Kepala Penjara Filipina Dalangi Pembunuhan Jurnalis Radio
Selasa, 08 November 2022 - 06:00 WIB
loading...
Kepala Penjara Filipina Dalangi Pembunuhan Jurnalis Radio. FOTO/Zuma Wire
A
A
A
MANILA - Polisi Filipina pada Senin (7/11/2022) menuduh Kepala Penjara negara itu memerintahkan pembunuhan seorang jurnalis radio terkemuka, yang kematiannya memicu kekhawatiran internasional.
Jurnalis radio itu, Percival Mabasa (63), yang menggunakan nama "Percy Lapid" dalam programnya, ditembak mati di pinggiran kota Manila pada 3 Oktober saat ia tengah mengemudi ke studionya.
Baca: Bom Rakitan Meledak dalam Bus di Filipina Selatan, 1 Tewas dan 10 Terluka
Polisi mengajukan pengaduan pembunuhan terhadap Direktur Jenderal Biro Pemasyarakatan Gerald Bantag, yang saat ini diskors dari tugas, dan wakilnya petugas keamanan Ricardo Zulueta.
Tersangka pria bersenjata, Joel Escorial, menyerah kepada pihak berwenang bulan lalu karena takut akan keselamatannya, setelah polisi menyiarkan wajahnya dari rekaman keamanan, kata para pejabat sebelumnya.
"Dia (Bantag) mungkin akan menjadi pejabat tertinggi negeri ini yang pernah didakwa dengan kasus seberat ini," kata Menteri Kehakiman Filipina, Crispin Remulla, seperti dikutip dari AFP.
“Bantag diduga memerintahkan pembunuhan Mabasa setelah terus diekspos soal masalah terhadap yang pertama di acaranya," Eugene Javier dari Biro Investigasi Nasional mengatakan kepada wartawan.
Jurnalis radio itu, Percival Mabasa (63), yang menggunakan nama "Percy Lapid" dalam programnya, ditembak mati di pinggiran kota Manila pada 3 Oktober saat ia tengah mengemudi ke studionya.
Baca: Bom Rakitan Meledak dalam Bus di Filipina Selatan, 1 Tewas dan 10 Terluka
Polisi mengajukan pengaduan pembunuhan terhadap Direktur Jenderal Biro Pemasyarakatan Gerald Bantag, yang saat ini diskors dari tugas, dan wakilnya petugas keamanan Ricardo Zulueta.
Tersangka pria bersenjata, Joel Escorial, menyerah kepada pihak berwenang bulan lalu karena takut akan keselamatannya, setelah polisi menyiarkan wajahnya dari rekaman keamanan, kata para pejabat sebelumnya.
"Dia (Bantag) mungkin akan menjadi pejabat tertinggi negeri ini yang pernah didakwa dengan kasus seberat ini," kata Menteri Kehakiman Filipina, Crispin Remulla, seperti dikutip dari AFP.
“Bantag diduga memerintahkan pembunuhan Mabasa setelah terus diekspos soal masalah terhadap yang pertama di acaranya," Eugene Javier dari Biro Investigasi Nasional mengatakan kepada wartawan.
Lihat Juga :