Hong Kong Longgarkan Karantina dan Pengujian COVID-19

Jum'at, 09 Desember 2022 - 06:30 WIB
loading...
Hong Kong Longgarkan...
Hong Kong Longgarkan Karantina dan Pengujian COVID-19. FOTO/Arise
A A A
HONG KONG - Pemerintah Hong Kong mengatakan pada Kamis (8/12), bahwa masa isolasi pasien COVID-19 dan kontak dekat mereka akan dipotong dari tujuh hari menjadi lima hari. Persyaratan kedatangan ke Hong Kong untuk menjalani tes antigen cepat setiap hari juga akan dikurangi dari semula tujuh hari, menjadi lima hari.

Namun, mereka harus tetap menjalani tes PCR pada hari kedatangan dan hari ketiga. Langkah-langkah jarak sosial saat ini, termasuk wajib masker dan penggunaan aplikasi pelacakan kontak di gedung-gedung publik, bar, dan restoran, akan tetap berlaku hingga 28 Desember.

Baca: Sempat Memantik Demonstrasi, China Cabut Pembatasan 'Super' Ketat Covid-19

Langkah Hong Kong terjadi setelah otoritas China pada Rabu (7/12/2022) mengumumkan perubahan paling besar pada langkah-langkah pengendalian COVID-19 yang ketat di negara itu sejak pandemi dimulai tiga tahun lalu.

Meskipun beberapa aturan dilonggarkan, Wakil Menteri Kesehatan Hong Kong memperingatkan bahwa situasi pandemi kota semakin memburuk, itulah sebabnya pihak berwenang tidak dapat melonggarkan aturan jarak sosial untuk saat ini.

"Kami melihat tren peningkatan dalam penghitungan harian, rawat inap, kasus kematian, dan kasus parah, dan tidak ada tanda-tanda penurunan. Tekanan pada sistem perawatan kesehatan tetap tinggi dan kita harus tetap waspada," kata Dr Libby Lee Ha-yun, seperti dikutip South China Morning Post (SCMP).

Hong Kong melaporkan 14.373 infeksi COVID-19 baru pada Kamis, tertinggi sejak akhir Maret, SCMP melaporkan. Pada bulan September, Hong Kong mengakhiri karantina hotel wajib untuk kedatangan internasional, memungkinkan mereka untuk pulang atau ke akomodasi pilihan mereka.

Baca: Pakar Medis China: COVID-19 Telah Bermutasi, Harus Diganti Namanya

Orang-orang yang tiba di Hong Kong harus memantau diri sendiri selama tiga hari setelah memasuki kota. Di bawah sistem yang oleh otoritas Hong Kong dijuluki "0+3", mereka diizinkan pergi bekerja atau sekolah, tetapi tidak diizinkan memasuki bar atau restoran selama periode tersebut.

Puncaknya pada tahun 2021, karantina berlangsung selama 21 hari dan kerugian ekonomi sangat parah. Pada hari Kamis, otoritas Makau juga mengumumkan akan melonggarkan persyaratan tes COVID-19 untuk kedatangan dari China.

Mereka yang memasuki Makau dari kota Zhuhai di China hanya akan diminta untuk menunjukkan hasil negatif COVID-19 selama 24 jam.
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Respons Aksi China,...
Respons Aksi China, Jepang Perkuat Pertahanan Sisi Barat Daya
Pakar Militer Ini Sebut...
Pakar Militer Ini Sebut AS Tak Sadari Gelombang Kejut Besar di Asia
Kepala WHO Peringatkan...
Kepala WHO Peringatkan Lebih Banyak Kasus Hantavirus akan Muncul
WHO: Wabah Hantavirus...
WHO: Wabah Hantavirus Bukan Awal Pandemi Covid-19 Berikutnya
IATA Peringatkan Krisis...
IATA Peringatkan Krisis Avtur akan Terjang Asia Terlebih Dulu, Baru Eropa dan Amerika Latin
Bagaimana Thailand Menjadi...
Bagaimana Thailand Menjadi Negara Sakit di Asia?
Krisis LNG Timur Tengah,...
Krisis LNG Timur Tengah, Permintaan Batu Bara di Asia Melonjak
AS dan Iran Setujui...
AS dan Iran Setujui Kesepakatan untuk Akhiri Perang di Timur Tengah, Ini Isinya
Jelang Penandatanganan...
Jelang Penandatanganan MoU Damai dengan AS, Iran: Kita Siapkan Semua Skenario
Rekomendasi
Banyuwangi Kota Pembuka...
Banyuwangi Kota Pembuka Satu Indonesia Awards 2026, Bupati: SDM Kunci Kemajuan Daerah
PLN EPI Dorong UMKM...
PLN EPI Dorong UMKM Naik Kelas lewat Budidaya Madu Kelulut
Bolehkah Menggabungkan...
Bolehkah Menggabungkan Niat Puasa Sunnah?
Berita Terkini
Trump Tegaskan Tanpa...
Trump Tegaskan Tanpa AS, Tidak akan Ada Israel, Netanyahu Harus Lebih Tanggung Jawab
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN...
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN dan Perundingan Bilateral di Sela-selanya
Pengaktifan Kembali...
Pengaktifan Kembali Transit Lewat Selat Hormuz Mungkin Perlu Waktu Beberapa Pekan
Menlu Iran Tegaskan...
Menlu Iran Tegaskan Akhir Perang Dideklarasikan Senin, Resmi Berlaku Jumat
Hamas Sambut Baik Kesepakatan...
Hamas Sambut Baik Kesepakatan AS-Iran, Serukan Penghentian Serangan di Gaza dan Lebanon
7 Fakta Unik Cape Verde,...
7 Fakta Unik Cape Verde, Negara Kecil yang Bikin Spanyol Frustrasi di Piala Dunia 2026
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved