AS: China Malu dengan Hasil Perang Rusia di Ukraina, Tak Nyaman dengan Retorika Nuklir
Senin, 14 November 2022 - 11:57 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Membelot ke Ukraina, Tentara Bayaran Rusia Dieksekusi dengan Palu Godam
"Li menekankan dengan jelas pada kedaulatan, pada ancaman nuklir yang tidak bertanggung jawab, kebutuhan untuk memastikan bahwa senjata nuklir tidak digunakan dengan cara yang disarankan beberapa orang,” ujarnya.
Barat selama ini menuduh Rusia membuat pernyataan yang tidak bertanggung jawab tentang kemungkinan penggunaan senjata nuklir sejak invasi Februari ke Ukraina. Moskow pada gilirannya menuduh Barat yang melontarkan retorika nuklir provokatif.
"Tidak dapat disangkal ada beberapa ketidaknyamanan di Beijing tentang apa yang telah kita lihat dalam hal retorika dan aktivitas sembrono di pihak Rusia, meskipun ada kemitraan formal dengan Moskow," lanjut pejabat AS tersebut.
“Saya pikir juga tidak dapat disangkal bahwa China mungkin terkejut dan bahkan sedikit malu dengan pelaksanaan operasi militer Rusia."
"Li menekankan dengan jelas pada kedaulatan, pada ancaman nuklir yang tidak bertanggung jawab, kebutuhan untuk memastikan bahwa senjata nuklir tidak digunakan dengan cara yang disarankan beberapa orang,” ujarnya.
Barat selama ini menuduh Rusia membuat pernyataan yang tidak bertanggung jawab tentang kemungkinan penggunaan senjata nuklir sejak invasi Februari ke Ukraina. Moskow pada gilirannya menuduh Barat yang melontarkan retorika nuklir provokatif.
"Tidak dapat disangkal ada beberapa ketidaknyamanan di Beijing tentang apa yang telah kita lihat dalam hal retorika dan aktivitas sembrono di pihak Rusia, meskipun ada kemitraan formal dengan Moskow," lanjut pejabat AS tersebut.
“Saya pikir juga tidak dapat disangkal bahwa China mungkin terkejut dan bahkan sedikit malu dengan pelaksanaan operasi militer Rusia."
Lihat Juga :