Sekjen PBB Minta Dunia Internasional Bantu Pemulihan Pakistan dari Bencana Banjir

Selasa, 10 Januari 2023 - 05:00 WIB
loading...
Sekjen PBB Minta Dunia...
Sekjen PBB Minta Dunia Internasional Bantu Pemulihan Pakistan dari Bencana Banjir. FOTO/Reuters
A A A
JENEWA - Sekjen PBB Antonio Guterres menyerukan "investasi besar-besaran" untuk membantu Pakistan pulih dari banjir dahsyat tahun lalu. Ia mengatakan, negara itu "menjadi korban ganda" oleh perubahan iklim dan "sistem keuangan global yang bangkrut secara moral".

"Tidak ada negara yang pantas menanggung apa yang terjadi di Pakistan," kata Guterres dalam konferensi internasional di Jenewa, Senin (9/1/2023), seperti dikutip dari AFP. Ia mencari miliaran dolar untuk mendukung pemulihan dari bencana tersebut.

Baca: PM Pakistan Memohon Bantuan untuk 20 Juta Korban Banjir di Negaranya

Guterres membuka acara satu hari yang menyerukan kepada dunia untuk membantu Pakistan bangkit kembali dari banjir yang menenggelamkan sepertiga negara itu, menewaskan lebih dari 1.700 orang dan mempengaruhi lebih dari 33 juta orang lainnya.

Menteri Luar Negeri Pakistan Bilawal Bhutto Zardari, yang hadir bersama Perdana Menteri Shehbaz Sharif, menyebut banjir itu sebagai "bencana iklim skala monumental". Delapan juta orang mengungsi, jutaan hektar tanah pertanian hancur dan sekitar dua juta rumah hancur, sementara sembilan juta orang lainnya terdorong ke jurang kemiskinan.

“Pakistan membutuhkan USD8 miliar dari mitra internasionalnya selama tiga tahun ke depan untuk membangun kembali negara yang terhuyung-huyung akibat banjir dahsyat tahun lalu,” kata Perdana Menteri Shehbaz Sharif.

Sekjen PBB memuji bagaimana Pakistan dan rakyatnya menanggapi "tragedi epik dengan kemanusiaan yang heroik ini". "Kita harus mencocokkan tanggapan heroik rakyat Pakistan dengan upaya kita sendiri dan investasi besar-besaran untuk memperkuat komunitas mereka di masa depan," kata Guterres.

Baca: Bus Pengangkut Korban Banjir di Pakistan Terbakar, 18 Tewas

Menurut apa yang disebut Kerangka Kerja Pemulihan, Rehabilitasi, dan Rekonstruksi Pakistan, yang secara resmi akan dipresentasikan selama konferensi hari Senin, akan membutuhkan USD16,3 miliar. Pemerintah Pakistan telah mengatakan bahwa negara tersebut harus dapat menutupi setengah biaya, tetapi meminta masyarakat internasional untuk mendanai sisanya.

"Ini adalah bencana iklim terbesar dalam sejarah negara kita," kata Zardari pada konferensi tersebut. "Pakistan akan membutuhkan dukungan besar selama beberapa tahun ke depan dari mitra internasional kami untuk melaksanakan rencana komprehensif ini," katanya.

Sekjen PBB mengatakan masyarakat internasional memiliki tanggung jawab khusus untuk membantu Pakistan, yang telah "menjadi korban dua kali lipat oleh kekacauan iklim dan sistem keuangan global yang bangkrut secara moral."

Dia mengecam sistem yang "secara rutin menolak keringanan utang dan pembiayaan lunak yang dibutuhkan negara-negara berpenghasilan menengah untuk berinvestasi dalam ketahanan terhadap bencana alam."
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Permainan Lincah Pakistan...
Permainan Lincah Pakistan dalam Mendamaikan AS dan Iran, Ini 4 Rahasianya
Dari Infrastruktur ke...
Dari Infrastruktur ke AI, China Terus Perkuat Pengaruh di Pakistan
Pakistan Gelar Serangan...
Pakistan Gelar Serangan Udara di Afghanistan, 13 Orang Tewas
Mendagri Pakistan Sampaikan...
Mendagri Pakistan Sampaikan Surat Khusus untuk Mojtaba Khamenei
Mayoritas Penduduk di...
Mayoritas Penduduk di 36 Negara Anggap Israel Tidak Baik
Jerman Gagal Peroleh...
Jerman Gagal Peroleh Kursi di Dewan Keamanan PBB untuk Pertama Kali
WSIS Prizes 2026 PBB:...
WSIS Prizes 2026 PBB: Dua Program Digitalisasi Kemendikdasmen Diakui Dunia
Dampak Kunjungan Trump,...
Dampak Kunjungan Trump, China Perketat Pembatasan Aktivis dan Pengawasan Domestik
Gempa Dahsyat M7,8 Filipina,...
Gempa Dahsyat M7,8 Filipina, Warga Syok Dasar Laut kini Jadi Daratan
Rekomendasi
Spesial, Investor Patriot...
Spesial, Investor Patriot Bond Dilindungi dari Tuntutan Pidana hingga Pajak
Kondisi Roy Suryo dan...
Kondisi Roy Suryo dan Dokter Tifa Belum Pulih, Refly Harun Ungkap Penyebabnya
3.761 Personel Dikerahkan...
3.761 Personel Dikerahkan Amankan Aksi Unjuk Rasa di 2 Lokasi di Jakarta Hari Ini
Berita Terkini
Pertama Kalinya, China...
Pertama Kalinya, China Pamer Peluncuran Rudal Hipersonik Dongfeng-17 sebagai Pesan untuk AS
Yordania Gantung 6 Orang...
Yordania Gantung 6 Orang atas Tuduhan Terorisme
Aktor Breaking Bad Giancarlo...
Aktor 'Breaking Bad' Giancarlo Esposito Masuk Islam saat Syuting di Arab Saudi
Iran Jawab Ancaman Trump:...
Iran Jawab Ancaman Trump: AS Sebaiknya Berhati-hati!
Trump Ancam Serang Iran...
Trump Ancam Serang Iran Sangat Keras Jika Tak Kendalikan Hizbullah!
4 Prasyarat Iran untuk...
4 Prasyarat Iran untuk Negosiasi di Swiss, Dapat Dana Segar Rp106 Triliun
Infografis
Simak! Ini 10 Langkah...
Simak! Ini 10 Langkah Penyelamatan Diri dari Bencana Banjir
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved