Pentagon Sebut Serangan Udara Turki Ancam Personel AS di Suriah Utara
Jum'at, 25 November 2022 - 04:30 WIB
loading...
A
A
A
Ryder mengatakan, Pentagon sangat prihatin dengan meningkatnya tindakan di Suriah utara, Irak dan Truki. Menurutnya, eskalasi itu mengancam Koalisi Global untuk Mengalahkan kemajuan ISIS selama bertahun-tahun untuk menurunkan dan mengalahkan ISIS.
Baca: 6 Fakta tentang Pentagon Amerika Serikat
Dia juga mengatakan bahwa "tindakan militer yang tidak terkoordinasi" mengancam kedaulatan Irak. "De-eskalasi segera diperlukan untuk mempertahankan fokus pada misi kekalahan-ISIS dan memastikan keselamatan dan keamanan personel di lapangan yang berkomitmen untuk misi mengalahkan-ISIS," kata Ryder.
"Kami mengutuk hilangnya nyawa warga sipil yang terjadi di Turki dan Suriah sebagai akibat dari tindakan ini dan kami menyampaikan belasungkawa. Kami juga prihatin dengan laporan penargetan yang disengaja terhadap infrastruktur sipil," tambahnya.
Serangan udara itu terjadi sebagai tanggapan atas serangan teroris YPG/PKK pada 13 November di Istiklal Avenue yang ramai di Istanbul yang menewaskan enam orang dan melukai 81 orang. Menteri Pertahanan Turki Hulusi Akar mengatakan sebelumnya bahwa lebih dari 250 teroris telah "dinetralkan" dalam serangan udara Turki.
Baca: 6 Fakta tentang Pentagon Amerika Serikat
Dia juga mengatakan bahwa "tindakan militer yang tidak terkoordinasi" mengancam kedaulatan Irak. "De-eskalasi segera diperlukan untuk mempertahankan fokus pada misi kekalahan-ISIS dan memastikan keselamatan dan keamanan personel di lapangan yang berkomitmen untuk misi mengalahkan-ISIS," kata Ryder.
"Kami mengutuk hilangnya nyawa warga sipil yang terjadi di Turki dan Suriah sebagai akibat dari tindakan ini dan kami menyampaikan belasungkawa. Kami juga prihatin dengan laporan penargetan yang disengaja terhadap infrastruktur sipil," tambahnya.
Serangan udara itu terjadi sebagai tanggapan atas serangan teroris YPG/PKK pada 13 November di Istiklal Avenue yang ramai di Istanbul yang menewaskan enam orang dan melukai 81 orang. Menteri Pertahanan Turki Hulusi Akar mengatakan sebelumnya bahwa lebih dari 250 teroris telah "dinetralkan" dalam serangan udara Turki.
(esn)
Lihat Juga :