AS Desak PBB Kutuk Peluncuran Rudal Korut, Adik Kim Jong-un Naik Pitam
Selasa, 22 November 2022 - 22:50 WIB
loading...
A
A
A
Pertemuan Dewan Keamanan PBB hari Senin diadakan sebagai tanggapan atas peluncuran ICBM Korut pada Jumat lalu, yang merupakan bagian dari uji coba rudal provokatif tahun ini yang menurut para ahli dirancang untuk memodernisasi persenjataan nuklirnya dan meningkatkan pengaruhnya dalam diplomasi masa depan.
Tes hari Jumat lalu melibatkan rudal Hwasong-17 yang paling kuat, dan beberapa ahli mengatakan peluncuran sudut curam yang berhasil membuktikan potensinya untuk menyerang di mana saja di daratan AS jika ditembakkan pada lintasan standar.
Korut mengatakan kegiatan pengujiannya adalah latihan yang sah dari haknya untuk membela diri sebagai tanggapan atas latihan militer reguler antara AS dan Korea Selatan (Korsel) yang dipandang sebagai latihan invasi. Namun pejabat Washington dan Seoul mengatakan latihan itu bersifat defensif.
Kim Yo-jong mengatakan fakta bahwa peluncuran ICBM Korut dibahas di Dewan Keamanan adalah bukti penerapan standar ganda oleh badan PBB karena menutup mata terhadap latihan militer AS-Korea Selatan.
Dia mengatakan Korut tidak akan mentolerir setiap upaya untuk merusak haknya untuk membela diri dan akan mengambil perlawanan terberat sampai akhir untuk melindungi keamanan nasionalnya.
Baca: Kim Jong-un kepada AS: Nuklir Dilawan Nuklir, Konfrontasi Habis-habisan
Sebelumnya, pada hari Senin, Menteri Luar Negeri Korut, Choe Son Hui, menyebut Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres sebagai "boneka Amerika Serikat".
Tes hari Jumat lalu melibatkan rudal Hwasong-17 yang paling kuat, dan beberapa ahli mengatakan peluncuran sudut curam yang berhasil membuktikan potensinya untuk menyerang di mana saja di daratan AS jika ditembakkan pada lintasan standar.
Korut mengatakan kegiatan pengujiannya adalah latihan yang sah dari haknya untuk membela diri sebagai tanggapan atas latihan militer reguler antara AS dan Korea Selatan (Korsel) yang dipandang sebagai latihan invasi. Namun pejabat Washington dan Seoul mengatakan latihan itu bersifat defensif.
Kim Yo-jong mengatakan fakta bahwa peluncuran ICBM Korut dibahas di Dewan Keamanan adalah bukti penerapan standar ganda oleh badan PBB karena menutup mata terhadap latihan militer AS-Korea Selatan.
Dia mengatakan Korut tidak akan mentolerir setiap upaya untuk merusak haknya untuk membela diri dan akan mengambil perlawanan terberat sampai akhir untuk melindungi keamanan nasionalnya.
Baca: Kim Jong-un kepada AS: Nuklir Dilawan Nuklir, Konfrontasi Habis-habisan
Sebelumnya, pada hari Senin, Menteri Luar Negeri Korut, Choe Son Hui, menyebut Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres sebagai "boneka Amerika Serikat".
Lihat Juga :