Raja Crypto Sam Bankman-Fried Ditangkap Otoritas Bahama atas Permintaan AS

Selasa, 13 Desember 2022 - 08:58 WIB
loading...
Raja Crypto Sam Bankman-Fried...
Pendiri perusahaan cryptocurrency FTX, Sam Bankman-Fried, ditangkap oleh otoritas Bahama atas permintaan Amerika Serikat (AS). Foto/New York Times
A A A
WASHINGTON - Pendiri perusahaan cryptocurrency FTX, Sam Bankman-Fried , ditangkap oleh otoritas Bahama atas permintaan Amerika Serikat (AS).

Raja crypto ini telah mengajukan kebangkrutan dan mundur dari jabatannya sebagai chief executive officer (CEO) FTX beberapa waktu lalu.

Jaksa Agung Bahama Ryan Pinder mengumumkan pada Senin malam bahwa Sam Bankman-Fried (SBF) ditangkap di Bahama setelah otoritas AS mengajukan tuntutan pidana terhadap mantan miliarder cryptocurrency tersebut.

Baca juga: Profil Sam Bankman-Fried, Penyumbang Dana Kampanye Biden yang Kehilangan Rp228 Triliun

Sebuah pernyataan yang dikeluarkan oleh kantor Pinder merinci penangkapan itu dilakukan oleh Kepolisian Kerajaan Bahama setelah pihak berwenang menerima penerimaan pemberitahuan resmi atas tuduhan kriminal, dan bahwa kemungkinan AS akan meminta ekstradisi Bankman-Fried.

"Sebagai hasil dari pemberitahuan yang diterima dan materi yang diberikan di dalamnya, Kejaksaan Agung dianggap pantas untuk meminta penangkapan SBF dan menahannya sesuai dengan Undang-Undang Ekstradisi negara kita," bunyi rilis kantor Pinder.

"Pada saat permintaan formal untuk ekstradisi dibuat, Bahama bermaksud untuk segera memprosesnya, sesuai dengan hukum Bahama dan kewajiban perjanjiannya dengan Amerika Serikat," lanjut kantor tersebut, seperti dikutip Sputnik, Selasa (13/12/2022).

Termasuk dalam pernyataan itu adalah kutipan dari Perdana Menteri Bahama Philip Davis, yang menyatakan bahwa negara kepulauan itu akan melakukan penyelidikan kriminalnya sendiri terhadap runtuhnya FTX.

Jaksa AS Damian Williams mengatakan sebuah dakwaan dalam masalah ini diperkirakan akan disegel Selasa pagi.

Rincian dakwaan belum ditentukan, namun sumber anonim mengatakan kepada ABC News bahwa pendiri FTX menghadapi dakwaan "penipuan multi-count"

Pada Senin pagi, pengacara FTX menuduh pemerintah Bahama bekerja dengan Bankman-Fried untuk merelokasi aset FTX ke dompet crypto yang dikendalikan oleh pejabat pemerintahnya.

Pengumuman penangkapan itu muncul saat Bankman-Fried diperkirakan akan memberikan kesaksian di depan Komite Jasa Keuangan DPR AS pada hari Selasa.

Didirikan pada tahun 2019, FTX mengalami puncaknya pada tahun 2021, ketika memiliki lebih dari satu juta pengguna dan menempati peringkat sebagai pertukaran cryptocurrency terbesar ketiga berdasarkan volume.

Perusahaan akhirnya melihat awal kejatuhannya pada November 2022, tak lama setelah terungkap bahwa dana FTX diduga digunakan untuk menutupi kerugian finansial yang dialami oleh Alameda Research, sebuah perusahaan perdagangan crypto yang didirikan bersama oleh Bankman-Fried pada tahun 2017.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Siap Mulai Lagi Perang...
AS Siap Mulai Lagi Perang dan Terapkan Kembali Blokade Jika Iran Tidak Patuh
Trump Bela Kesepakatan...
Trump Bela Kesepakatan Iran: Orang-orang Dungu Itu Iri, Orang Jahat, atau Bodoh
Ketua Parlemen Tegaskan...
Ketua Parlemen Tegaskan Iran akan Pungut Biaya dari Kapal untuk Layanan di Selat Hormuz
AS Ternyata Gunakan...
AS Ternyata Gunakan AI Grok Elon Musk untuk Tembakkan 2.000 Rudal ke Iran
Trump Bilang Israel...
Trump Bilang Israel Tak Berhak Kritik Deal AS-Iran karena Dulu Ogah Bunuh Jenderal Soleimani
Iran Nyatakan Menang...
Iran Nyatakan Menang Perang Melawan AS dan Israel
Tantang Dominasi Dolar...
Tantang Dominasi Dolar AS, China Perluas Penggunaan Yuan secara Global
Iran-AS Capai Kesepakatan...
Iran-AS Capai Kesepakatan Damai, Israel Tolak Tarik Pasukan dari Lebanon
Acuhkan Trump, Israel...
Acuhkan Trump, Israel Tolak Tinggalkan Lebanon meski AS-Iran Berdamai
Rekomendasi
Harga Batu Bara buat...
Harga Batu Bara buat PLN Bakal Naik, Begini Penjelasan Bahlil
FIFA Beri Lampu Hijau,...
FIFA Beri Lampu Hijau, Michael Oliver Pimpin Laga Belanda vs Swedia
Sidang Tuntutan Dalang...
Sidang Tuntutan Dalang Pembunuhan Kacab Bank Ditunda
Berita Terkini
Pemimpin Hizbullah:...
Pemimpin Hizbullah: Perlawanan Gagalkan Proyek Israel Raya, Perlucutan Senjata Tak akan Disetujui
AS Siap Mulai Lagi Perang...
AS Siap Mulai Lagi Perang dan Terapkan Kembali Blokade Jika Iran Tidak Patuh
Trump Bela Kesepakatan...
Trump Bela Kesepakatan Iran: Orang-orang Dungu Itu Iri, Orang Jahat, atau Bodoh
Ketua Parlemen Tegaskan...
Ketua Parlemen Tegaskan Iran akan Pungut Biaya dari Kapal untuk Layanan di Selat Hormuz
AS Ternyata Gunakan...
AS Ternyata Gunakan AI Grok Elon Musk untuk Tembakkan 2.000 Rudal ke Iran
Trump Bilang Israel...
Trump Bilang Israel Tak Berhak Kritik Deal AS-Iran karena Dulu Ogah Bunuh Jenderal Soleimani
Infografis
AS Kerahkan 15.000 Prajurit...
AS Kerahkan 15.000 Prajurit dan 100 Jet Tempur Amankan Selat Hormuz
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved