Larang Perempuan Kuliah, Negara Timur Tengah Kutuk Taliban
Kamis, 22 Desember 2022 - 00:31 WIB
loading...
A
A
A
Pernyataan tersebut mengulangi kecaman serupa yang dibuat oleh Doha setelah anak perempuan dilarang dari sekolah menengah Afghanistan tahun lalu.
Pada September 2021, hanya beberapa minggu setelah Taliban menguasai Kabul, kelompok itu menolak mengizinkan anak perempuan melanjutkan pendidikan sekolah menengah. Disebut-sebut sebagai keputusan sementara, kembali ke sekolah telah berulang kali ditunda.
Pada bulan Agustus, Middle East Eye melaporkan bahwa sejumlah mahasiswi Afghanistan dicegah oleh Taliban untuk naik pesawat ke Qatar, tempat mereka ingin melanjutkan studi.
Beberapa pemimpin Taliban telah mengirim putri mereka sendiri ke sekolah dan universitas di luar negeri, khususnya di Qatar, yang sering menimbulkan tuduhan standar ganda.
Sedangkan asisten sekretaris jenderal Dewan Kerjasama Teluk, Abdel Aziz Hamad Aluwaisheg, mentweet: “Melarang pendidikan bagi anak perempuan berusia 16+ jelas merupakan pelanggaran hak asasi manusia, tetapi juga dapat menghancurkan masa depan ekonomi Afghanistan, membuat setengah dari rakyatnya hidup dalam kemiskinan dan ketidaktahuan.”
Baca: Pakistan Tuding Taliban Serang Kota Perbatasan
Pada September 2021, hanya beberapa minggu setelah Taliban menguasai Kabul, kelompok itu menolak mengizinkan anak perempuan melanjutkan pendidikan sekolah menengah. Disebut-sebut sebagai keputusan sementara, kembali ke sekolah telah berulang kali ditunda.
Pada bulan Agustus, Middle East Eye melaporkan bahwa sejumlah mahasiswi Afghanistan dicegah oleh Taliban untuk naik pesawat ke Qatar, tempat mereka ingin melanjutkan studi.
Beberapa pemimpin Taliban telah mengirim putri mereka sendiri ke sekolah dan universitas di luar negeri, khususnya di Qatar, yang sering menimbulkan tuduhan standar ganda.
Sedangkan asisten sekretaris jenderal Dewan Kerjasama Teluk, Abdel Aziz Hamad Aluwaisheg, mentweet: “Melarang pendidikan bagi anak perempuan berusia 16+ jelas merupakan pelanggaran hak asasi manusia, tetapi juga dapat menghancurkan masa depan ekonomi Afghanistan, membuat setengah dari rakyatnya hidup dalam kemiskinan dan ketidaktahuan.”
Baca: Pakistan Tuding Taliban Serang Kota Perbatasan
(ian)
Lihat Juga :