Raja Belanda: Permintaan Maaf Perbudakan Adalah Awal dari Perjalanan Panjang
Senin, 26 Desember 2022 - 09:25 WIB
loading...
A
A
A
“Tidak seorang pun hari ini memikul tanggung jawab atas tindakan tidak manusiawi yang dilakukan terhadap kehidupan pria, wanita, dan anak-anak,” kata Raja Willem-Alexander dari Istana Huis ten Bosch di Den Haag.
“Tapi dengan jujur menghadapi masa lalu kita bersama dan mengakui kejahatan terhadap kemanusiaan yang merupakan perbudakan, kita meletakkan dasar untuk masa depan bersama—masa depan di mana kita berdiri melawan semua bentuk modern dari diskriminasi, eksploitasi dan ketidakadilan," ujarnya.”
“Permintaan maaf yang ditawarkan oleh pemerintah adalah awal dari perjalanan panjang," paparnya.
Belanda mendanai "Zaman Keemasan" kerajaan dan budayanya pada abad ke-16 dan ke-17 dengan mengirimkan sekitar 600.000 orang Afrika sebagai bagian dari perdagangan budak, sebagian besar ke Amerika Selatan dan Karibia.
Pemerintah Belanda mengatakan beberapa acara peringatan besar akan diadakan mulai tahun depan dan telah mengumumkan dana €200 juta untuk prakarsa sosial.
“Tapi dengan jujur menghadapi masa lalu kita bersama dan mengakui kejahatan terhadap kemanusiaan yang merupakan perbudakan, kita meletakkan dasar untuk masa depan bersama—masa depan di mana kita berdiri melawan semua bentuk modern dari diskriminasi, eksploitasi dan ketidakadilan," ujarnya.”
“Permintaan maaf yang ditawarkan oleh pemerintah adalah awal dari perjalanan panjang," paparnya.
Belanda mendanai "Zaman Keemasan" kerajaan dan budayanya pada abad ke-16 dan ke-17 dengan mengirimkan sekitar 600.000 orang Afrika sebagai bagian dari perdagangan budak, sebagian besar ke Amerika Selatan dan Karibia.
Pemerintah Belanda mengatakan beberapa acara peringatan besar akan diadakan mulai tahun depan dan telah mengumumkan dana €200 juta untuk prakarsa sosial.
Lihat Juga :