistan, Suriah, dan Yaman, kelompok bersenjata tidak bisa lepas dari tanggung jawab mereka di medan perang hanya dengan mengesampingkan niat untuk menyerang infrastruktur yang dilindungi seperti rumah sakit,” lanjut Nicolai.
(mas)
Berita Terkait
Negara yang Pernah Diinvasi...
Negara yang Pernah Diinvasi Amerika Serikat
Iran: Pengusiran Amerika...
Iran: Pengusiran Amerika Serikat dari Afghanistan 'Memalukan'
Taliban dan Gagalnya...
Taliban dan Gagalnya Amerika Serikat Membangun Negara Boneka di Afghanistan
Senator Republik: Amerika...
Senator Republik: Amerika Serikat Akan Kembali ke Afghanistan
Viral! Promo Undang...
Viral! Promo Undang Warga Amerika Serikat Berlibur ke Afghanistan
Tentara Seksi Amerika...
Tentara Seksi Amerika Serikat Ini Tewas Bunuh Diri
Berita Terkini
6 Teroris Ditembak Mati...
6 Teroris Ditembak Mati usai Serang Markas Rangers Pakistan, 4 Tentara Juga Tewas
35 menit yang lalu
6 Pesawat Pengebom Nuklir...
6 Pesawat Pengebom Nuklir China dan Rusia Manuver Gabungan Dekati Jepang
1 jam yang lalu
Xi Jinping dan Akhir...
Xi Jinping dan Akhir dari Narasi Kebangkitan Damai China
1 jam yang lalu
Update Gempa Kembar...
Update Gempa Kembar Guncang Venezuela: 1.430 Orang Tewas, 3.200 Luka, 50.000 Hilang
2 jam yang lalu
China Selidiki Insiden...
China Selidiki Insiden Pesawat Tabrak Gedung Tertinggi, Pilot Tewas, 13 Orang Luka
2 jam yang lalu
Benarkah Mossad Hendak...
Benarkah Mossad Hendak Habisi Bos Militer Pakistan Selama Perundingan AS-Iran di Swiss?
3 jam yang lalu
Infografis
Perang AS-Israel vs...
Perang AS-Israel vs Iran Telah Mengungkap Kelemahan Militer Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved