Tersangka Penembak Malaysia Airlines MH17: Rusia Harus Mengebom Nuklir Anggota NATO

Rabu, 21 Desember 2022 - 02:48 WIB
loading...
Tersangka Penembak Malaysia...
Igor Girkin, mantan agen FSB yang juga tersangka penembakan Malaysia Airlines MH17 serukan Rusia untuk mengebom nuklir anggota NATO. Foto/REUTERS
A A A
MOSKOW - Igor Girkin, mantan agen Dinas Keamanan Federal (FSB) Rusia , menyerukan militer negaranya untuk mengebom negara anggota NATO dengan senjata nuklir taktis. Girkin telah dihukum penjara seumur hidup oleh pengadilan Den Haag secara in absentia atas perannya dalam menembak jatuh penerbangan Malaysia Airlines MH17 pada 17 Juli 2014.

Girkin, yang memainkan peran kunci dalam pencaplokan Crimea oleh Moskow pada 2014, selama ini aktif sebagai blogger militer.

Dia kerap mengkritik kemunduran perang Rusia di Ukraina, menguraikan kesalahan yang dibuat dalam taktik dan mobilisasi. Pekan lalu, dia mengatakan bahwa Ukraina telah memberikan "kekalahan strategis" kepada Rusia.

Seruannya agar Moskow mengebom nuklir anggota NATO disampaikan dalam wawancara di saluran YouTube pebinis Rusia Andrei Kovalyov, di mana dia mengantisipasi tanggapan cepat jika senjata semacam itu digunakan.

Baca juga: Anggota Kongres AS: NATO Bisa Hancurkan Rusia Hanya dalam 3 Hari

Di akhir wawancara yang berlangsung lebih dari satu jam 20 menit, Girkin ditanya tentang prospek penggunaan senjata nuklir dalam perang.

"Saya yakin jika kita menggunakan senjata nuklir terlebih dahulu, kita akan segera mendapat serangan balasan," katanya. "Saya yakin kita harus menggunakan senjata nuklir taktis."

Dia menambahkan bahwa dia tidak peduli tentang aspek moral dari tindakan semacam itu. "Karena menyerang wilayah kami, wilayah Rusia dari wilayah Ukraina, dengan senjata nuklir, atau bahkan merencanakannya, adalah kejahatan," ujarnya.

"Namun, kita hanya dapat menyerang jika kita berperang dengan NATO, dan bahwa bukan Ukraina yang harus diserang oleh [dalam kasus] negara-negara NATO melancarkan agresi."

Dia mengatakan bahwa jika Moskow menggunakan senjata nuklir, Ukraina akan memiliki akses ke senjata semacam itu dalam waktu satu bulan dan menggunakannya dengan cara yang sama persis, menambahkan bahwa semua orang di Barat akan memuji itu.

Video wawancara itu dibagikan di Twitter oleh penasihat urusan dalam negeri Ukraina Anton Gerashchenko, yang menulis: "Teroris Girkin-Strelkov mengatakan bahwa senjata nuklir harus digunakan bukan di Ukraina tetapi di negara-negara NATO."

Retorika di televisi negara Rusia telah berulang kali menguraikan bagaimana Rusia dapat menggunakan senjata nuklir, tetapi para ahli telah menyatakan keraguan bahwa Presiden Vladimir Putin akan menggunakan tindakan seperti itu dan mempertanyakan nilai strategis dari melakukannya.

Sebelumnya dalam wawancara, Girkin mengungkapkan keprihatinannya tentang apa yang akan terjadi padanya jika pasukan Putin dikalahkan di Ukraina.

"Segera setelah kita kalah dalam perang ini, saya akan pergi ke Den Haag untuk menjalani hukuman seumur hidup, setelah itu saya akan dikirim ke Kiev dan digantung di sana, " katanya. "Saya tidak ragu tentang ini," katanya lagi, seperti dikutip Newsweek, Rabu (21/12/2022).

Dia menjadi tersangka penembakan jatuh penerbangan Malaysia Airlines MH17 yang menewaskan 298 orang. Pesawat lepas landas dari Amsterdam menuju Kuala Lumpur, tapi jatuh di timur Ukraina di tengah pertempuran antara separatis pro-Rusia dan pasukan Ukraina.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kurangi Ketergantungan...
Kurangi Ketergantungan Eropa dari AS, Mampukah Turki Ingin Memperkuat NATO 3.0?
Paksa Rusia Mengakhiri...
Paksa Rusia Mengakhiri Perang, Ukraina Intensifkan Serangan Drone ke Moskow
Kesepakatan MiG untuk...
Kesepakatan MiG untuk Drone antara Polandia dan Drone Ukraina Batal, Ini Pemicu Utamanya
Rusia Sedang Dibakar...
Rusia Sedang Dibakar Ukraina, Putin Tidak Akan Gentar
Rusia dan Ukraina Makin...
Rusia dan Ukraina Makin Jauh dari Perdamaian, Apa Pemicunya?
Trump Ingin Beri Turki...
Trump Ingin Beri Turki Jet Tempur Siluman F-35 AS, Kongres Siap Blokir dengan Alasan S-400 Rusia
Teken Kerja Sama Hukum,...
Teken Kerja Sama Hukum, Indonesia dan Rusia Perkuat Mutual Legal Assistance
Gempa Dahsyat Venezuela:...
Gempa Dahsyat Venezuela: 920 Orang Tewas, Hampir 50 Ribu Masih Hilang
Terbang ke Israel, Pesawat...
Terbang ke Israel, Pesawat Komersial Polandia Kirim Sinyal Pembajakan
Rekomendasi
Perkuat Kerja Sama Perbatasan...
Perkuat Kerja Sama Perbatasan RI-Malaysia, Ditjen Bina Adwil Kenalkan Bridge System
PLN EPI Bangun Ekosistem...
PLN EPI Bangun Ekosistem Bioenergi Perkuat Ketahanan Energi Nasional
Polda Metro Jaya: Korban...
Polda Metro Jaya: Korban Penipuan Hanania Travel Capai 1.430 Orang
Berita Terkini
Kurangi Ketergantungan...
Kurangi Ketergantungan Eropa dari AS, Mampukah Turki Ingin Memperkuat NATO 3.0?
Israel Sebut Mojtaba...
Israel Sebut Mojtaba Jadi Target Pembunuhan, Iran Marah Besar!
Direktur CIA: Dunia...
Direktur CIA: Dunia Terancam dengan Senjata Nuklir Digital yang Didukung AI
Jalanan di Inggris Meleleh...
Jalanan di Inggris Meleleh pada Suhu 45 Derajat Celsius, Ini 3 Alasannya
Paksa Rusia Mengakhiri...
Paksa Rusia Mengakhiri Perang, Ukraina Intensifkan Serangan Drone ke Moskow
Siapkan Kemenangan pada...
Siapkan Kemenangan pada Pemilu Pertengahan, Trump Gelar Konvensi Partai Republik
Infografis
Negara NATO Ini Klaim...
Negara NATO Ini Klaim akan Diinvasi Rusia dalam Beberapa Tahun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved