Kisah Manusia dengan Kelamin Pria dan Wanita Menjalani Kehidupan Kencannya
Sabtu, 26 November 2022 - 18:42 WIB
loading...
A
A
A
"Saya sebenarnya punya nyali di dalam diri saya, percaya atau tidak."
Blume mengungkapkan pada usia 16 tahun, dia pergi ke dokter dan mengaku bahwa dia belum mulai melewati masa pubertas.
Dokter memeriksanya dan terungkap bahwa Blume interseks—sesuatu yang belum pernah didengar Blume sebelumnya.
Orangtua Blume mengetahuinya setelah menerima telepon dari dokter.
“Ketika saya pertama kali didiagnosis, dokter mengatakan kepada saya untuk tidak memberi tahu siapa pun dan sangat berbahaya bagi saya untuk berbagi dengan orang lain, bahkan teman saya,” katanya.
“Jadi seluruh perasaan rahasia dan malu membuat saya menjadi jauh lebih buruk. Tapi untungnya, saya tidak mendengarkannya. Saya merasa ingin membaginya dengan semua orang," imbuh dia.
Teman dan keluarga mendukungnya. Blume tidak pernah menjalani operasi apa pun untuk mengangkat testisnya atau pun membuat vaginanya terbentuk utuh.
Sebagai gantinya, dokter mereka merekomendasikan untuk membuatnya melakukan proses yang disebut "pelebaran", proses yang digunakan oleh banyak penderita vaginismus di mana ada penyisipan tongkat untuk meregangkan vagina sehingga hal-hal seperti penggunaan tampon atau berhubungan seks tidak terlalu menyakitkan.
Blume mengungkapkan pada usia 16 tahun, dia pergi ke dokter dan mengaku bahwa dia belum mulai melewati masa pubertas.
Dokter memeriksanya dan terungkap bahwa Blume interseks—sesuatu yang belum pernah didengar Blume sebelumnya.
Orangtua Blume mengetahuinya setelah menerima telepon dari dokter.
“Ketika saya pertama kali didiagnosis, dokter mengatakan kepada saya untuk tidak memberi tahu siapa pun dan sangat berbahaya bagi saya untuk berbagi dengan orang lain, bahkan teman saya,” katanya.
“Jadi seluruh perasaan rahasia dan malu membuat saya menjadi jauh lebih buruk. Tapi untungnya, saya tidak mendengarkannya. Saya merasa ingin membaginya dengan semua orang," imbuh dia.
Teman dan keluarga mendukungnya. Blume tidak pernah menjalani operasi apa pun untuk mengangkat testisnya atau pun membuat vaginanya terbentuk utuh.
Sebagai gantinya, dokter mereka merekomendasikan untuk membuatnya melakukan proses yang disebut "pelebaran", proses yang digunakan oleh banyak penderita vaginismus di mana ada penyisipan tongkat untuk meregangkan vagina sehingga hal-hal seperti penggunaan tampon atau berhubungan seks tidak terlalu menyakitkan.
Lihat Juga :