Arab Saudi Jual Alkohol Jika Jadi Tuan Rumah Piala Dunia? Ini Jawabannya

Sabtu, 26 November 2022 - 01:59 WIB
loading...
Arab Saudi Jual Alkohol...
Menteri Olahraga Pangeran Abdulaziz bin Turki Al-Faisal menjawab soal apakah Arab Saudi akan menjual minuman beralkohol jika menjadi tuan rumah Piala Dunia 2030. Foto/Sky News
A A A
DOHA - Arab Saudi menjawab pertanyaan tentang apakah akan menjual minuman beralkohol jika terpilih menjadi tuan rumah Piala Dunia 2030 mendatang.

Menteri Olahraga Pangeran Abdulaziz bin Turki Al-Faisal mengatakan akan menjadi Islamofobia jika negaranya dipaksa FIFA untuk melakukannya.

Tawaran ambisius untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia 2030 sedang dieksplorasi oleh Arab Saudi bersama dengan Yunani dan Mesir. Mereka belum terhalang oleh pengawasan ketat terhadap hak asasi manusia (HAM) yang dihadapi Qatar sebagai tuan rumah Piala Dunia saat ini.

Baca juga: Arab Saudi Hajar Argentina, Raja Salman Umumkan Libur Nasional

Meskipun minuman alkohol ada di beberapa bar di Doha, jaminan minuman seperti itu bisa dijual di stadion Piala Dunia secara efektif dibatalkan oleh Qatar menjelang turnamen yang dimulai pekan lalu.

Pangeran Abdulaziz mengatakan Arab Saudi benar-benar "kering", yang seharusnya tidak menjadi penghalang untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia.

Ditanya apakah Islamofobia untuk memaksakan persyaratan penyediaan alkohol pada sebuah turnamen, Pangeran Abdulaziz mengatakan kepada Sky News: "Ya, karena Piala Dunia untuk semua orang."

"Jika Anda menentang itu, dan Anda tidak merasa seperti Anda akan menikmati waktu Anda datang, dan [jika] Anda tidak dapat menghormati aturan itu, maka jangan datang. Sesederhana itu," ujarnya, yang dilansir Sabtu (26/11/2022).

Arab Saudi mengeklaim telah bekerja menuju masa depan yang lebih baik setelah menghadapi kritik tentang hak asasi manusia (HAM).

Pembunuhan jurnalis pembangkang Saudi Jamal Khashoggi oleh para agen nakal Riyadh setelah dia memasuki konsulat kerajaan di Istanbul pada 2018 berkontribusi pada kelompok HAM yang menentang pembelian Newcastle United oleh Public Investment Fund (Dana Investasi Publik) atau PIF Arab Saudi.

PIF Arab Saudi dipimpin oleh Putra Mahkota Mohammed bin Salman. Menurut temuan intelijen Amerika Serikat, dia menyetujui pembunuhan Khashoggi, tetapi dia membantah terlibat.

Jenazah jurnalis itu tidak pernah ditemukan—yang mengarah ke pertanyaan berkelanjutan tentang kesesuaian Arab Saudi untuk memiliki peran utama dalam olahraga.

"Semua orang ngeri dengan apa yang terjadi dan semua orang mengutuknya di kerajaan," kata Pangeran Abdulaziz.

"Apa yang dilakukan pemerintah di Saudi, mereka mengambil tindakan untuk memastikan hal ini tidak terjadi lagi."

"Kami tahu bahwa Arab Saudi sejak beberapa tahun lalu juga telah banyak berubah. Kami tahu bahwa kami sedang berubah menuju masa depan," paparnya.

Tawaran menjadi tuan rumah Piala Dunia dapat membuat Arab Saudi melanggar persyaratan FIFA untuk tidak mendiskriminasi orang gay—perubahan yang diperkenalkan setelah dampak dari Piala Dunia 2022 di Qatar meskipun ada undang-undang anti-LGBT.

"Mereka dipersilakan," kata Pangeran Abdulaziz saat wawancara di Doha.

"Saya yakin mereka pernah datang ke beberapa acara kami. Kami tidak berkeliling bertanya, 'Anda gay atau straight?' Semua orang diterima. Ada aturan yang dihormati semua orang."

Apa aturannya? Dia menjawab: "Ada aturan yang semua orang hormati tentang budaya kami dan bagaimana mereka harus mematuhi budaya yang kami miliki."

"Jadi laki-laki dan perempuan pun tidak boleh menunjukkan kemesraan di tempat umum, dan sebagainya. Dan itu adalah peraturan yang kami miliki yang perlu kami hormati. Dan kami harus menghormati budaya," paparnya.

Akankah perempuan memiliki hak yang sama?

Wanita telah mendapatkan lebih banyak hak di Arab Saudi dalam beberapa tahun terakhir-- dan tim sepak bola nasional wanita dimulai tahun ini. Namun perempuan masih menghadapi diskriminasi, termasuk meminta persetujuan wali laki-laki untuk menikah.

