Dapat Tambahan Sistem Rudal Patriot, Ini Deretan Bantuan Senjata untuk Ukraina

Kamis, 22 Desember 2022 - 21:23 WIB
loading...
A A A
Analis mengatakan Ukraina sangat membutuhkan pasokan artileri dan amunisi yang lebih baik untuk mempertahankan posisi kunci.

Sejauh ini, setidaknya selusin peluncur roket jarak jauh telah dikirim ke Ukraina oleh AS, dengan beberapa negara Eropa juga mengirimkan sistem roket jarak jauh.

Sistem yang dikirim AS adalah Sistem Roket Artileri Mobilitas Tinggi M142 atau HIMARS.

Yang terpenting, jangkauan HIMARS, dan banyak sistem lainnya, bervariasi sesuai dengan amunisi yang digunakan, dan diyakini bahwa bantuan dari Barat belum menyediakan amunisi dengan jangkauan terjauh.

Amunisi yang diperkirakan telah dipasok ke Ukraina memberi sistem jangkauan sekitar 80 km, yang lebih jauh dari sistem Smerch di pihak Rusia.

HIMARS juga jauh lebih akurat daripada sistem roket jarak jauh milik Rusia yang setara.

3. Howitzer

Dapat Tambahan Sistem Rudal Patriot, Ini Deretan Bantuan Senjata untuk Ukraina

Foto: Radio Free Europe

Pada awal Juli, Australia, Kanada, dan AS juga telah mengirimkan lebih dari 100 howitzer M777 dan 300.000 butir amunisi 155mm ke Ukraina.

Kisaran M777 mirip dengan howitzer Giatsint-B Rusia, dan masih banyak lagi

4. Senjata anti-tank

Dapat Tambahan Sistem Rudal Patriot, Ini Deretan Bantuan Senjata untuk Ukraina

Foto: CBC

Setidaknya 5.000 senjata NLAW yang diluncurkan dari bahu, yang dirancang untuk menghancurkan tank dengan satu tembakan, telah dipasok ke Ukraina.

Senjata tersebut dianggap sangat penting dalam menghentikan gerak maju pasukan Rusia di Kiev dalam beberapa jam dan hari setelah invasi.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump Ingin Beri Turki...
Trump Ingin Beri Turki Jet Tempur Siluman F-35 AS, Kongres Siap Blokir dengan Alasan S-400 Rusia
Menipu hingga Rp17,8...
Menipu hingga Rp17,8 Triliun untuk Hidup Mewah, Miliarder Ini Dipenjara 30 Tahun
5 Alasan Putin Menolak...
5 Alasan Putin Menolak Perjanjian Batasan Serangan Jarak Jauh dengan Ukraina
Mengapa Pangkalan-pangkalan...
Mengapa Pangkalan-pangkalan Militer AS di Teluk Akan Berakhir? Ini Analisisnya
Bom Ransel Meledak di...
Bom Ransel Meledak di Apartemen Monako, Oligarki Ukraina Vadym Iermolaiev Terluka
Inggris Akan Ganti 6...
Inggris Akan Ganti 6 Kapal Perusak Tua dengan 6 Kapal Perang Hibrida Pengendali Drone
Penembakan di Fan Zone...
Penembakan di Fan Zone Piala Dunia 2026, Satu Orang Tewas dan Satu Kritis
Burkina Faso Putuskan...
Burkina Faso Putuskan Hubungan Diplomatik dengan Prancis
Serangan Pembalasan...
Serangan Pembalasan Iran ke Pangkalan Militer AS Makan Korban, 1 Warga Qatar Tewas
Rekomendasi
Rekam Jejak Paraguay,...
Rekam Jejak Paraguay, Spesialis Adu Penalti yang Pulangkan Jerman di Piala Dunia 2026
IHSG Pagi Ini Anjlok...
IHSG Pagi Ini Anjlok Lebih 1%, Balik ke Level 5.700-an
Pendapatan Melonjak...
Pendapatan Melonjak 47,7%, KPIG Raih Laba Bersih Rp724,2 Miliar di 2025
Berita Terkini
Trump Ingin Beri Turki...
Trump Ingin Beri Turki Jet Tempur Siluman F-35 AS, Kongres Siap Blokir dengan Alasan S-400 Rusia
5 Momen Penyelamatan...
5 Momen Penyelamatan Korban Gempa Venezuela yang Mengharukan
Menipu hingga Rp17,8...
Menipu hingga Rp17,8 Triliun untuk Hidup Mewah, Miliarder Ini Dipenjara 30 Tahun
5 Alasan Putin Menolak...
5 Alasan Putin Menolak Perjanjian Batasan Serangan Jarak Jauh dengan Ukraina
Mengapa Pangkalan-pangkalan...
Mengapa Pangkalan-pangkalan Militer AS di Teluk Akan Berakhir? Ini Analisisnya
Bom Ransel Meledak di...
Bom Ransel Meledak di Apartemen Monako, Oligarki Ukraina Vadym Iermolaiev Terluka
Infografis
Untuk Lawan Rusia, AS...
Untuk Lawan Rusia, AS Kirim 90 Rudal Patriot dari Israel ke Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved