Eks Jenderal Amerika Heran AS Biarkan Rusia Sesuka Hati Merudal Ukraina
Sabtu, 31 Desember 2022 - 15:15 WIB
loading...
A
A
A
Memegang wilayah Ukraina, lanjut dia, pada dasarnya telah mendefinisikan kembali kesuksesan bagi para pemimpin Rusia, sehingga bantuan militer Barat terbukti bermanfaat untuk pembebasan wilayah yang dianeksasi tersebut.
Henry Hale, profesor ilmu politik dan urusan internasional di Universitas George Washington, mengatakan kepada Newsweek; "Bahwa Rusia telah mengejutkan kami sebelumnya dan dapat mengumpulkan sumber daya tambahan bahkan saat diganggu oleh sanksi Barat."
Namun, dia mengakui Presiden Rusia Vladimir Putin tetap di tempat yang sulit.
"Saya pikir Ukraina memiliki keunggulan dan kuncinya adalah moral pasukan dan dukungan publik yang luas dan mendalam untuk upaya militer," kata Hale.
"Putin mungkin ingin membuang para pemudanya ke penggiling daging untuk menangkis kemajuan Ukraina, tetapi eskalasi besar dalam wajib militer datang dengan risiko—terutama ketika penyebabnya bukan karena kebanyakan orang Rusia merasa diri mereka dan orang yang mereka cintai harus mati," paparnya.
Hale menambahkan, risiko tersebut termasuk wajib militer yang kurang terlatih atau tentara wajib militer yang tidak ingin ikut serta dalam upaya perang dan mungkin meninggalkan operasi sama sekali. Itu bisa mengakibatkan pemberontakan tambahan terhadap pemerintah Rusia sambil mengancam kekuasaan Kremlin.
Henry Hale, profesor ilmu politik dan urusan internasional di Universitas George Washington, mengatakan kepada Newsweek; "Bahwa Rusia telah mengejutkan kami sebelumnya dan dapat mengumpulkan sumber daya tambahan bahkan saat diganggu oleh sanksi Barat."
Namun, dia mengakui Presiden Rusia Vladimir Putin tetap di tempat yang sulit.
"Saya pikir Ukraina memiliki keunggulan dan kuncinya adalah moral pasukan dan dukungan publik yang luas dan mendalam untuk upaya militer," kata Hale.
"Putin mungkin ingin membuang para pemudanya ke penggiling daging untuk menangkis kemajuan Ukraina, tetapi eskalasi besar dalam wajib militer datang dengan risiko—terutama ketika penyebabnya bukan karena kebanyakan orang Rusia merasa diri mereka dan orang yang mereka cintai harus mati," paparnya.
Hale menambahkan, risiko tersebut termasuk wajib militer yang kurang terlatih atau tentara wajib militer yang tidak ingin ikut serta dalam upaya perang dan mungkin meninggalkan operasi sama sekali. Itu bisa mengakibatkan pemberontakan tambahan terhadap pemerintah Rusia sambil mengancam kekuasaan Kremlin.
(min)
Lihat Juga :