Diduga Rencanakan Serangan Bahan Kimia, Pria Iran Ditangkap di Jerman

Minggu, 08 Januari 2023 - 19:45 WIB
loading...
Diduga Rencanakan Serangan...
Ilustrasi
A A A
BERLIN - Seorang pria Iran berusia 32 tahun ditangkap di Jerman karena dicurigai merencanakan serangan dengan bahan kimia mematikan. Hal ini diungkapkan para pejabat setempat, Minggu (8/1/2023).

Polisi dan jaksa mengatakan, pria itu dan seorang lainnya ditahan semalam di kota Castrop-Rauxel, barat laut Dortmund. Dalam pernyataan bersama mereka mengatakan pria itu diduga telah merencanakan serangan serius yang dimotivasi oleh ekstremisme Islam.

Baca: Iran Gantung 2 Pria Terkait Protes Kematian Mahsa Amini

Pria itu diduga berusaha mendapatkan racun sianida dan risin yang kuat. Spesialis yang mengenakan pakaian anti-kontaminasi terlihat membawa barang bukti dari rumah pria itu.

Seorang juru bicara kejaksaan Duesseldorf kemudian mengatakan, penggeledahan awal di tempat itu tidak menemukan zat beracun, lapor kantor berita Jerman, dpa. Belum jelas seberapa jauh rencana serangan itu dan apakah tersangka telah memilih target tertentu.

Dpa mengutip pejabat tinggi keamanan untuk negara bagian Rhine-Westphalia Utara, Herbert Reul, yang mengatakan, pihak berwenang telah menerima "tip serius yang membuat polisi turun tangan pada malam yang sama."

Surat kabar Tabloid Bild melaporkan bahwa tip tentang dugaan plot tersebut berasal dari badan intelijen sekutu.

Baca: Protes Kartun Khamenei, Iran Tutup Institut Riset Prancis

Dpa mengutip pejabat keamanan Jerman yang tidak disebutkan namanya mengatakan, tidak ada indikasi tersangka bertindak atas nama negara Iran. Tetapi, ia diduga mendukung kelompok ekstremis Sunni. Sunni adalah minoritas agama di Iran.

Lima tahun lalu, polisi Jerman menangkap seorang pria Tunisia dan istrinya karena dicurigai merencanakan serangan risin atas nama kelompok Negara Islam. Mereka kemudian dinyatakan bersalah dan masing-masing dijatuhi hukuman 10 dan delapan tahun penjara.

Bahkan risin dalam jumlah kecil, yang dihasilkan dari biji tanaman minyak jarak, dapat membunuh orang dewasa jika dimakan, disuntikkan, atau dihirup.
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran dan AS Berdamai,...
Iran dan AS Berdamai, Upacara Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei Digelar selama 6 Hari
Iran Menang Banyak!...
Iran Menang Banyak! Sanksi Dicabut dan Diizinkan Ekspor Minyak
Iran dan AS Sepakati...
Iran dan AS Sepakati Peta Jalan untuk Mengakhiri Perang
Menhan Negara NATO Salahkan...
Menhan Negara NATO Salahkan Trump atas Penutupan Selat Hormuz
Mengejutkan, 92% Warga...
Mengejutkan, 92% Warga Israel Yakin Iran Telah Menang Perang
Perundingan Iran-AS...
Perundingan Iran-AS Hasilkan 4 Kesepakatan Utama, Negosiator Teheran Sempat Walkout
Perjalanan Berliku Iran...
Perjalanan Berliku Iran Tulis Sejarah di Piala Dunia 2026
Israel Bom Lebanon,...
Israel Bom Lebanon, Iran Murka Bakal Kembali Tutup Selat Hormuz
AS Janji Ubah Hubungan...
AS Janji Ubah Hubungan dengan Iran secara Drastis, jika...
Rekomendasi
Berkas Perkara Roy Suryo...
Berkas Perkara Roy Suryo Setinggi 1 Meter, Kuasa Hukum: Ijazah Jokowi Kembali Menelan Korban
Kebangkitan Sepak Bola...
Kebangkitan Sepak Bola Asia: Pelajaran untuk Pembangunan Ekonomi
Dipanggil Prabowo Gara-gara...
Dipanggil Prabowo Gara-gara Mati Lampu, Dirut PLN: Kami Mohon Doa
Berita Terkini
Iran dan AS Berdamai,...
Iran dan AS Berdamai, Upacara Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei Digelar selama 6 Hari
PM Inggris Keir Starmer...
PM Inggris Keir Starmer Mundur, Krisis Politik Berlanjut
Iran Menang Banyak!...
Iran Menang Banyak! Sanksi Dicabut dan Diizinkan Ekspor Minyak
Profil Abelardo De La...
Profil Abelardo De La Espriella, Pengacara Berjam Tangan Mewah yang Jadi Presiden Baru Kolombia
Iran dan AS Sepakati...
Iran dan AS Sepakati Peta Jalan untuk Mengakhiri Perang
Menhan Negara NATO Salahkan...
Menhan Negara NATO Salahkan Trump atas Penutupan Selat Hormuz
Infografis
Rp603 Triliun Milik...
Rp603 Triliun Milik Amerika Serikat Habis Terbakar di Langit Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved