Soal Kerjasama Produksi Kalung Anti-Corona, Ini Kata Rusia
Rabu, 08 Juli 2020 - 17:26 WIB
loading...
A
A
A
Kedua perusahaan tersebut dinilai sudah memiliki cakupan pemasaran di berbagai negara mulai dari Asia Tenggara, China, Jepang, Amerika Serikat, Rusia hingga Eropa.
Sementara itu, Kepala Balitbangtan Kementan, Fadjry Djufry mengatakan bahwa kalung aromaterapi bertuliskan Anti Virus Corona yang dikeluarkan Kementan merupakan prototipe dan belum dipasarkan. Kalung tersebut juga bukan obat anti-Corona.
"Ini (kalung anti-Corona) hanya sampel saja. Perlu dipertegas dan dijelaskan masyarakat juga bahwa ini bukan obat, tapi untuk mengurangi paparan dari gejala (Covid-19) dan juga bukan vaksin," ucapnya.
( Baca juga: Terdampak Pandemi Covid-19, Perajin Alat Musik Petik di Makassar Kesulitan Memasarkan Produknya )
Ia menambahkan, berdasarkan pengalaman pasien yang sempat terpapar Covid-19 menyampaikan bahwa kalung anti-Corona ini terbukti efektif. "Tadi Prof Sulis (mantan pasien yang terinfeksi Covid-19), mengatakan ini (kalung anti-Corona) bagus untuk menghindari paparan dari gejala Covid-19," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Balitbangtan Kementan, Fadjry Djufry mengatakan bahwa kalung aromaterapi bertuliskan Anti Virus Corona yang dikeluarkan Kementan merupakan prototipe dan belum dipasarkan. Kalung tersebut juga bukan obat anti-Corona.
"Ini (kalung anti-Corona) hanya sampel saja. Perlu dipertegas dan dijelaskan masyarakat juga bahwa ini bukan obat, tapi untuk mengurangi paparan dari gejala (Covid-19) dan juga bukan vaksin," ucapnya.
( Baca juga: Terdampak Pandemi Covid-19, Perajin Alat Musik Petik di Makassar Kesulitan Memasarkan Produknya )
Ia menambahkan, berdasarkan pengalaman pasien yang sempat terpapar Covid-19 menyampaikan bahwa kalung anti-Corona ini terbukti efektif. "Tadi Prof Sulis (mantan pasien yang terinfeksi Covid-19), mengatakan ini (kalung anti-Corona) bagus untuk menghindari paparan dari gejala Covid-19," ujarnya.
(esn)
Lihat Juga :