Jerman Hancurkan Jaringan Pedofil Dark Web

Sabtu, 17 Desember 2022 - 11:01 WIB
loading...
Jerman Hancurkan Jaringan...
Jerman hancurkan jaringan pedofil dark web. Foto/Ilustrasi
A A A
BERLIN - Polisi Kriminal Federal Jerman (BKA) mengatakan mereka telah menghapus tiga forum darkweb yang mendistribusikan pornografi anak. Situs tersebut memiliki gabungan lebih dari satu juta pengguna terdaftar, menjadikannya pusat utama untuk konten yang sangat terlarang.

Sejauh ini, empat tersangka telah ditangkap sehubungan dengan penyelidikan yang sedang berlangsung. Tiga dari tersangka ditahan di seluruh Jerman, sedangkan yang keempat ditangkap di Brasil.

Salah satu tersangka, seorang pria berusia 21 tahun dari negara bagian Saxony, Jerman bagian timur, diyakini sebagai administrator utama forum yang sekarang sudah tidak berfungsi lagi yaitu BoyVids 6.0, Forbidden Love dan Child Porn Market.

Baca: Mengerikan, Akuarium Silinder Terbesar di Dunia Meledak, 1.500 Ikan Berserakan

Situs-situs tersebut secara efektif berfungsi sebagai pasar untuk pertukaran konten ilegal, dengan BoyVids 6.0 memiliki sekitar 410 ribu pengguna terdaftar pada saat penutupannya dan Forbidden Love memiliki hampir 850 ribu.

"Situs terakhir baru diluncurkan kembali pada bulan Oktober dan tidak berhasil menarik banyak penonton sebelum penggerebekan. Tetap saja, situs tersebut sudah menawarkan sekitar 120 video yang sangat grafis," kata polisi seperti dikutip dari Russia Today, Sabtu (17/12/2022).

Penggerebekan itu dipuji oleh Menteri Dalam Negeri Jerman Nancy Faeser sebagai serangan penting terhadap penyebaran gambar-gambar mengerikan tentang kekerasan seksual terhadap anak-anak.

Baca: Jerman Teken Kontrak Borong 35 Jet Tempur Siluman F-35 Amerika

Penggerebekan terhadap situs tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya Berlin untuk menghentikan penyebaran konten terlarang, yang menggambarkan pelecehan seksual terhadap anak-anak.

Tahun lalu, polisi Jerman menutup situs Boystown, yang merupakan salah satu platform pornografi anak terbesar di darknet, dengan sekitar 400 ribu pengguna.
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Negara Anggota NATO...
Negara Anggota NATO Ini Mengalami Kemandulan Kemampuan Militer Terburuk
AS Batal Kirim Rudal...
AS Batal Kirim Rudal Tomahawk ke Jerman Diduga Khawatir dengan Pembalasan Rusia
Jerman Gagal Peroleh...
Jerman Gagal Peroleh Kursi di Dewan Keamanan PBB untuk Pertama Kali
Jerman Gagal Rebut Kursi...
Jerman Gagal Rebut Kursi DK PBB untuk Pertama Kalinya
3 Fakta Kereta Leo Express...
3 Fakta Kereta Leo Express dengan Rute Terpanjang di Eropa hingga 1.300 Km
Italia, Inggris, Prancis,...
Italia, Inggris, Prancis, dan Jerman Peringatkan Situasi di Tepi Barat Memburuk
340 Juta Data Pengguna...
340 Juta Data Pengguna Situs Dewasa OnlyFans Dijual Hacker
Laporan Media: AS Tekan...
Laporan Media: AS Tekan Oman untuk Putuskan Hubungan dengan Iran
Bukan Hanya Rupiah,...
Bukan Hanya Rupiah, Won Korea Tersungkur Hadapi Dolar AS: Terburuk sejak 17 Tahun
Rekomendasi
Lambaian Tangan PPIH...
Lambaian Tangan PPIH Iringi 5.499 Jemaah Haji Gelombang Kedua Tinggalkan Makkah
Harley-Davidson Berusia...
Harley-Davidson Berusia Hampir 100 Tahun Dimodifikasi Jadi Motor Hybrid
Raymond/Joaquin Kalah,...
Raymond/Joaquin Kalah, Merah Putih Tanpa Gelar di Indonesia Open 2026
Berita Terkini
5 Tradisi Unik di Dunia,...
5 Tradisi Unik di Dunia, Salah Satunya Melempar Bayi di India
Serangan Drone Ukraina...
Serangan Drone Ukraina Meningkat, Perang Hadir di Depan Rumah Warga Rusia
12,9 Juta Siswa Ikuti...
12,9 Juta Siswa Ikuti Ujian Gaokao untuk Masuk Universitas di China
Israel Bombardir Markas...
Israel Bombardir Markas Besar Hizbullah di Beirut
9 Tempat Paling Suci...
9 Tempat Paling Suci di Dunia, Nomor 5 Paling Populer bagi Orang Indonesia
6 Tradisi Teraneh di...
6 Tradisi Teraneh di Dunia, Salah Satunya Makan Abu Orang Mati
Infografis
5 Rudal Paling Mematikan...
5 Rudal Paling Mematikan di Dunia, Satan II Rusia Bisa Hancurkan Banyak Kota Sekaligus
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved