Memanas, Serbia Mengajukan Resolusi PBB tentang Kosovo

Jum'at, 16 Desember 2022 - 14:32 WIB
loading...
Memanas, Serbia Mengajukan...
Resolusi PBB menyatakan Serbia mungkin diizinkan menempatkan personelnya di perlintasan perbatasan jika disetujui KFOR. Foto/REUTERS
A A A
BEOGRADE - Pemerintah Serbia secara resmi mengajukan petisi kepada misi penjaga perdamaian KFOR untuk mengembalikan hingga 1.000 polisi ke provinsi Kosovo yang memisahkan diri.

Serbia mengutip ketentuan Resolusi Dewan Keamanan PBB 1244. Permintaan itu muncul ketika Presiden Serbia Aleksandar Vucic menuduh pemerintah etnis Albania di Pristina “meneror” etnis Serbia yang tersisa.

Resolusi tersebut secara resmi mengakhiri serangan NATO di Serbia pada 1999, memungkinkan aliansi pimpinan AS merebut Kosovo tetapi secara nominal menjamin kedaulatan Serbia atas provinsi tersebut.

Pemerintahan sementara Kosovo kemudian mendeklarasikan kemerdekaan pada 2008, tetapi baik Serbia maupun PBB tidak mengakuinya.

Baca juga: Putin Sebut Uni Eropa Keset AS

Tampil di televisi pemerintah RTS pada Kamis malam (15/12/2022), Vucic mengatakan KFOR tidak memiliki hak hukum untuk menolak permintaan tersebut, tetapi kemungkinan besar akan tetap melakukannya. Dia siap pergi ke Dewan Keamanan PBB terkait masalah itu.

Kehadiran aparat keamanan dimaksudkan untuk melindungi warga Serbia dan menetapkan kontrol atas penyeberangan administrasi Jarinje dan Brnjak.

Penduduk setempat telah membarikade kedua pos pemeriksaan tersebut selama beberapa hari, sebagai protes atas pengerahan polisi etnis Albania.

Perdana Menteri (PM) Kosovo Albin Kurti “secara terbuka berbicara tentang keinginan menghancurkan orang Serbia di Kosovo-Metohija,” klaim Vucic.

Vucic menambahkan, orang Serbia setempat tidak mau lagi “menderita terornya”.

Dia juga mengkritik Amerika Serikat (AS) dan Uni Eropa (UE), dengan mengatakan utusan mereka "secara harfiah mengatakan kepada saya bahwa mereka tidak berniat untuk mematuhi" perjanjian apa pun terkait Kosovo.

Awal pekan ini, utusan khusus Departemen Luar Negeri Gabriel Escobar mengatakan kepada outlet pemerintah AS bahwa Washington "dengan tegas" menentang kembalinya polisi Serbia ke Kosovo.

Sebagai tanggapan, PM Serbia Ana Brnabic bertanya apakah ada resolusi, kesepakatan, atau prinsip yang dianggap berlaku oleh Barat, "atau apakah kami hanya harus mengikuti horoskop Anda untuk menebak keinginan Anda?"

Vucic mengatakan dia bersedia berbicara tentang apa pun, tetapi mengakui Kosovo atau keanggotaannya di PBB “tidak dapat diterima.”

“Sebelum hal lain dapat didiskusikan, Pristina perlu melaksanakan kewajibannya membentuk komunitas kota-kota Serbia, tetapi saya tidak percaya mereka akan melakukannya,” ujar dia.

Escobar juga mendesak Pristina melakukan ini sebagai kewajiban yang tidak dapat diabaikannya, tetapi pihak Kurti secara terbuka menolak.

Moskow telah memperingatkan pemerintah etnis Albania bahwa mereka "bermain api".

Sementara itu, Perdana Menteri Albania Edi Rama menyebut permintaan Serbia "tidak nyata".

Rama menambahkan, "Kosovo pernah dan untuk selamanya dibebaskan dari Serbia lebih dari 20 tahun yang lalu.”

Partai Kurti mendukung “Albania Besar” yang mencakup Kosovo serta sebagian Montenegro, Yunani, dan Makedonia Utara.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
3 Penyebab Batalnya...
3 Penyebab Batalnya Penandatanganan Perjanjian Damai AS dan Iran
Wapres Vance Batalkan...
Wapres Vance Batalkan Kunjungan ke Jenewa, Swiss: Perundingan AS-Iran Ditunda
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
Badan Intelijen AS Peringatkan...
Badan Intelijen AS Peringatkan Israel Bisa Sabotase Kesepakatan Perdamaian AS-Iran
Trump Klaim Tidak Ada...
Trump Klaim Tidak Ada Batasan pada Kekuasaannya
Otoritas Selat Teluk...
Otoritas Selat Teluk Persia Umumkan Kapal-kapal Diizinkan Melintasi Selat Hormuz
FIFA Gencar Berantas...
FIFA Gencar Berantas Ujaran Kebencian di Piala Dunia 2026
AS Rilis 14 Poin Perjanjian...
AS Rilis 14 Poin Perjanjian yang Disepakati dengan Iran untuk Akhiri Perang
Trump: Kemampuan Militer...
Trump: Kemampuan Militer Iran Jauh Melemah
Rekomendasi
Harga Minyak Dunia Sudah...
Harga Minyak Dunia Sudah Turun, PDIP Minta Pemerintah Evaluasi Harga Pertamax
UNJ Gelar Pesta Rakyat...
UNJ Gelar Pesta Rakyat 2026, Perkuat Semangat Kampus Berdampak dan Bereputasi Global
50 Tokoh Pasang Badan...
50 Tokoh Pasang Badan untuk Roy Suryo, Din Syamsuddin dan Oegroseno Ikut Jadi Penjamin
Berita Terkini
Protes Serangan Mematikan...
Protes Serangan Mematikan Israel di Lebanon, Iran Tutup Selat Hormuz
Swiss: Perundingan AS...
Swiss: Perundingan AS dan Iran Berlanjut di Burgenstock
Warga Moskow Sudah Merasakan...
Warga Moskow Sudah Merasakan Perang Ukraina di Depan Halaman Rumah
Israel Terus Serang...
Israel Terus Serang Lebanon, Utusan AS Kirim Negosiator ke Jenewa
3 Penyebab Batalnya...
3 Penyebab Batalnya Penandatanganan Perjanjian Damai AS dan Iran
Wapres Vance Batalkan...
Wapres Vance Batalkan Kunjungan ke Jenewa, Swiss: Perundingan AS-Iran Ditunda
Infografis
Tegaskan Status Negara...
Tegaskan Status Negara Berdaulat, Taiwan Lawan China di PBB
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved