Malaysia Tak Akan Bayar Uang Tebusan ke Abu Sayyaf

Rabu, 13 April 2016 - 00:15 WIB
Malaysia Tak Akan Bayar...
Malaysia Tak Akan Bayar Uang Tebusan ke Abu Sayyaf
A A A
JAKARTA - Duta Besar Malaysia untuk Indonesia, Datuk Seri Zahrain Mohammed Hashim menuturkan, pemerintah Malaysia akan melakukan apapun yang dibutuhkan untuk bisa membebaskan empat warga mereka yang saat ini disandera oleh Abu Sayyaf.

“Ini adalah tindak kejahatan, kita tahu ini bukanlah untuk tujuan yang murni. Mereka membutuhkan uang. Kita akan ambil tindakan apa saja untuk menyelesaikan masalah ini,” ujar Zahrain pada Selasa (12/4).

Namun, Zahrain yang berbicara saat menemui sejumlah awak media di kantornya menolak dengan tegas ketika ditanya apakah Malaysia akan membayar permintaan tebusan jika diminta oleh Abu Sayyaf. “Ya, kami tidak setuju cara bayar," tegasnya.

Dirinya menambahkan, Abu Sayyaf sudah masuk dalam daftar kelompok teroris oleh pemerintah Malaysia. Dimana Abu Sayyaf telah beberapa kali masuk ke wilayah Malaysia dan melakukan penculikan.

Pada November 2015, Abu Sayyaf memenggal seorang warga Malaysia yang diculik beberapa bulan sebelumnya dari sebuah restoran di Sandakan, Malaysia. Sedangkan pada 2000, kelompok tersebut menyerbu sebuah resor wisata di Sipadan dan menyandera beberapa warga negara asing, termasuk beberapa warga Malaysia.

Ia menjelaskan, bahwa selama ini telah ada kerjasama antara Malaysia dengan Filipina untuk menjaga wilayah laut di antara tiga negara dari ancaman terorisme. Namun, menurutnya Abu Sayyaf bukanlah masalah yang kecil.

Dalam kesempatan ini, Zahrain juga menyampaikan rasa simpati dan harapannya atas situasi penyanderaan yang kini dihadapi oleh 10 Warga Negara Indonesia (WNI) di Filipina. Ke-10 WNI tersebut saat ini masih disandera oleh kelompok Abu Sayyaf.

“Saya berdoa agar masalah ini dapat diselesaikan dengan baik dan 10 warga Indonesia dapat diselamatkan dan mereka yang bertanggung jawab diadili sesuai dengan undang-undang,” kata Zahrain.
(esn)
Berita Terkait
Berlakukan Lockdown,...
Berlakukan Lockdown, Begini Kondisi Terkini Malaysia
Perayaan HUT Malaysia...
Perayaan HUT Malaysia ke-65
Penampakan Banjir Parah...
Penampakan Banjir Parah yang Merendam Apartemen dan Rumah di Selangor Malaysia
Anwar Ibrahim, Dilantik...
Anwar Ibrahim, Dilantik sebagai Perdana Menteri Malaysia
Polri Cek Akun Penghina...
Polri Cek Akun Penghina Raja Malaysia
Malaysia Umumkan Pembubaran...
Malaysia Umumkan Pembubaran Parlemen, Gelar Pemilu Lebih Cepat
Berita Terkini
Bagaimana Iran Menggunakan...
Bagaimana Iran Menggunakan Strategi Ubur-ubur untuk Menjatuhkan Jet Tempur AS?
1 jam yang lalu
Para Pemimpin Yahudi...
Para Pemimpin Yahudi Ultra-Ortodoks Sebut Tentara Guru Dosa-dosa Terberat dan Israel Najis
4 jam yang lalu
Keuskupan Agung Katolik...
Keuskupan Agung Katolik AS akan Bayar Rp7 Triliun pada Para Korban Pelecehan Seksual Anak
5 jam yang lalu
Raja Charles Kehilangan...
Raja Charles Kehilangan Gelar Bersejarah Pembela Iman
6 jam yang lalu
Pejabat AS Bertemu Hamas...
Pejabat AS Bertemu Hamas Saat Washington Sampaikan Tuntutan Gaza pada Israel
7 jam yang lalu
Pertama Kali dalam 20...
Pertama Kali dalam 20 Tahun, Buffett Tunda Donasi ke Gates Foundation karena Kasus Epstein
8 jam yang lalu
Infografis
2 Negara NATO akan Kirim...
2 Negara NATO akan Kirim Jet Tempur dan Kapal Perang ke Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved