Tentara Filipina dan Pemberontak Moro Bentrok, Tujuh Tewas
Kamis, 10 November 2022 - 17:07 WIB
loading...
A
A
A
Hampir setengah dari sekitar 40.000 gerilyawan telah setuju untuk meletakkan senjata mereka dan kembali ke kehidupan normal dengan imbalan paket mata pencaharian di bawah pakta perdamaian.
Ribuan pemberontak lainnya telah menyimpan senjata api mereka sambil menunggu untuk menjalani "proses penonaktifan" selama bertahun-tahun, istilah halus untuk menyerahkan senjata mereka.
Proses tersebut telah tertunda di tengah keluhan bahwa mantan pemberontak gagal menerima uang tunai yang dijanjikan dan insentif lain dari pemerintah.
"Ini sangat mengkhawatirkan karena implikasinya mengkhawatirkan bagi kami," kata Naguib Sinarimbo, menteri dalam negeri daerah otonom Bangsamoro, kepada The Associated Press seperti dikutip dari Al Araby.
"Kekhawatiran kami adalah jika ada percikan seperti ini, kekhawatiran mungkin muncul apakah proses dekomisioning akan berlanjut," imbuhnya.
Brigadir Jenderal Domingo Gobway, seorang komandan brigade tentara di Basilan, mengatakan pasukannya menindak orang-orang bersenjata yang terlibat dalam pemerasan dan intimidasi menggunakan bom rakitan.
"Di tengah kampanye militer, orang-orang bersenjata itu melarikan diri ke sebuah desa Basilan bernama Ulitan, di mana mereka dilindungi oleh gerilyawan Front Pembebasan Islam Moro," katanya.
Baca: Bom Rakitan Meledak dalam Bus di Filipina Selatan, 1 Tewas dan 10 Terluka
Ribuan pemberontak lainnya telah menyimpan senjata api mereka sambil menunggu untuk menjalani "proses penonaktifan" selama bertahun-tahun, istilah halus untuk menyerahkan senjata mereka.
Proses tersebut telah tertunda di tengah keluhan bahwa mantan pemberontak gagal menerima uang tunai yang dijanjikan dan insentif lain dari pemerintah.
"Ini sangat mengkhawatirkan karena implikasinya mengkhawatirkan bagi kami," kata Naguib Sinarimbo, menteri dalam negeri daerah otonom Bangsamoro, kepada The Associated Press seperti dikutip dari Al Araby.
"Kekhawatiran kami adalah jika ada percikan seperti ini, kekhawatiran mungkin muncul apakah proses dekomisioning akan berlanjut," imbuhnya.
Brigadir Jenderal Domingo Gobway, seorang komandan brigade tentara di Basilan, mengatakan pasukannya menindak orang-orang bersenjata yang terlibat dalam pemerasan dan intimidasi menggunakan bom rakitan.
"Di tengah kampanye militer, orang-orang bersenjata itu melarikan diri ke sebuah desa Basilan bernama Ulitan, di mana mereka dilindungi oleh gerilyawan Front Pembebasan Islam Moro," katanya.
Baca: Bom Rakitan Meledak dalam Bus di Filipina Selatan, 1 Tewas dan 10 Terluka
Lihat Juga :