Rusia Diduga Persiapkan Uji Torpedo Nuklir, AS Sibuk Mengintai
Jum'at, 11 November 2022 - 10:36 WIB
loading...
A
A
A
Para pejabat AS mengatakan Rusia dapat mencoba untuk menguji torpedo lagi tetapi mencatat bahwa perairan di area pengujian akan segera mulai membeku, membatasi jendela untuk operasi.
Uji coba torpedo kemungkinan akan mengobarkan ketegangan dengan AS lebih jauh pada saat Washington dan sekutunya telah memantau dengan cermat tanda-tanda Rusia mungkin bersiap untuk menggunakan senjata nuklir dalam perang di Ukraina.
AS juga telah memberikan perhatian khusus pada kemungkinan uji coba torpedo Poseidon.
Torpedo Poseidon adalah kendaraan bawah air tak berawak bertenaga nuklir yang mampu membawa amunisi konvensional dan nuklir. Sistem propulsi nuklirnya memberikan Poseidon jangkauan yang hampir tak terbatas.
AS tidak percaya tes apa pun akan melibatkan peledakan perangkat nuklir. Setiap potensi bahaya akan datang dari kerusakan sistem propulsi nuklir, yang dapat menimbulkan risiko dari radioaktivitas.
Presiden Vladimir Putin pertama kali mengumumkan keberadaan sistem Poseidon selama pidato kenegaraannya pada tahun 2018, yang disebut-sebut sebagai senjata baru yang inovatif.
“Unit tenaga nuklir unik karena ukurannya yang kecil sambil menawarkan rasio daya berat yang luar biasa. Ini seratus kali lebih kecil dari unit yang menggerakkan kapal selam modern tetapi masih lebih kuat dan dapat beralih ke mode tempur, yaitu mencapai kapasitas maksimum, 200 kali lebih cepat,” kata Putin saat itu.
Uji coba torpedo kemungkinan akan mengobarkan ketegangan dengan AS lebih jauh pada saat Washington dan sekutunya telah memantau dengan cermat tanda-tanda Rusia mungkin bersiap untuk menggunakan senjata nuklir dalam perang di Ukraina.
AS juga telah memberikan perhatian khusus pada kemungkinan uji coba torpedo Poseidon.
Torpedo Poseidon adalah kendaraan bawah air tak berawak bertenaga nuklir yang mampu membawa amunisi konvensional dan nuklir. Sistem propulsi nuklirnya memberikan Poseidon jangkauan yang hampir tak terbatas.
AS tidak percaya tes apa pun akan melibatkan peledakan perangkat nuklir. Setiap potensi bahaya akan datang dari kerusakan sistem propulsi nuklir, yang dapat menimbulkan risiko dari radioaktivitas.
Presiden Vladimir Putin pertama kali mengumumkan keberadaan sistem Poseidon selama pidato kenegaraannya pada tahun 2018, yang disebut-sebut sebagai senjata baru yang inovatif.
“Unit tenaga nuklir unik karena ukurannya yang kecil sambil menawarkan rasio daya berat yang luar biasa. Ini seratus kali lebih kecil dari unit yang menggerakkan kapal selam modern tetapi masih lebih kuat dan dapat beralih ke mode tempur, yaitu mencapai kapasitas maksimum, 200 kali lebih cepat,” kata Putin saat itu.
Lihat Juga :