Legenda Jurnalis TV Amerika Barbara Walters Meninggal pada Usia 93 Tahun

Sabtu, 31 Desember 2022 - 15:47 WIB
loading...
Legenda Jurnalis TV...
Barbara Walters, legenda jurnalis televisi Amerika Serikat, meninggal pada usia 93 tahun. Foto/REUTERS
A A A
WASHINGTON - Legenda jurnalis televisi (TV) perempuan Amerika Serikat (AS) , Barbara Walters, meninggal pada usia 93 tahun, Jumat malam waktu Amerika.

Dialah yang menjungkirbalikkan industri pers televisi yang didominasi pria, di mana dia menjadi perempuan pertama yang membawakan acara berita malam di TV Amerika Serikat.

Kematian Walters disampaikan perusahaan lama tempatnya bekerja, ABC.

Walters mewawancarai sejumlah presiden AS, pemimpin asing seperti Anwar Sadat dan Fidel Castro, dan selebritas "daftar A" dalam karier yang sangat sukses selama lima dekade—menjadi batu ujian budaya Amerika dalam prosesnya.

ABC tidak memberikan penyebab kematian atau mengatakan di mana Walters meninggal.

Walters memenangkan 12 penghargaan Emmy. Dia pensiun dari televisi setelah mengundurkan diri pada tahun 2014 dari program "The View" yang dia luncurkan pada tahun 1997.

Baca juga: Ratu Elizabeth II Meninggal

Walters membuat template yang banyak disalin untuk wawancara politik dan selebriti terkenal—dan merintis jalan bagi perempuan dalam industri yang dijalankan oleh pria paruh baya kulit putih.

"Betapa bangganya saya hari ini ketika saya melihat semua perempuan muda membuat dan melaporkan berita," kata Walters pada penampilan terakhirnya di "The View".

"Jika saya melakukan sesuatu untuk membantu hal itu terjadi, itu adalah warisan saya," imbuh dia saat itu, sebagaimana dilansir AFP, Sabtu (31/12/2022).

Karier jurnalisnya dimulai dengan sungguh-sungguh pada tahun 1961 ketika dia bergabung dengan acara berita dan hiburan "Today" di NBC.

Walters menjadi perempuan pertama yang membawakan program berita malam AS ketika dia bergabung dengan "ABC Evening News" pada tahun 1976, mendapatkan gaji USD1 juta setahun yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Tiga tahun kemudian, dia ditunjuk sebagai co-host dari program majalah berita "20/20", memulai perjalanan yang berlangsung lebih dari dua dekade.

Sebelum meninggalkan televisi, Walters telah mewawancarai setiap Presiden dan Ibu Negara AS sejak Richard Nixon.

Rekan pembawa beritanya di "ABC Evening News" adalah Harry Reasoner, yang nyaris tidak menyembunyikan ketidaksenangannya karena bekerja di sampingnya. Dia meninggal pada tahun 1991 pada usia 68 tahun.

Daftar panjang orang yang diwawancarai Walters termasuk para pemimpin politik seperti Boris Yeltsin, Margaret Thatcher, Indira Gandhi, Saddam Hussein dan Vladimir Putin, dan selebriti "daftar A" seperti Michael Jackson, Angelina Jolie dan Harrison Ford.

"Dia melakukan beberapa hal penting yang akan tercatat dalam sejarah pertelevisian, termasuk untuk membantu masuk ke jaringan jurnalisme siaran 'the old boys' di Amerika Serikat," kata cendekiawan media Robert Thompson di Universitas Syracuse, New York, kepada AFP pada tahun 2014.

Walters lahir di Boston dan lulus dari Sarah Lawrence College di New York pada tahun 1953 dengan gelar bahasa Inggris.

Dia sempat bekerja sebagai sekretaris, kemudian sebagai penulis di NBC, akhirnya menjadi pembawa berita perempuan pertama di jaringan tersebut pada tahun 1974, menjadi pembawa acara bersama program acara "Today" pagi. Dua tahun kemudian, dia bergabung dengan ABC.

Walters menikah empat kali dengan tiga pria, salah satunya dua kali.

Di antara selebriti yang tampil di episode perpisahan "The View" adalah Oprah Winfrey, salah satu tokoh paling berpengaruh di media massa AS.

"Ketika saya mengikuti audisi untuk pekerjaan televisi pertama saya, saya masuk tidak tahu harus berbuat apa, jadi saya berpura-pura menjadi Barbara Walters," kenang Winfrey.

"Saya duduk seperti Barbara dan menyilangkan kaki seperti Barbara," katanya.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
10 Kali Amerika Serikat...
10 Kali Amerika Serikat dan Iran Duduk di Meja Perundingan, tapi Perang Terus Berlanjut, Ini Penyebabnya
Biden Sebut Trump Pencundang,...
Biden Sebut Trump Pencundang, Narsis, dan Sombong
Begini Cara Bos FIFA...
Begini Cara Bos FIFA Gunakan Geopolitik di Panggung Piala Dunia
Media Pro-IRGC: Iran...
Media Pro-IRGC: Iran Mutlak Harus Memiliki Bom Nuklir
Iran: Sifat Dasar AS...
Iran: Sifat Dasar AS Adalah Mengingkari Janji!
Iran Tuduh AS Khianati...
Iran Tuduh AS Khianati Perjanjian Damai saat Kedua Pihak Saling Serang
Toyota dan Nissan Sebut...
Toyota dan Nissan Sebut Mobil yang Diproduksi di AS Berkualitas Lebih Rendah dari Jepang
Gempa Dahsyat Venezuela,...
Gempa Dahsyat Venezuela, Bandara Internasional Ditutup hingga Warga Berhamburan ke Jalan
Helikopter Perusahaan...
Helikopter Perusahaan Minyak Arab Saudi Aramco Jatuh, 14 Orang Tewas
Rekomendasi
Jro Bima, Memperluas...
Jro Bima, Memperluas Pengabdian untuk Bali lewat Jalur Politik
Sidang Praperadilan...
Sidang Praperadilan Roy Suryo Dimulai, Hakim Ungkap Jadwal Setiap Persidangan
Di Tengah Salat, Arah...
Di Tengah Salat, Arah Kiblat Berubah! Begini Sejarah Kakbah Menjadi Kiblat Umat Islam
Berita Terkini
Pakistan Gelar Serangan...
Pakistan Gelar Serangan Darat dan Udara ke Afghanistan, 29 Tentara Taliban Tewas
Israel Akui Genosida...
Israel Akui Genosida Armenia, Dikecam karena Juga Lakukan Genosida Gaza
1.300 Orang Tewas Akibat...
1.300 Orang Tewas Akibat Gelombang Panas di Eropa
10 Kali Amerika Serikat...
10 Kali Amerika Serikat dan Iran Duduk di Meja Perundingan, tapi Perang Terus Berlanjut, Ini Penyebabnya
Pria Misterius Dijuluki...
Pria Misterius Dijuluki 'Batman' Diburu Polisi karena Ikat Para Maling Motor di Tiang Lampu
Biden Sebut Trump Pencundang,...
Biden Sebut Trump Pencundang, Narsis, dan Sombong
Infografis
Angkatan Darat Amerika...
Angkatan Darat Amerika Serikat Incar 'Pasukan Tua' Masuk Militer
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved