Rusia Ungkap Rencana Kekuatan Gabungan dengan Sekutu Kunci

Sabtu, 24 Desember 2022 - 22:52 WIB
loading...
Rusia Ungkap Rencana...
Prajurit ambil bagian dalam latihan militer bersama antara Belarusia dan Rusia di tempat latihan Brestsky, di Belarusia. Foto/Sputnik/Kementerian Pertahanan Rusia
A A A
MOSKOW - Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Mikhail Galuzin menjelaskan apa yang akan dilakukan Moskow bersama sekutu kuncinya, Belarusia.

Menurut Galuzin, pasukan militer gabungan Rusia-Belarusia hanya melakukan peran defensive. Pada Sabtu (24/12/2022), diplomat itu juga menepis spekulasi bahwa pasukan itu bisa dikerahkan dalam konflik Ukraina.

Berbicara kepada RIA Novosti, Galuzin mencatat, "Tugas kelompok pasukan gabungan Rusia-Belarusia adalah, jika perlu, melawan calon agresor, jika wilayah sekutu kita Belarusia diserang."

Pada saat yang sama, dia menambahkan, “Tidak benar mengajukan pertanyaan mengenai kemungkinan penggunaan kekuatan ini dalam operasi militer khusus di Ukraina.”

Baca juga: Panti Jompo di Rusia Terbakar Hebat, 22 Orang Tewas

Diplomat itu menjelaskan, menurut doktrin militer Negara Persatuan Rusia dan Belarusia, jika negara anggota diserang, langkah seperti itu akan dianggap sebagai invasi terhadap organisasi secara keseluruhan.

“Langkah-langkah tanggapan yang relevan dalam kasus ini tetap pada kebijaksanaan kepemimpinan politik dan militer Rusia dan Belarusia,” ujar dia.

Pasukan gabungan pertama kali diumumkan pada awal Oktober oleh Presiden Belarusia Alexander Lukashenko, mengutip peningkatan aktivitas militer NATO di perbatasan negara.

Mereka dikatakan terdiri dari sekitar 9.000 tentara Rusia, dengan sekitar 70.000 anggota dinas Belarusia merupakan sebagian besar pasukan.

Awal bulan ini, presiden Belarusia mengatakan militer kedua negara “berlatih seperti satu kekuatan, satu tentara.”

Minsk juga telah berulang kali menuduh tetangganya Ukraina mencoba melakukan provokasi dan menyembunyikan rencana melakukan serangan di Belarusia, yang dibantah keras oleh Kiev.

Awal pekan ini, Presiden Rusia Vladimir Putin mengadakan pembicaraan dengan Lukashenko di Minsk, mengklaim selama konferensi pers bahwa kedua negara sekutu akan melanjutkan latihan bersama mereka untuk meningkatkan kesiapan militer mereka.

Dia juga menegaskan kembali bahwa Rusia sama sekali tidak memiliki rencana atau minat untuk "menelan" Belarusia.

Putin menambahkan, Moskow hanya bermaksud mendorong integrasi ekonomi dengan Minsk.

Belarusia adalah sekutu dekat Rusia dan mengizinkan Moskow menggunakan wilayahnya selama operasi militer di Ukraina.

(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tiru Strategi Iran,...
Tiru Strategi Iran, Ukraina Tembakkan 323 Drone ke Wilayah Rusia pada Malam Hari
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
Tegang dengan NATO,...
Tegang dengan NATO, Pesawat Pengebom Nuklir Rusia Berkeliaran di Arktik
Rusia Tembak Jatuh 80...
Rusia Tembak Jatuh 80 Drone Ukraina, Kremlin Luncurkan Rudal Balistik Iskander
Gelar Serangan Balasan,...
Gelar Serangan Balasan, Rusia Hancurkan Fasilitas Energi di Seluruh Ukraina
Zelensky Ancam Serang...
Zelensky Ancam Serang Belarusia, Perang Rusia-Ukraina Bisa Meluas
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
Mantan Menteri Kehakiman...
Mantan Menteri Kehakiman Korsel Divonis 25 Tahun Penjara Terkait Peran dalam Darurat Militer
Harga Minyak Dunia Turun...
Harga Minyak Dunia Turun usai Selat Hormuz Dibuka Lagi, Dekati Level Sebelum Perang AS-Iran
Rekomendasi
BPDP Unjuk Gigi Tampilkan...
BPDP Unjuk Gigi Tampilkan Produk Turunan Kakao EastFood Indonesia 2026
Anggota DPD RI Desak...
Anggota DPD RI Desak Pemkab Bima Atasi Krisis Air Bersih di Desa Bajo
Kemlu Ungkap 2 WNI Awak...
Kemlu Ungkap 2 WNI Awak Kapal Ikan Hilang di Perairan Busan Korsel
Berita Terkini
Iran Tolak Pendapat...
Iran Tolak Pendapat Menlu AS Rubio tentang Kesepakatan Damai
Trump Ungkap Turki Siap...
Trump Ungkap Turki Siap Gabung Perang Bersama Iran tapi Dicegah AS
Iran Peringatkan Kapal-kapal...
Iran Peringatkan Kapal-kapal Tidak Melintasi Selat Hormuz Tanpa Izin
Korban Gempa Venezuela...
Korban Gempa Venezuela Bertambah, 164 Orang Tewas, 971 Luka-luka
Menlu Iran Bilang Hamas:...
Menlu Iran Bilang Hamas: Gaza Penting dalam Negosiasi dengan AS
Netanyahu Terpaksa Terima...
Netanyahu Terpaksa Terima Gencatan Senjata, Israel Bersiap Tarik Pasukan
Infografis
Perbandingan Gaji Tentara...
Perbandingan Gaji Tentara AS dengan Rusia, China, dan Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved