Ulama Sunni Iran Serukan Referendum di Tengah Protes Anti-Rezim
Sabtu, 05 November 2022 - 07:40 WIB
loading...
A
A
A
Para aktivis mengatakan pasukan keamanan menembaki pengunjuk rasa di Sistan-Baluchestan pada hari Jumat.
Provinsi ini telah menyaksikan protes setelah salat Jumat dalam beberapa minggu terakhir yang telah disambut dengan tindakan keras dari pihak berwenang Iran.
Menurut Amnesty International, pasukan keamanan menewaskan sedikitnya 66 orang, termasuk anak-anak, dan melukai ratusan lainnya dalam tindakan keras setelah salat Jumat di Zahedan pada 30 September lalu.
Itu adalah insiden paling mematikan dalam kerusuhan yang pecah pada 16 September setelah kematian Mahsa Amini, seorang wanita Kurdi Iran berusia 22 tahun yang ditahan oleh polisi moral Teheran karena diduga tidak mematuhi aturan berjilbab yang diberlakukan rezim.
Teheran menyalahkan kekerasan di Sistan-Baluchestan pada militan bersenjata.
Militer Iran di masa lalu bentrok dengan militan Sunni di Sistan-Baluchestan, yang sebagian besar dihuni oleh etnis Sunni Baluchis, minoritas di Iran yang didominasi Syiah.
Provinsi ini telah menyaksikan protes setelah salat Jumat dalam beberapa minggu terakhir yang telah disambut dengan tindakan keras dari pihak berwenang Iran.
Menurut Amnesty International, pasukan keamanan menewaskan sedikitnya 66 orang, termasuk anak-anak, dan melukai ratusan lainnya dalam tindakan keras setelah salat Jumat di Zahedan pada 30 September lalu.
Itu adalah insiden paling mematikan dalam kerusuhan yang pecah pada 16 September setelah kematian Mahsa Amini, seorang wanita Kurdi Iran berusia 22 tahun yang ditahan oleh polisi moral Teheran karena diduga tidak mematuhi aturan berjilbab yang diberlakukan rezim.
Teheran menyalahkan kekerasan di Sistan-Baluchestan pada militan bersenjata.
Militer Iran di masa lalu bentrok dengan militan Sunni di Sistan-Baluchestan, yang sebagian besar dihuni oleh etnis Sunni Baluchis, minoritas di Iran yang didominasi Syiah.
Lihat Juga :