Rusia Diinvasi Balik Ukraina, Sistem Pertahanan Moskow Dipertanyakan

Jum'at, 09 Desember 2022 - 06:55 WIB
loading...
Rusia Diinvasi Balik Ukraina, Sistem Pertahanan Moskow Dipertanyakan
Salah satu dari tiga pangkalan udara Rusia yang jadi target serangan balik Ukraina. Serangan ini membuat efektivitas sistem pertahanan udara Rusia dipertanyakan. Foto/REUTERS via Maxar Tecnologies
A A A
MOSKOW - Tiga pangkalan udara di wilayah Rusia diserang drone awal pekan ini, yang menurut Moskow dilakukan oleh pasukan Ukraina . Serangan atau invasi balik Kiev itu membuat kemampuan sistem pertahanan udara Moskow dipertanyakan.

Sejarawan militer Rusia Yuri Knutov muncul di stasiun televisi pemerintah, di mana dia mengeluhkan adanya celah dalam pertahanan udara Rusia.

Itu terjadi karena sebagian besar sistem pertahanan telah dipindahkan lebih dekat ke Ukraina setelah invasi besar-besaran diluncurkan oleh pasukan Presiden Vladimir Putin pada bulan Februari.

Baca juga: Ukraina Diduga Invasi Balik Rusia, Penasihat Zelensky Ledek Moskow

"Operasi militer khusus dimulai. Penting untuk memberikan perlindungan bagi pasukan yang secara langsung berada di wilayah di mana mereka berperang melawan Ukraina, di wilayah kami, melawan tentara Ukraina," katanya kepada Olga Skabeyeva, pembawa acara berita dan bincang politik.

“Secara alami, semua yang kami miliki di zona perbatasan pergi ke sana. Celah terbentuk dalam sistem pertahanan udara kami,” ujarnya.

Knutov menambahkan bahwa banyak yang percaya bahwa satelit Amerika Serikat (AS) dapat melihat celah tersebut dengan baik.

"Saya tidak meragukan itu, begitu pula para spesialis," ujarnya, seperti Newsweek, Jumat (9/12/2022).

Rusia diketahui mengoperasikan beberapa sistem pertahanan udara canggih, termasuk sistem pertahanan S-400. Namun, tidak adanya perlindungan di pangkalan-pangkalan udara yang penting itu menjadi celah fatal bagi militer Moskow.

Sejarawan itu menyarankan bahwa jika pertahanan udara Rusia cukup kuat, drone yang disebut Moskow diluncurkan oleh Kiev akan ditembak jatuh sekitar 50 hingga 60 kilometer jauhnya. "Dan kami bahkan tidak akan membahas insiden ini," ujarnya.
Halaman :
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.3576 seconds (11.97#12.26)