Erdogan: Bom yang Guncang Istiklal Istanbul Berbau Terorisme!
Senin, 14 November 2022 - 08:05 WIB
loading...
A
A
A
"Orang-orang kami dapat yakin bahwa pelaku di balik serangan itu akan dihukum sebagaimana mestinya," katanya, seraya menambahkan bahwa informasi awal menunjukkan "seorang perempuan berperan" di dalamnya.
“Mungkin salah jika mengatakan dengan pasti bahwa ini adalah teror, tetapi perkembangan dan intelijen awal dari gubernur saya ini berbau terorisme,” lanjut Erdogan, seperti dikutip Reuters, Senin (14/11/2022).
Belum ada ada yang mengaku bertanggung jawab atas ledakan itu. Tetapi Istanbul dan kota-kota Turki lainnya di masa lalu telah menjadi sasaran separatis Kurdi, militan Islam, dan kelompok lain, termasuk dalam serangkaian serangan pada tahun 2015 dan 2016.
Orang-orang 'Membeku'
Rekaman video Reuters menunjukkan orang-orang merawat para korban setelah ledakan, dan kemudian penyelidik dengan pakaian putih mengumpulkan bahan dari tempat kejadian, di mana potongan-potongan penanam beton berserakan di jalan.
“Ketika saya mendengar ledakan itu, saya ketakutan, orang-orang membeku, saling memandang. Kemudian orang-orang mulai melarikan diri. Apa lagi yang bisa Anda lakukan," kata Mehmet Akus (45), seorang pekerja di sebuah restoran di Istiklal.
“Mungkin salah jika mengatakan dengan pasti bahwa ini adalah teror, tetapi perkembangan dan intelijen awal dari gubernur saya ini berbau terorisme,” lanjut Erdogan, seperti dikutip Reuters, Senin (14/11/2022).
Belum ada ada yang mengaku bertanggung jawab atas ledakan itu. Tetapi Istanbul dan kota-kota Turki lainnya di masa lalu telah menjadi sasaran separatis Kurdi, militan Islam, dan kelompok lain, termasuk dalam serangkaian serangan pada tahun 2015 dan 2016.
Orang-orang 'Membeku'
Rekaman video Reuters menunjukkan orang-orang merawat para korban setelah ledakan, dan kemudian penyelidik dengan pakaian putih mengumpulkan bahan dari tempat kejadian, di mana potongan-potongan penanam beton berserakan di jalan.
“Ketika saya mendengar ledakan itu, saya ketakutan, orang-orang membeku, saling memandang. Kemudian orang-orang mulai melarikan diri. Apa lagi yang bisa Anda lakukan," kata Mehmet Akus (45), seorang pekerja di sebuah restoran di Istiklal.
Lihat Juga :