Ukraina dan Hongaria Bersitegang Gara-gara Syal Kontroversial

Rabu, 23 November 2022 - 01:14 WIB
loading...
Ukraina dan Hongaria...
PM Hongaria Victor Orban mengenakan syal bergambar peta Hongaria Raya saat bertemu seorang pemain sepak bola. Foto/Independent
A A A
KIEV - Ukraina akan memprotes syal yang dikenakan Perdana Menteri (PM) Hongaria , Viktor Orban, ke pertandingan sepak bola. Kiev mengklaim syal tersebut menggambarkan beberapa wilayah Ukraina sebagai milik Hongaria.

Orban kedapatan mengenakan syal saat bertemu dengan seorang pemain sepak bola Hongaria. Menurut outlet media Ukraina, Ukrainska Pravda, syal itu menggambarkan peta "Hongaria Raya" termasuk wilayah yang sekarang menjadi bagian dari negara tetangga Austria, Slovakia, Rumania, Kroasia, Serbia, dan Ukraina.

Juru bicara Kementerian Ukraina Oleg Nikolenko mengatakan negara itu menuntut permintaan maaf dan sanggahan atas klaim Hongaria di wilayah Ukraina.

Baca: Ukraina Setop Aliran Minyak Rusia ke Hongaria, Ceko, dan Slovakia

"Promosi gagasan revisionisme di Hongaria tidak berkontribusi pada pengembangan hubungan Ukraina-Hongaria dan tidak sesuai dengan prinsip-prinsip kebijakan Eropa," tulisnya di Facebook seperti dikutip dari Independent, Rabu (23/11/2022).

Dalam sebuah posting Facebook pada hari Selasa, Orban tampaknya membahas kontroversi tersebut.

“Sepak bola bukanlah politik. Jangan membaca hal-hal yang tidak ada di dalamnya," kata Orban. "Tim nasional Hongaria adalah milik semua orang Hongaria, di mana pun mereka tinggal!" tegasnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Presiden Zelensky Akan...
Presiden Zelensky Akan Memiliki Pesaing Politik yang Kuat, Ini 5 Pemicunya
AS Terlibat Langsung...
AS Terlibat Langsung dalam Serangan Drone Ukraina, Rusia: Washington Munafik!
Presiden Zelensky Pecat...
Presiden Zelensky Pecat Panglima Militer Ukraina, Rusia Untung Besar!
Saat Banyak Orang Bermigrasi...
Saat Banyak Orang Bermigrasi ke Berlin, tapi 288.000 Warga Jerman Justru Pilih Tinggalkan Negaranya
Zelensky Ditekan untuk...
Zelensky Ditekan untuk Pecat Jenderal Tertinggi Ukraina di Tengah Perang Melawan Rusia
Jenderal Ini Klaim Ukraina...
Jenderal Ini Klaim Ukraina Akan Mengalami Kekalahan, Ini 4 Pemicunya
Eropa Kepanasan tapi...
Eropa Kepanasan tapi Tak Mau Pasang AC: Dilema Iklim yang Bunuh 250 Orang dalam Seminggu
Feri Tua Membawa 133...
Feri Tua Membawa 133 Orang Terbalik di Pantai Atlantik, 66 Orang Masih Hilang
Perang Makin Sengit,...
Perang Makin Sengit, Iran Siapkan Kemungkinan Perang Darat Lawan AS
Rekomendasi
Jadi Kawasan Wisata,...
Jadi Kawasan Wisata, Bali Kian Dilirik Perusahaan Asuransi
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
Kuntadi Jadi Jampidsus,...
Kuntadi Jadi Jampidsus, Yusril: Tugas Pokoknya Selesaikan Kasus Febrie Adriansyah
Berita Terkini
Presiden Zelensky Akan...
Presiden Zelensky Akan Memiliki Pesaing Politik yang Kuat, Ini 5 Pemicunya
Serangan AS ke Iran...
Serangan AS ke Iran Tak Punya Strategi, Apakah Trump Sudah Putus Asa?
AS Terlibat Langsung...
AS Terlibat Langsung dalam Serangan Drone Ukraina, Rusia: Washington Munafik!
Trump Setujui Arab Saudi...
Trump Setujui Arab Saudi Perkaya Uranium, Mungkinkan Riyadh Memiliki Bom Nuklir?
Gunakan Semut Jadi Hiasan...
Gunakan Semut Jadi Hiasan Makanan, Pemilik Restoran Berbintang Michelin Ini Dipenjara
Apa Itu Kokushobi? Cuaca...
Apa Itu Kokushobi? Cuaca Ekstrem yang Terjadi Pertama Kalinya di Jepang
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved