alexametrics

China: Pneumonia Lebih Mematikan dari Covid-19 Serang Kazakhstan

loading...
China: Pneumonia Lebih Mematikan dari Covid-19 Serang Kazakhstan
Foto/Ilustrasi/Sindonews
A+ A-
NUR SULTAN - Pejabat China mengklaim bahwa Kazakhstan mengalami wabah "pneumonia misterius" yang berpotensi lebih mematikan daripada Covid-19.

CNN melaporkan Kedutaan China di Kazakhstan pada hari Kamis memberi tahu warganya bahwa penyakit itu telah menewaskan lebih dari 1.700 orang.

"Departemen Kesehatan Kazakhstan dan lembaga-lembaga lain sedang melakukan penelitian komparatif dan belum mendefinisikan sifat virus pneumonia," kata Kedutaan China dalam sebuah pernyataan seperti dikutip dari New York Post, Sabtu (11/7/2020).

Dikatakan, kasus baru penyakit misterius itu telah melonjak di seluruh Kazakhstan sejak pertengahan Juni, menambahkan bahwa di beberapa tempat, pejabat melaporkan ratusan kasus baru setiap hari. Kasus-kasus tersebut terkonsentrasi di wilayah Atyrau, Aktobe dan Shymkent, tempat hampir 500 orang jatuh sakit, dengan lebih dari 30 orang sakit parah.(Baca: Kazakhstan Jamin Dapat Mengontrol Penyebaran Pandemi Covid-19)



Menurut Kedutaan China penyakit tersebut telah merenggut 1.772 jiwa tahun ini, beberapa di antaranya adalah warga negara Negeri Panda itu. Sebanyak 628 kematian terjadi pada bulan Juni.

"Penyakit ini jauh lebih mematikan daripada Covid-19," bunyi pernyataan itu.



Kedutaan China memperingatkan warga China yang tinggal di wilayah tersebut untuk membatasi kegiatan mereka di luar dan menghindari area publik yang ramai. Kedutaan China juga mendesak warganya untuk memakai masker, membersihkan ruangan dan mencuci tangan sesering mungkin.

Ketika ditanya Jumat tentang wabah itu, juru bicara Kementerian Luar Negeri China mengatakan kepada wartawan bahwa Beijing sedang mencari informasi lebih lanjut.

"China berharap untuk bekerja sama dengan Kazakhstan untuk memerangi epidemi dan menjaga keamanan kesehatan masyarakat kedua negara," katanya.
(ber)
Ikuti Kuis Berhadiah Puluhan Juta Rupiah di SINDOnews
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak