Ukraina Tolak Gencatan Senjata Putin, Sebut Rusia Munafik

Jum'at, 06 Januari 2023 - 06:55 WIB
loading...
Ukraina Tolak Gencatan...
Ukraina menolak gencatan senjata selama perayaan Natal Kristen Ortodoks yang diusulkan Presiden Rusia Vladimir Putin. Foto/REUTERS
A A A
KIEV - Ukraina menolak gencatan senjata yang diumumkan Presiden Rusia Vladimir Putin . Pemimpin Kremlin telah memerintahkan pasukannya gencatan senjata selama 36 jam mulai Jumat (6/1/2023) siang agar umat Kristen Ortodoks dapat merayakan Natal.

Penasihat Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky, Mikhail Podolyak, mengatakan Kiev tidak tertarik dengan penghentian permusuhan yang diumumkan Putin pada hari Kamis.

"Mungkin ada gencatan senjata sementara hanya ketika Rusia meninggalkan wilayah pendudukan," tulis Podolyak di Twitter.

"Simpan kemunafikan untuk diri Anda sendiri,” lanjut dia.

Baca juga: Putin Perintahkan Gencatan Senjata 36 Jam di Ukraina Selama Natal Ortodoks

Podolyak juga mencela Gereja Ortodoks Rusia sebagai penyebar propaganda perang yang menyerukan genosida terhadap warga Ukraina. Dia menggambarkan pernyataan otoritas Gereja Ortodoks Rusia tentang gencatan senjata Natal sebagai jebakan sinis dan elemen propaganda.

“Gencatan senjata? Kebohongan dan kemunafikan. Kami akan menggigit Anda dalam kesunyian malam Ukraina,” imbuh Alexey Danilov, Kepala Dewan Keamanan dan Pertahanan Nasional Ukraina.

Menteri Luar Negeri Ukraina Dmytro Kuleba juga menyuarakan penolakan gencatan senjata usulan Putin. "Gencatan senjata yang diusulkan tidak dapat dan tidak boleh dianggap serius,” tulis diplomat top Ukraina tersebut di Twitter.

Perintah Putin kepada tentara Rusia untuk gencatan senjata tersebut diumumkan untuk menuruti permintaan Kepala Gereja Ortodoks Rusia Patiark Kirill.

Sebagian besar Gereja Ortodoks, termasuk yang ada di Rusia dan Ukraina, menggunakan beberapa versi kalender Julian untuk kebaktian liturgi, sehingga Hari Natal jatuh pada tanggal 7 Januari menurut kalender Gregorian.

Baca juga: Erdogan pada Putin: Gencatan Senjata Diperlukan dalam Upaya Perdamaian di Ukraina

Patriark Kirill menyerukan gencatan senjata selama 36 jam mulai Jumat siang, sehingga umat Ortodoks dapat menghadiri kebaktian.

“Dilihat dari fakta bahwa banyak warga yang mempraktikkan agama Ortodoks tinggal di daerah yang diperangi, kami menyerukan kepada pihak Ukraina untuk mengumumkan penghentian permusuhan dan memberi mereka kesempatan untuk menghadiri kebaktian pada Malam Natal dan Hari Natal,” bunyi pernyataan Kremlin.

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menyambut baik pengumuman Rusia tersebut.

“Kemungkinan para pihak menunjukkan rasa hormat dan menghentikan permusuhan selama masa suci ini selalu disambut baik oleh Sekretaris Jenderal,” kata juru bicara Guterres, Stephane Dujarric.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Gelar Serangan Balasan,...
Gelar Serangan Balasan, Rusia Hancurkan Fasilitas Energi di Seluruh Ukraina
Zelensky Ancam Serang...
Zelensky Ancam Serang Belarusia, Perang Rusia-Ukraina Bisa Meluas
Menkeu AS Sebut Zelensky...
Menkeu AS Sebut Zelensky Bajingan Kecil Bertingkah seperti Mr Bean yang Sakau
Warga Moskow Sudah Merasakan...
Warga Moskow Sudah Merasakan Perang Ukraina di Depan Halaman Rumah
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
Trump Klaim Tidak Ada...
Trump Klaim Tidak Ada Batasan pada Kekuasaannya
Janji Manis Investasi...
Janji Manis Investasi Rp5.323 Triliun di Balik Kesepakatan Damai AS-Iran
Jelang Penandatanganan...
Jelang Penandatanganan di Jenewa, AS Rahasiakan Nota Kesepahaman Iran dari Israel
Wapres AS Blak-blakan:...
Wapres AS Blak-blakan: Trump Tak Akur dengan Netanyahu soal Perang Iran
Rekomendasi
Purbaya Pede Harga BBM...
Purbaya Pede Harga BBM Pertamax Bakal Turun Efek Damai AS-Iran
Dipanggil Prabowo Gara-gara...
Dipanggil Prabowo Gara-gara Mati Lampu, Dirut PLN: Kami Mohon Doa
3,88 Juta Lowongan Kerja...
3,88 Juta Lowongan Kerja Ramah Lingkungan Bakal Terbuka di 2026, Catat Sektor Industrinya
Berita Terkini
Iran Menang Banyak!...
Iran Menang Banyak! Sanksi Dicabut dan Diizinkan Ekspor Minyak
Profil Abelardo De La...
Profil Abelardo De La Espriella, Pengacara Berjam Tangan Mewah yang Jadi Presiden Baru Kolombia
Iran dan AS Sepakati...
Iran dan AS Sepakati Peta Jalan untuk Mengakhiri Perang
Menhan Negara NATO Salahkan...
Menhan Negara NATO Salahkan Trump atas Penutupan Selat Hormuz
9 Kota di Mana Matahari...
9 Kota di Mana Matahari Hampir Tidak Pernah Terbenam atau Terbit saat Musim Panas
AS Kerahkan Sistem Rudal...
AS Kerahkan Sistem Rudal Canggih Typhon ke Jepang, Dapat Menargetkan China
Infografis
Jet Tempur Su-27 Ukraina...
Jet Tempur Su-27 Ukraina Jatuh saat Duel Lawan Drone Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved