Hacker Rusia Targetkan 3 Lab Nuklir Amerika Serikat

Sabtu, 07 Januari 2023 - 10:06 WIB
loading...
A A A
Baca juga: Rusia Ancam AS dengan Rudal Hipersonik Nuklir

Layanan Keamanan Federal (FSB) Rusia, badan keamanan domestik yang juga melakukan kampanye spionase untuk Moskow, dan kedutaan Rusia di Washington tidak menanggapi permintaan komentar melalui email.

Pejabat Barat mengatakan pemerintah Rusia adalah pemimpin global dalam peretasan dan menggunakan spionase siber untuk memata-matai pemerintah dan industri asing untuk mencari keunggulan kompetitif. Namun, Moskow secara konsisten membantah melakukan operasi peretasan.

Reuters menunjukkan temuannya kepada lima pakar industri yang mengonfirmasi keterlibatan Cold River dalam percobaan peretasan laboratorium nuklir, berdasarkan sidik jari digital bersama yang secara historis dikaitkan oleh para peneliti dengan grup tersebut.

Badan Keamanan Nasional (NSA) AS menolak mengomentari kegiatan Cold River. Markas Besar Komunikasi Global Inggris (GCHQ), yang setara dengan NSA, tidak berkomentar. Kantor Luar Negeri Inggris juga menolak berkomentar.

Pada bulan Mei, Cold River membobol dan membocorkan email milik mantan kepala layanan mata-mata MI6 Inggris. Itu hanyalah salah satu dari beberapa operasi "peretasan dan pembocoran" tahun lalu oleh peretas yang terkait dengan Rusia di mana komunikasi rahasia dipublikasikan di Inggris, Polandia, dan Latvia.

Dalam operasi spionase baru-baru ini yang menargetkan para kritikus Moskow, Cold River mendaftarkan nama domain yang dirancang untuk meniru setidaknya tiga LSM Eropa yang menyelidiki kejahatan perang. Demikian diungkap perusahaan keamanan siber Prancis; SEKOIA.IO.

Upaya peretasan terkait LSM terjadi tepat sebelum dan sesudah peluncuran laporan 18 Oktober oleh komisi penyelidikan independen PBB yang menemukan bahwa pasukan Rusia bertanggung jawab atas "sebagian besar" pelanggaran hak asasi manusia (HAM) pada minggu-minggu awal perang Ukraina, yang disebut Rusia sebagai operasi militer khusus.

Dalam sebuah posting blog, SEKOIA.IO mengatakan bahwa berdasarkan penargetan LSM, Cold River berusaha untuk berkontribusi pada pengumpulan intelijen Rusia tentang bukti terkait kejahatan perang yang teridentifikasi dan/atau prosedur peradilan internasional.

Reuters, dalam laporannya, tidak dapat memastikan secara independen mengapa Cold River menargetkan LSM.

Komisi Keadilan dan Akuntabilitas Internasional (CIJA), sebuah organisasi nirlaba yang didirikan oleh penyelidik kejahatan perang veteran, mengatakan telah berulang kali menjadi sasaran peretas yang didukung Rusia dalam delapan tahun terakhir tanpa hasil. Dua LSM lainnya, Pusat Konflik Tanpa Kekerasan Internasional dan Pusat Dialog Kemanusiaan, tidak menanggapi permintaan komentar.

Kedutaan Rusia di Washington tidak merespons permintaan komentar tentang percobaan peretasan terhadap CIJA.

Para peneliti keamanan siber mengatakan Cold River telah menggunakan taktik seperti menipu orang agar memasukkan nama pengguna dan kata sandi mereka di situs web palsu untuk mendapatkan akses ke sistem komputer mereka.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Setelah Bikin Marah...
Setelah Bikin Marah Kim Jong-un, Korut Sukes Tembakkan Rudal dari Kapal Perang 5.000 Ton
Iran Kecam Trump karena...
Iran Kecam Trump karena Ancam Lenyapkan Semua Orang di Pemakaman Khamenei dengan Sekali Tembak
Goyang Dominasi AS dan...
Goyang Dominasi AS dan Sekutunya di Asia, China dan Rusia Gelar Latihan Perang
6 Fakta Perayaan Ulang...
6 Fakta Perayaan Ulang Tahun AS ke-250, Bill Clinton: Masa Depan Kita Dipertanyakan
Kilang Minyak dan Pangkalan...
Kilang Minyak dan Pangkalan Kapal Perang di St Petersburg Dihujani Drone Ukraina
Hadiri Pemakaman Khamenei,...
Hadiri Pemakaman Khamenei, Medvedev: Iran Atasi Cobaan dengan Bermartabat
Pilot Amerika Serikat...
Pilot Amerika Serikat Korban Serangan KKB di Yahukimo Diduga Tewas Ditembak Jarak Dekat
Qatar Ungkap Kemajuan...
Qatar Ungkap Kemajuan Positif dalam Dialog AS-Iran, Negosiasi Bakal Berlanjut
Parah! Penjaga Daycare...
Parah! Penjaga Daycare Ini Masukkan Anak yang Rewel ke Dalam Mesin Cuci
Rekomendasi
Rebranding Fave Pamanukan...
Rebranding Fave Pamanukan Hadirkan Standar Baru Hotel Budget di Pantura
7 Fakta di Balik Brasil...
7 Fakta di Balik Brasil Tersingkir dari Piala Dunia 2026
Teman Belanja Pintar...
Teman Belanja Pintar di Era Serba Cepat, Kini Hadir Shopee Belanja Instant 1 Jam Tiba
Berita Terkini
Usai Zionis Hancurkan...
Usai Zionis Hancurkan Patung Yesus, Netanyahu Klaim Desa Kristen Lebanon Minta Dicaplok Israel agar Dilindungi
Tiga Putra Hadir Doakan...
Tiga Putra Hadir Doakan Ayatollah Ali Khamenei, Mojtaba Tetap Tak Muncul
Setelah Bikin Marah...
Setelah Bikin Marah Kim Jong-un, Korut Sukes Tembakkan Rudal dari Kapal Perang 5.000 Ton
Iran Kecam Trump karena...
Iran Kecam Trump karena Ancam Lenyapkan Semua Orang di Pemakaman Khamenei dengan Sekali Tembak
9 Fakta Diplomasi Ayat...
9 Fakta Diplomasi Ayat Suci Al-Quran pada Pemakaman Khamenei, Kirim Sinyal Bedakan Siapa Sekutu dan Musuh
Kenapa Para Jenderal...
Kenapa Para Jenderal Iran Bersumpah Akan Balas Dendam atas Kematian Khamenei?
Infografis
Angkatan Darat Amerika...
Angkatan Darat Amerika Serikat Incar 'Pasukan Tua' Masuk Militer
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved