Ukraina Waspada Digempur Militer Rusia dari Wilayah Belarusia

Senin, 19 Desember 2022 - 10:57 WIB
loading...
Ukraina Waspada Digempur...
Militer Ukraina waspadai taktik baru serangan Rusia, termasuk jika serangan itu dilakukan dari wilayah Belarusia. Foto/REUTERS
A A A
KIEV - Militer Ukraina mewaspadai taktik baru serangan militer Moskow setelah Presiden Rusia Vladimir Putin menyambangi Belarusia pada Minggu malam.

Kiev siap hadapi serangan baru, termasuk jika itu dilakukan pasukan Moskow dari wilayah Belarusia.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan melindungi perbatasan negara adalah prioritas konstan dan Kiev siap untuk semua kemungkinan skenario serangan Rusia dan sekutunya; Belarusia, yang telah diperingatkan Kiev dapat diseret dalam perang yang sudah berjalan 10 bulan.

Zelensky, dalam pidato video malamnya kepada rakyat Ukraina, juga mengeluarkan seruan baru kepada negara-negara Barat untuk memberi Kiev sistem pertahanan udara yang lebih baik sebagai salah satu langkah paling kuat untuk menghentikan invasi Rusia.

Baca juga: Jenderal Ukraina: Putin Rencanakan Serangan Baru dari Utara

Pada Senin pagi (19/12/2022), peringatan serangan udara kembali terdengar di Kiev dan Ukraina timur, di mana video ledakan dan respons sistem pertahanan udara telah dibagikan di media sosial.

"Melindungi perbatasan kami, baik dengan Rusia dan Belarusia, adalah prioritas konstan kami," kata Zelensky setelah pertemuan pada hari Minggu dengan komando militer utama Ukraina.

"Kami sedang mempersiapkan semua kemungkinan skenario pertahanan."

Zelensky berbicara pada malam kunjungan Putin ke Belarusia di tengah diskusi tentang kemungkinan serangan baru Rusia dan serangan baru itu bisa saja berasal dari wilayah Belarusia.

Pejabat di Kiev telah memperingatkan selama berbulan-bulan bahwa Belarusia dapat bergabung dengan pasukan Rusia dan berfungsi sebagai landasan peluncuran serangan baru untuk membentuk front kedua dalam perang.

"Apa pun yang mungkin dibujuk oleh Presiden Belarusia Alexander Lukashenko untuk Rusia ini tidak akan membantu mereka, sama seperti semua gagasan buruk lainnya dalam perang melawan Ukraina dan rakyat Ukraina," kata Zelensky.

Belarus adalah salah satu sekutu terdekat Rusia dan Lukashenko mengizinkan wilayah negaranya digunakan untuk memulai invasi 24 Februari ke Ukraina. Namun dia telah mengatakan berulang kali bahwa dia tidak berniat mengirim pasukan negaranya untuk perang di Ukraina.

Baca juga: Tentara Ukraina Coba Habisi Panglima Militer Rusia, tapi Lolos dari Tembakan

Putin menyebut apa yang dia sebut "operasi militer khusus" Rusia sebagai momen yang menentukan ketika Moskow akhirnya melawan blok Barat, yang dipimpin oleh Amerika Serikat, berusaha memanfaatkan kejatuhan Uni Soviet tahun 1991 dengan menghancurkan Rusia.

Kiev dan Barat mengatakan Putin tidak memiliki pembenaran atas apa yang mereka kecam sebagai perang pendudukan gaya kekaisaran yang mengakibatkan Rusia sekarang menguasai sekitar seperlima dari wilayah Ukraina.

Henry Kissinger, seorang arsitek kebijakan detente Perang Dingin terhadap Uni Soviet sebagai menteri luar negeri AS pada 1970-an, mengatakan waktunya sudah dekat untuk negosiasi perdamaian.

"Waktunya semakin dekat untuk membangun perubahan strategis yang telah dicapai dan mengintegrasikannya ke dalam struktur baru untuk mencapai perdamaian melalui negosiasi," tulis Kissinger di majalah The Spectator.

Kiev menolak proposal tersebut, dengan mengatakan bahwa itu sama saja dengan menenangkan agresor dengan mengorbankan sebagian wilayah Ukraina.

"Semua pendukung solusi sederhana harus mengingat yang sudah jelas: kesepakatan apa pun dengan iblis--perdamaian yang buruk dengan mengorbankan wilayah Ukraina--akan menjadi kemenangan bagi Putin dan resep kesuksesan bagi para otokrat di seluruh dunia," kata ajudan presiden Ukraina, Mykhailo Podolyak, di Telegram.

Pejabat Kremlin tidak tersedia untuk dimintai komentar pada Minggu malam.

Zelensky telah menyerukan pertemuan puncak perdamaian global untuk membantu menyelesaikan konflik, dan berharap untuk menyiarkan pesan menjelang final sepak bola Piala Dunia 2022 di Qatar.

Permintaan itu telah ditolak oleh pejabat FIFA.

Dalam sambutannya, Zelensky juga mengeluarkan seruan terbaru bagi negara-negara Barat untuk meningkatkan pasokan pertahanan udara Ukraina setelah berminggu-minggu serangan udara Rusia menghantam jaringan energi negara itu.

Zelenskyy mengatakan listrik telah dipulihkan untuk 3 juta lebih warga Ukraina dalam 24 jam terakhir setelah serangan rudal massal Jumat lalu terhadap infrastruktur listrik yang menewaskan tiga orang dan merusak sembilan fasilitas listrik.

"Pasokan listrik telah dipulihkan untuk tiga juta warga Ukraina lainnya," katanya. "Ditambah enam juta kemarin. Itu berarti setelah serangan teroris pada hari Jumat, kami sudah mendapatkan hasil untuk sembilan juta orang kami."

Konflik tersebut telah menewaskan puluhan ribu orang dan membuat jutaan orang mengungsi dari rumah mereka di Ukraina.

Zelensky mengatakan kepada warga Ukraina bahwa angkatan bersenjata bertahan di kota Bakhmut—tempat pertempuran paling sengit di negara itu selama berminggu-minggu saat Rusia berupaya maju di wilayah Donetsk, Ukraina timur.

"Medan perang di Bakhmut sangat kritis," katanya, seperti dikutip Reuters. "Kami mengendalikan kota meskipun penjajah melakukan segalanya sehingga tidak ada tembok yang tidak rusak yang tersisa n berdiri."

Denis Pushilin, administrator bagian wilayah Donetsk yang dikendalikan oleh Moskow, mengatakan bahwa pasukan Ukraina menembaki sebuah rumah sakit di kota Donetsk, menewaskan satu orang dan melukai beberapa lainnya.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Beda dengan Pejabat...
Beda dengan Pejabat Eropa, Jenderal Senior NATO Ini Sebut Rusia Tak Mencari Konflik
Eks Kepala AL Jerman:...
Eks Kepala AL Jerman: Uni Eropa Bisa 'Berjalan Tanpa Sadar' Menuju Perang Melawan Rusia
Ciptakan Krisis Energi...
Ciptakan Krisis Energi di Rusia, Drone Ukraina Serang Krimea dan Kilang Minyak Utama
Partai Pro-Barat Menang...
Partai Pro-Barat Menang Pemilu Armenia, Pukulan Telak bagi Rusia
Serangan Drone Ukraina...
Serangan Drone Ukraina Meningkat, Perang Hadir di Depan Rumah Warga Rusia
140 Drone Ukraina Hajar...
140 Drone Ukraina Hajar St Petersburg, Rusia: Serangan Ini Belum Pernah Terjadi Sebelumnya
Kamuflase Kendaraan...
Kamuflase Kendaraan Perang Rusia Bisa Mengecoh Drone Berteknologi AI
Helikopter Apache AS...
Helikopter Apache AS Jatuh di Dekat Selat Hormuz
Iran Bantah Mohon ke...
Iran Bantah Mohon ke Trump Hentikan Serangan: Tak Ada Komunikasi Apa pun!
Rekomendasi
Demo Kenaikan Harga...
Demo Kenaikan Harga Pertamax, Aktivis 98: Ada Pergeseran Orientasi Mahasiswa
Desain Elegan Minimalis...
Desain Elegan Minimalis ASUS ROG Zephyrus G16 GU606 Nyaman untuk Kerja dan Gaming
KPK Jadwal Ulang Pemeriksaan...
KPK Jadwal Ulang Pemeriksaan Bos Maktour Fuad Hasan Pekan Depan
Berita Terkini
Ayatollah Khamenei Sudah...
Ayatollah Khamenei Sudah Lebih dari 100 Hari Meninggal, Iran Tunda Lagi Penguburannya
Beda dengan Pejabat...
Beda dengan Pejabat Eropa, Jenderal Senior NATO Ini Sebut Rusia Tak Mencari Konflik
Elon Musk Triliuner...
Elon Musk Triliuner Pertama di Dunia, Kekayaannya Rp19.706,5 Triliun Setara 73 Kali Anggaran MBG
Putri Bha Meninggal,...
Putri Bha Meninggal, Calon Pewaris Raja Vajiralongkorn Berharta Rp770 Triliun Makin Misterius
Berseteru dengan PM...
Berseteru dengan PM Starmer, Menhan Inggris John Healey Mundur
Thailand Berduka, Putri...
Thailand Berduka, Putri Raja Vajiralongkorn Meninggal setelah Koma Hampir 4 Tahun
Infografis
3 Alasan Ukraina Selalu...
3 Alasan Ukraina Selalu Didukung Barat dalam Melawan Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved