China Sebut AS Ancaman Langsung Bagi Dunia
Minggu, 25 Desember 2022 - 12:04 WIB
loading...
China sebut AS ancaman langsung bagi dunia. Foto/Ilustrasi
A
A
A
BEIJING - Amerika Serikat (AS) sengaja membesar-besarkan "ancaman China" sebagai alasan untuk meningkatkan pengeluaran militernya dalam upaya mempertahankan dominasi globalnya. Demikian pernyataan yang dikeluarkan Kementerian Pertahanan China , setelah Presiden Joe Biden menandatangani Undang-Undang Otorisasi Pertahanan Nasional AS 2023 menjadi hukum.
“Fakta telah membuktikan bahwa lebih dari satu kali ASmenjadi ancaman langsung terhadap tatanan internasional dan biang keladi pergolakan regional,” kata juru bicara Kementerian Pertahanan China, Kolonel Tan Kefei seperti disitir dari Russia Today, Minggu (25/12/2022).
Pernyataan tersebut melanjutkan dengan mengklaim bahwa dalam mengejar kepentingan egoisnya, AS dalam beberapa kesempatan melancarkan perang melawan negara lain atau menciptakan konflik, menyebabkan korban besar dan pemindahan warga sipil tak berdosa.
Baca: Beijing: UU Pertahanan Amerika Adalah Provokasi Serius terhadap China
Program pengeluaran militer AS senilai USD858 miliar atau sekitar Rp13 ribu triliun untuk tahun fiskal 2023, yang mengesahkan USD10 miliar (Rp155 triliun) dalam bantuan keamanan dan pengadaan senjata jalur cepat untuk Taiwan.
“Fakta telah membuktikan bahwa lebih dari satu kali ASmenjadi ancaman langsung terhadap tatanan internasional dan biang keladi pergolakan regional,” kata juru bicara Kementerian Pertahanan China, Kolonel Tan Kefei seperti disitir dari Russia Today, Minggu (25/12/2022).
Pernyataan tersebut melanjutkan dengan mengklaim bahwa dalam mengejar kepentingan egoisnya, AS dalam beberapa kesempatan melancarkan perang melawan negara lain atau menciptakan konflik, menyebabkan korban besar dan pemindahan warga sipil tak berdosa.
Baca: Beijing: UU Pertahanan Amerika Adalah Provokasi Serius terhadap China
Program pengeluaran militer AS senilai USD858 miliar atau sekitar Rp13 ribu triliun untuk tahun fiskal 2023, yang mengesahkan USD10 miliar (Rp155 triliun) dalam bantuan keamanan dan pengadaan senjata jalur cepat untuk Taiwan.
Lihat Juga :