Bisakah perempuan mengharapkan persamaan hak dengan laki-laki di Arab Saudi?

"Itu tergantung pada apa yang Anda maksud dengan persamaan hak," jawab Pangeran Abdulaziz. "Jika ini adalah masalah sosial yang perlu diselesaikan, itu akan diselesaikan di dalam Arab Saudi."

Hak yang setara adalah memiliki hak yang sama, apakah itu ditunjukkan?

Pangeran Abdulaziz menjawab: "Apakah wanita memiliki hak yang sama di Barat? Dalam hal pekerjaan, gaji, dan sebagainya."

"Mungkin di beberapa negara berbeda," ujarnya. "Ini adalah masalah bagi orang-orang di negara ini. Saya rasa Anda tidak akan menerimanya jika saya datang dan memberi tahu Anda, Anda perlu melakukan 123, atau kami tidak akan berurusan dengan Anda."

Tidak ada konfirmasi tawaran untuk Piala Dunia 2030, dengan pembicaraan yang sebelumnya dikonfirmasi oleh calon mitra; Mesir dan Yunani.

Penggunaan tiga negara di tiga benua yang berbeda seharusnya tidak menjadi penghalang, tegas Pangeran Abdulaziz, apalagi mengingat tuan rumah Piala Dunia 2026.

"Piala Dunia berikutnya akan diadakan di Kanada, AS, dan Meksiko dan saya pikir perjalanan antara mereka sebenarnya lebih lama daripada perjalanan antara Saudi dan Yunani dan Mesir," katanya.

"Tapi saya pikir kami telah belajar banyak dari menjadi tuan rumah banyak acara di masa lalu... dan saya pikir Saudi akan siap menjadi tuan rumah kompetisi atau kejuaraan internasional atau besar di masa depan," paparnya.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Aktor Breaking Bad Giancarlo...
Aktor 'Breaking Bad' Giancarlo Esposito Masuk Islam saat Syuting di Arab Saudi
Arab Saudi Kebut Pembangunan...
Arab Saudi Kebut Pembangunan Jeddah Tower 1.000 Meter, Gedung Tertinggi di Dunia Kalahkan Burj Khalifa
AS dan Iran Berdamai,...
AS dan Iran Berdamai, MBS: Semua untuk Kepentingan Bersama
Iran Kecam Perlakuan...
Iran Kecam Perlakuan Buruk AS di Piala Dunia: Tim yang Paling Ditindas
7 Fakta Unik Cape Verde,...
7 Fakta Unik Cape Verde, Negara Kecil yang Bikin Spanyol Frustrasi di Piala Dunia 2026
Berlatih di Tijuana,...
Berlatih di Tijuana, Timnas Iran Dikawal 300 Pasukan Elite Meksiko
Sepak Pojok Jadi Mimpi...
Sepak Pojok Jadi Mimpi Buruk! Aljazair Comeback Dramatis, Yordania Tersingkir
AS Rilis 14 Poin Perjanjian...
AS Rilis 14 Poin Perjanjian yang Disepakati dengan Iran untuk Akhiri Perang
Gedung Pusat Animasi...
Gedung Pusat Animasi Terbakar Tewaskan 15 Orang, Sebagian Besar Pelajar
Rekomendasi
Bangun SDM Unggul, Pertamina...
Bangun SDM Unggul, Pertamina Gandeng Kemnaker Perkuat Kompetensi dan Budaya K3
BMKG Ingatkan Dampak...
BMKG Ingatkan Dampak El Nino, Ancaman Karhutla dan Kekeringan Mengintai
Aliansi Intelijen Keluarkan...
Aliansi Intelijen Keluarkan Peringatan Mendesak tentang Risiko yang Ditimbulkan AI
Berita Terkini
Dosen Ini Donorkan Organnya...
Dosen Ini Donorkan Organnya untuk Selamatkan 5 Orang, Staf RS Berbaris Beri Penghormatan Terakhir
Siapa Andy Burnham?...
Siapa Andy Burnham? Kandidat Kuat PM Inggris yang Suka Bermain Bola
China Tuduh Militer...
China Tuduh Militer Jepang Mengganggu Latihan Tempur Kapal Induk Liaoning
Gelombang Panas Sengat...
Gelombang Panas Sengat Eropa, 18 Orang Tewas di Prancis
Siapa Bagher Ghalibaf?...
Siapa Bagher Ghalibaf? Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Menundukkan AS
Wanita Ini Dihujat karena...
Wanita Ini Dihujat karena Sebut Islam Organisasi Teroris, Sekarang Malah Dapat Donasi Rp2,5 Miliar
Infografis
3 Alasan STY Dipecat...
3 Alasan STY Dipecat Jika Timnas Gagal ke Babak Empat Kualifikasi Piala Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved