Mahkamah Agung Iran Terima Banding 2 Demonstran yang Dihukum Mati

Sabtu, 24 Desember 2022 - 17:44 WIB
loading...
Mahkamah Agung Iran...
Mahkmah Agung Iran terima banding dua demonstran yang dijatuhi hukuman mati. Foto/REUTERS
A A A
TEHERAN - Mahkamah Agung Iran telah menerima banding dari dua demonstran yang dijatuhi hukuman mati karena kesalahan dalam menyelidiki kasus mereka.

“Mahkamah Agung menerima banding Mohammad Qobadloo dan Saman Saidi Yasin, yang dituduh melakukan kerusuhan baru-baru ini,” bunyi situs web peradilan Iran, Mizan Online, Sabtu (24/12/2022), seperti dikutip Reuters.

“Karena kekurangan penyelidikan, Mahkamah Agung merujuk mereka ke pengadilan yang sama untuk pemeriksaan ulang.”

Baca juga: Pertama Kalinya, Iran Eksekusi Tahanan yang Ditangkap dalam Demonstrasi

Kerusuhan nasional pecah pada pertengahan September setelah kematian wanita Kurdi-Iran berusia 22 tahun, Mahsa Amini. Dia meninggal tiga hari setelah ditangkap oleh polisi moral di Teheran atas tuduhan melanggar aturan wajib berjilbab yang diberlakukan ketat di Republik Islam Iran.

Iran telah menggantung dua pengunjuk rasa awal bulan ini. Pertama, Mohsen Shekari (23) yang dituduh memblokir jalan utama pada bulan September dan melukai seorang anggota pasukan paramiliter Basij dengan pisau. Kedua, Majid Rahnavard (23) yang dituduh menikam hingga tewas dua anggota Basij. Keduanya digantung di depan umum.

Amnesty International mengatakan pihak berwenang Iran mencari hukuman mati untuk setidaknya 21 orang dalam apa yang disebutnya "pengadilan palsu" yang dirancang untuk mengintimidasi mereka yang berpartisipasi dalam pemberontakan populer yang telah mengguncang Iran.

Qobadloo didakwa membunuh seorang agen polisi dan melukai lima lainnya selama protes.

Yasin, seorang Kurdi yang nge-rap tentang ketidaksetaraan, penindasan, dan pengangguran, dituduh berusaha membunuh pasukan keamanan dan menyanyikan lagu-lagu revolusioner.

Baca juga: Abaikan Kecaman Barat, Iran Gantung Demonstran Anti-Jilab Kedua

Kelompok hak asasi manusia (HAM) HRANA mengatakan bahwa hingga Jumat kemarin sebanyak 506 pengunjuk rasa telah tewas, termasuk 69 anak di bawah umur.

Selain itu, 66 anggota pasukan keamanan juga tewas. Sebanyak 18.516 pengunjuk rasa diyakini telah ditangkap.

Sebuah badan keamanan negara mengatakan awal bulan ini bahwa 200 orang, termasuk anggota pasukan keamanan, tewas dalam kerusuhan.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
IRGC Seharusnya Jadi...
IRGC Seharusnya Jadi Teladan bagi Negara Muslim di Seluruh Dunia
Pasokan Senjata Rapuh,...
Pasokan Senjata Rapuh, Presiden Trump Dorong Produksi Massal
Ini Teks Resmi 14 Poin...
Ini Teks Resmi 14 Poin Kesepakatan Damai AS dan Iran
Kesepakatan Iran Mencakup...
Kesepakatan Iran Mencakup Dana Rp5.327 Triliun, Setengahnya Sudah Jadi Komitmen
Kapal Tanker Ketiga...
Kapal Tanker Ketiga Pembawa Minyak Iran Keluar dari Garis Blokade AS
Iran Kecam Perlakuan...
Iran Kecam Perlakuan Buruk AS di Piala Dunia: Tim yang Paling Ditindas
Dokumen Rahasia Bocor!...
Dokumen Rahasia Bocor! Qatar Diam-diam Tawarkan Kesepakatan Gelap ke Iran
AS: Selat Hormuz Terbuka...
AS: Selat Hormuz Terbuka untuk Dilalui Semua Kapal Tanpa Biaya Tol
Parah! Siswa SMA Ini...
Parah! Siswa SMA Ini Masukkan Spermanya ke Tumbler Guru Perempuan
Rekomendasi
Pegadaian Kanwil IX...
Pegadaian Kanwil IX Jakarta 2 Gelar Khitanan Massal Gratis di Dua Lokasi
Mahkamah Konstitusi...
Mahkamah Konstitusi Beri Waktu 2 Tahun untuk Revisi UU Advokat
BMKG Catat 612 Gempa...
BMKG Catat 612 Gempa Susulan Guncang Sulteng usai Gempa Besar M6,7
Berita Terkini
Ini Keunggulan Pesawat...
Ini Keunggulan Pesawat Pengebom B-52 vs Tu-22M3 yang Jatuh pada Hari yang Sama
IRGC Seharusnya Jadi...
IRGC Seharusnya Jadi Teladan bagi Negara Muslim di Seluruh Dunia
G7 Kini Fokus Memusuhi...
G7 Kini Fokus Memusuhi Rusia, Trump: Ini Perang yang Mudah Diselesaikan
Pasokan Senjata Rapuh,...
Pasokan Senjata Rapuh, Presiden Trump Dorong Produksi Massal
Fregat Rusia Tembaki...
Fregat Rusia Tembaki Kapal Pesiar Inggris, Starmer: Tindakan Sembrono
2 Pesawat Pengebom Nuklir...
2 Pesawat Pengebom Nuklir dari 2 Negara Adikuasa yang Bermusuhan Jatuh di Hari yang Sama
Infografis
Virus Hanta Merebak!...
Virus Hanta Merebak! Ini 5 Gejalanya yang Perlu Diwaspadai
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved