Terbukti Ampuh, Negara NATO Ini Boyong HIMARS AS

Sabtu, 03 Desember 2022 - 22:17 WIB
loading...
Terbukti Ampuh, Negara...
Estonia memboyong sistem roket canggih AS, HIMARS, senilai Rp3 triliun. Foto/Ilustrasi
A A A
TALLIN - Estonia meningkatkan kemampuan pertahanannya dalam proyek pengadaan senjata terbesar negara anggota NATO dan tetangga Rusia itu. Negara Baltik itu akan mengakuisisi sistem artileri roket canggih Amerika Serikat (AS).

Estonia dan AS telah menandatangani kesepakatan senilai USD200 juta atau senilai Rp3 triliun untuk Sistem Roket Artileri Mobilitas Tinggi (HIMARS) dan mencakup peralatan seperti amunisi dan roket serta pelatihan.

Dalam sebuah pernyataan Pusat Investasi Pertahanan Estonia mengatakan paket itu termasuk roket HIMARS dengan jangkauan 70-300 kilometer. Lockheed Martin diperkirakan akan melakukan pengiriman pertama pada tahun 2024.

Baca: Pertahanan Rusia Diperbarui, Tentara Tak Takut Lagi Digempur HIMARS

“Peluncur roket ganda HIMARS adalah langkah penting baru dalam pengembangan kemampuan pertahanan Estonia,” Letnan Kolonel Kaarel Maesalu, kepala departemen pengembangan kemampuan di Angkatan Pertahanan Estonia.

“Ini memungkinkan untuk mempengaruhi musuh secara meyakinkan bahkan sebelum melakukan kontak dengan unit infanteri kami,” imbuhnya seperti dikutip dari AP, Sabtu (3/12/2022).

Tetangga Baltik Estonia, Latvia dan Lituania, memiliki atau sedang dalam proses memperoleh HIMARS mereka sendiri.

Washington telah memberi Ukraina peluncur roket canggih itu selama invasi Rusia ke negara tersebut. Kementerian Pertahanan Estonia mengatakan sistem HIMARS telah membantu menghancurkan gudang amunisi militer Rusia, mode transportasi, dan pusat komando dan kendali dengan akurasi tepat di luar jangkauan howitzer yang telah digunakan Ukraina.

Baca: Pendeta Veteran Rusia Terbunuh oleh Rudal HIMARS Amerika
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Suara Ledakan Terdengar...
Suara Ledakan Terdengar di Bandar Abbas dan Pulau Qeshm, Iran Segera Balas Serangan AS
Trump Akui AS Balas...
Trump Akui AS Balas Penembakan Helikopter oleh Iran, Meski Awalnya Meremehkan
AS Serang Iran, Balas...
AS Serang Iran, Balas Jatuhnya Helikopter AH-64 Apache Dekat Selat Hormuz
Iran Ungkap Sabuk Keamanan...
Iran Ungkap Sabuk Keamanan Perlawanan Baru Membentang dari Selat Hormuz hingga Bab al-Mandab
AS Tidak Cegat Rudal...
AS Tidak Cegat Rudal Iran yang Ditembakkan ke Israel
Trump: 2 Minggu Lagi,...
Trump: 2 Minggu Lagi, AS Nyatakan Kemenangan Total atas Iran!
Wasit Resmi Piala Dunia...
Wasit Resmi Piala Dunia 2026 Ditolak Masuk AS, Komentator Bola Simon Jordan Malah Bikin Geram
Diduga Drone Laut Ukraina...
Diduga Drone Laut Ukraina Meledak di Pelabuhan Rumania
Kejam! Parlemen Israel...
Kejam! Parlemen Israel Sahkan UU Sita Pajak Bea Cukai Palestina
Rekomendasi
Namanya Terseret Kasus...
Namanya Terseret Kasus Dugaan Suap Impor Bea Cukai, Raffi Ahmad Buka Suara
687 Orang Laporkan Dugaan...
687 Orang Laporkan Dugaan Penipuan Umrah Hanania Travel ke Polda Metro Jaya
BI Rate Naik Demi Menahan...
BI Rate Naik Demi Menahan Tekanan Rupiah dan Capital Outflow
Berita Terkini
Suara Ledakan Terdengar...
Suara Ledakan Terdengar di Bandar Abbas dan Pulau Qeshm, Iran Segera Balas Serangan AS
Biksu Buddha di China...
Biksu Buddha di China Dilaporkan Ditahan usai Peringati Peristiwa Tiananmen
Trump Akui AS Balas...
Trump Akui AS Balas Penembakan Helikopter oleh Iran, Meski Awalnya Meremehkan
AS Serang Iran, Balas...
AS Serang Iran, Balas Jatuhnya Helikopter AH-64 Apache Dekat Selat Hormuz
9 Negara yang Memiliki...
9 Negara yang Memiliki Anggaran Terbesar Mengembangkan Bom Nuklir
Senapan Pasukan Khusus...
Senapan Pasukan Khusus AS Bukan Hanya Sekadar Senjata, Ini 3 Keunggulannya
Infografis
Iran Paksa AS Terima...
Iran Paksa AS Terima Kekalahan setelah 40 Hari Berperang, Ini 10 Poin Gencatan Senjata
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved