Tsar Bomba Vs Castle Bravo, Senjata Pemusnah Massal Terkuat Rusia dan AS

Selasa, 29 November 2022 - 19:06 WIB
loading...
Tsar Bomba Vs Castle...
Tsar Bomba merupakan bahasa Rusia dari King of Bombs. Foto/wikipedia
A A A
MOSKOW - Bom nuklir milik dua negara digdaya yakni Amerika Serikat (AS) dan Rusia ini menarik untuk diulas. Publik juga ingin mengetahui bom mana yang lebih punya daya ledak lebih besar.

Amerika Serikat dan Rusia memang dikenal sebagai negara yang punya kekuatan militer dengan senjata mematikan termasuk bom nuklir.

Castle Bravo milik AS dan Tsar Bomba dari Rusia merupakan dua bom nuklir paling berbahaya saat ini, baik dari sisi ledakan hingga dampak yang ditimbulkan.

1. Castle Bravo

Dikutip dari laman Brookings, Castle Bravo memiliki berat sekitar 10.660 kg dengan daya ledak 15 megaton, hal tersebut membuatnya 1.000 kali lebih kuat dari senjata yang digunakan untuk meratakan Hiroshima dan Nagasaki.

Tsar Bomba Vs Castle Bravo, Senjata Pemusnah Massal Terkuat Rusia dan AS


Ledakan bom nuklir ini juga dapat menghasilkan kawah berdiameter 1.900 meter dengan kedalaman 76 meter. Pada 1 Maret 1954, AS sempat menguji bom ini di Bikini Atol, Kepulauan Marshall.

Tes tersebut mengakibatkan jatuhnya partikel nuklir yang menghujani penduduk Atol di dekat lokasi peledakan. Bertahun tahun kemudian penduduk di pulau tersebut mulai mengalami masalah kesehatan termasuk cacat lahir.

Diperkirakan sekitar 665 penduduk Kepulauan Marshall terpapar radiasi secara berlebihan. Kesalahan fatal ini membuat akhir pengujian dari senjata mematikan tersebut.

Secara keseluruhan, antara tahun 1946 dan 1958, Amerika Serikat melakukan 67 uji coba senjata nuklir di Samudera Pasifik.

2. Tsar Bomba

Menurut Britanica, Tsar Bomba merupakan bahasa Rusia dari "King of Bombs". Bom Nuklir tersebut dibuat pada tahun 1961 oleh sekelompok fisikawan Uni Soviet dan dipimpin oleh Andrey Sakharov. Dengan berat sekitar 27 ton, dengan panjang 8 meter.

Tsar Bomba Vs Castle Bravo, Senjata Pemusnah Massal Terkuat Rusia dan AS


Awalnya kapasitas ledak dari Tsar Bomba sendiri diklaim mencapai 100 megaton yang kemudian daya ledak tersebut dikurangi karena dianggap terlalu berbahaya menjadi 50 megatron.

Meskipun telah dikurangi namun jumlah tersebut masih jauh lebih kuat ketimbang Castle Bravo milik AS. Tsar Bomba diperkirakan 3.800 lebih kuat ketimbang bom yang dijatuhkan di Hiroshima dan Nagasaki.

Pada 30 Oktober 1961, dilakukan pengujian untuk melihat seberapa hebat bom ini. Bom tersebut meledak sekitar 4 km di atas tanah, dan menghasilkan bekas ledakan berupa asap setinggi lebih dari 60 km.

Kilatan ledakan bahkan dapat terlihat dari jarak 1.000 km jauhnya. Bekas ledakannya sendiri membuat kerusakan hingga berdiameter 160 km.

Sementara panas ledakan tersebut diperkirakan dapat menimbulkan luka bakar tingkat tiga dalam radius 100 km.

Bila melihat pemaparan diatas maka sudah jelas bahwa bom nuklir buatan Rusia jauh lebih unggul dari Castle Bravo milik AS. Mulai dari ukuran, daya ledak hingga dampak yang ditimbulkan.

Karena itu Tsar Bomba sampai saat ini masih menjadi bom nuklir paling mematikan yang pernah dibuat.

(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Anggota DPR AS Sebut...
Anggota DPR AS Sebut Zohran Mamdani 'Teroris Muslim' karena Juluki Netanyahu Penjahat Perang
Trump Kenakan Tarif...
Trump Kenakan Tarif Besar-besaran pada Indonesia dan 59 Negara Lainnya, Ini Daftarnya
Iran Nyatakan Pangkalan...
Iran Nyatakan Pangkalan Inggris Target Sah, Tentara London Siaga 24 Jam
Jet Tempur Siluman Su-57...
Jet Tempur Siluman Su-57 Rusia Seharga Rp2 Triliun Jatuh, Bukan akibat Ditembak Ukraina
Trump: Syarat Arab Saudi...
Trump: Syarat Arab Saudi Miliki Program Nuklir Harus Akui Negara Israel
IRGC pada Warga Kuwait:...
IRGC pada Warga Kuwait: Amerika Serikat, Bukan Iran, yang Langgar Kedaulatan Anda
Trump Berlakukan Tarif...
Trump Berlakukan Tarif Impor Baru secara Global, Indonesia Kena 10%
Feri Tua Membawa 133...
Feri Tua Membawa 133 Orang Terbalik di Pantai Atlantik, 66 Orang Masih Hilang
Terungkap! AS Beri Syarat...
Terungkap! AS Beri Syarat Saudi Berdamai dengan Israel untuk Lanjutkan Perjanjian Nuklir
Rekomendasi
IHSG Hari Ini Dibuka...
IHSG Hari Ini Dibuka Ambles ke Level 6.266 saat Ada 518 Saham Malas Bergerak
Panda Bond Laris Manis,...
Panda Bond Laris Manis, Indonesia Raup Rp18,47 Triliun
Pangeran Harry dan Meghan...
Pangeran Harry dan Meghan Markle Ajak Archie-Lilibet Kunjungi Rumah Masa Kecil Putri Diana
Berita Terkini
Seorang Pangeran Arab...
Seorang Pangeran Arab Saudi Tewas di Hotel Kensington usai Konsumsi Narkoba dan Alkohol
Anggota DPR AS Sebut...
Anggota DPR AS Sebut Zohran Mamdani 'Teroris Muslim' karena Juluki Netanyahu Penjahat Perang
Trump Kenakan Tarif...
Trump Kenakan Tarif Besar-besaran pada Indonesia dan 59 Negara Lainnya, Ini Daftarnya
Masalah Kualitas dan...
Masalah Kualitas dan Krisis Internal Hambat Ambisi Ekspor Senjata China
Iran Nyatakan Pangkalan...
Iran Nyatakan Pangkalan Inggris Target Sah, Tentara London Siaga 24 Jam
Jet Tempur Siluman Su-57...
Jet Tempur Siluman Su-57 Rusia Seharga Rp2 Triliun Jatuh, Bukan akibat Ditembak Ukraina
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved