Politico: Pentagon Terancam Kehabisan Uang untuk Ukraina

Senin, 05 Desember 2022 - 17:20 WIB
loading...
Politico: Pentagon Terancam Kehabisan Uang untuk Ukraina
Anggota Brigade Mekanik ke-24 Raja Danylo Angkatan Darat Ukraina menembakkan artileri di dekat Bakhmut, Ukraina, 3 Desember 2022. Foto/REUTERS/ Leah Millis
A A A
WASHINGTON - Pemotongan yang menjulang untuk alokasi Pentagon dapat memangkas bantuan militer Amerika Serikat (AS) ke Ukraina, termasuk artileri dan amunisi.

Majalah Politico melaporkan hal itu pada Sabtu (3/12/2022), mengutip dokumen internal Departemen Pertahanan dan pejabat yang mengetahui masalah tersebut.

Kongres memiliki waktu hingga 16 Desember untuk meloloskan rancangan undang-undang (RUU) sementara pertahanan setahun penuh, yang dikenal sebagai resolusi berkelanjutan atau CR, saat Partai Republik dan Demokrat memperdebatkan alokasi.

Baca juga: Financial Times: Rusia Bentuk Armada Bayangan untuk Hindari Sanksi Minyak

Namun, resolusi tersebut akan memangkas pendanaan Pentagon sebesar USD29 miliar, atau 3,7%, dibandingkan dengan yang diminta Gedung Putih untuk tahun fiskal 2023, menurut laporan tersebut.

Ini berarti Departemen Pertahanan harus menghentikan proyek-proyek utama, termasuk bantuan ke Kiev selama konfliknya dengan Rusia.

Kepala Keuangan Pentagon Michael McCord dikutip mengatakan pada Sabtu bahwa AS akan mengalami masalah dalam mengirimkan amunisi baru ke Ukraina karena dana yang ditandai oleh Kiev akan habis pada musim semi.

“Ukraina sedang dalam pertarungan kinetik, dan kami adalah pembantu No. 1 mereka … Jika mereka kehabisan amunisi, mereka berada di tempat yang buruk,” ujar McCord.

Dikatakan bahwa pemotongan anggaran pengeluaran juga dapat menunda perbaikan beberapa sistem senjata utama, seperti howitzer M777, yang dipasok AS ke pasukan Ukraina.

Kekurangan potensial lainnya yang dijelaskan dalam dokumen yang dikutip Politico termasuk penundaan pengadaan pembom jarak jauh berkemampuan nuklir B-21 Raider dan kapal selam rudal balistik bertenaga nuklir kelas Columbia.
Halaman :
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.2303 seconds (10.55#12.26)