Veteran Pasukan Khusus AS: CIA Berada di Balik Rentetan Ledakan di Rusia
Selasa, 27 Desember 2022 - 12:59 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Moskow Ultimatum Ukraina: Serahkan Wilayah atau Militer Rusia yang Ambil Keputusan!
Murphy mengatakan bahwa sementara CIA telah menyangkal keterlibatannya sebagai "secara kategoris salah", badan intelijen Amerika itu memang berhak untuk membuat penyangkalan seperti itu di bawah "Title 50 of the U.S. Code" yang mengesahkan tindakan rahasia.
Dalam beberapa minggu terakhir telah terjadi ledakan besar, termasuk ledakan 19 November di pipa gas utama milik Gazprom Transgaz SPB di wilayah Leningrad, dekat St Petersburg.
Pada Malam Natal, sebuah kebakaran besar melanda sebuah gudang besar milik All-Russian Institute of Light Alloys yang terkait dengan otoritas pertahanan di Moskow.
Pemegang saham terbesar dari lembaga penelitian itu adalah Rostec, konglomerat pertahanan milik negara Rusia yang dipimpin oleh Sergey Chemezov, rekan Presiden Vladimir Putin saat berada di tim mata-mata KGB.
Rostec adalah perusahaan yang bertugas mengembangkan, memproduksi dan mengekspor teknologi tinggi termasuk untuk penggunaan militer.
Dalam insiden terpisah, pada hari Jumat kebakaran melanda sebuah pangkalan militer di Moskow, berkobar selama lebih dari empat jam.
Itu terjadi sehari setelah kebakaran misterius di atas satu-satunya kapal induk Rusia yang sedang dalam perbaikan dari kebakaran sebelumnya.
Kebakaran terbaru ini dapat menunda kembalinya kapal induk Admiral Kuznetsov ke penempatan aktif.
Sebelumnya ada dua ledakan dan kebakaran besar di fasilitas energi utama di wilayah Irkutsk. Api menyembur ke langit dari kobaran api raksasa di unit pengolahan kondensat Markovskoye dalam suhu minus 22 derajat Celsius yang menggigit.
Tiga hari sebelumnya terjadi ledakan di Angarsk yang menyebabkan tujuh orang terluka.
Secara terpisah, ledakan besar menghantam pipa gas utama Rusia sekitar 560 mil dari perbatasan Ukraina.
Penyebabnya tidak jelas tetapi video menunjukkan bola api besar yang terbakar di republik Chuvashia. Pipa itu mengangkut gas dari Rusia melalui Ukraina ke Eropa.
Murphy mengatakan bahwa sementara CIA telah menyangkal keterlibatannya sebagai "secara kategoris salah", badan intelijen Amerika itu memang berhak untuk membuat penyangkalan seperti itu di bawah "Title 50 of the U.S. Code" yang mengesahkan tindakan rahasia.
Dalam beberapa minggu terakhir telah terjadi ledakan besar, termasuk ledakan 19 November di pipa gas utama milik Gazprom Transgaz SPB di wilayah Leningrad, dekat St Petersburg.
Pada Malam Natal, sebuah kebakaran besar melanda sebuah gudang besar milik All-Russian Institute of Light Alloys yang terkait dengan otoritas pertahanan di Moskow.
Pemegang saham terbesar dari lembaga penelitian itu adalah Rostec, konglomerat pertahanan milik negara Rusia yang dipimpin oleh Sergey Chemezov, rekan Presiden Vladimir Putin saat berada di tim mata-mata KGB.
Rostec adalah perusahaan yang bertugas mengembangkan, memproduksi dan mengekspor teknologi tinggi termasuk untuk penggunaan militer.
Dalam insiden terpisah, pada hari Jumat kebakaran melanda sebuah pangkalan militer di Moskow, berkobar selama lebih dari empat jam.
Itu terjadi sehari setelah kebakaran misterius di atas satu-satunya kapal induk Rusia yang sedang dalam perbaikan dari kebakaran sebelumnya.
Kebakaran terbaru ini dapat menunda kembalinya kapal induk Admiral Kuznetsov ke penempatan aktif.
Sebelumnya ada dua ledakan dan kebakaran besar di fasilitas energi utama di wilayah Irkutsk. Api menyembur ke langit dari kobaran api raksasa di unit pengolahan kondensat Markovskoye dalam suhu minus 22 derajat Celsius yang menggigit.
Tiga hari sebelumnya terjadi ledakan di Angarsk yang menyebabkan tujuh orang terluka.
Secara terpisah, ledakan besar menghantam pipa gas utama Rusia sekitar 560 mil dari perbatasan Ukraina.
Penyebabnya tidak jelas tetapi video menunjukkan bola api besar yang terbakar di republik Chuvashia. Pipa itu mengangkut gas dari Rusia melalui Ukraina ke Eropa.
Lihat Juga :