Kisah Pembantaian dan Terusirnya Suku Indian di Tanah Amerika

Jum'at, 04 November 2022 - 20:10 WIB
loading...
Kisah Pembantaian dan...
Kisah Pembantaian dan Terusirnya Suku Indian di Tanah Amerika. FOTO/Lakota Mall
A A A
WASHINGTON - Suku Indian atau sering disebut sebagai Penduduk Asli Amerika adalah mereka yang menjadi pemukim pertama Amerika Utara yang datang dari Asia lebih dari 20.000 tahun lalu.

Pada abad ke-16, orang Eropa tiba di Amerika Utara untuk pertama kali. Karena mengira tiba di India atau asia, mereka secara keliru menyebut penduduk asli itu menjadi “orang India". Oleh karena itu, penduduk asli Benua Amerika tersebut dikenal dengan nama "Suku Indian".

Baca: Profil Suku Indian Cherokee, Suku Muslim Penghuni Asli Benua Amerika

Pembantaian sekitar 300 pria, wanita, dan anak-anak Lakota oleh pasukan Angkatan Darat AS pada tahun 1890, menandai peristiwa tragis selama beberapa dekade dari konfrontasi antara Amerika Serikat dengan suku Indian.

Sepanjang tahun 1890, orang-orang Lakota atau Suku Indian ini mengalami kekeringan dan wabah campak, batuk rejan, dan influenza. Di tengah kondisi yang sulit, orang-orang Lakota juga mendapat tekanan dari pemerintahan kulit putih yang menduduki Amerika Serikat.

Namun, di tengah kondisi sulit, mereka tidak tinggal diam. Orang Lakota mulai menginisiasi untuk melancarkan serangan lewat hal yang unik. Hal unik tersebut yaitu, Ghost Dance atau Tarian Hantu yang meresahkan orang-orang kulit putih.

Gerakan Ghost Dance yang pertama kali muncul di Nevada sekitar pada tahun 1870, mendapatkan popularitas di kalangan Lakota setelah kebangkitannya pada tahun 1889 oleh tokoh keagamaan, Paiute Wovoka.

Saat gerakan Ghost Dance menyebar, para kolonis kulit putih yang ketakutan, percaya bahwa itu adalah awal dari pemberontakan bersenjata. Mereka menggambarkan bahwa orang Indian atau Lakota menari di salju dengan liar dan juga gila.

Baca: Mengenal Suku Indian Amerika yang Disingkirkan Pendatang Kulit Putih

Pemerintah akhirnya mengeluarkan larangan melakukan tarian tersebut dan mengerahkan pasukan bersenjata Angkatan Darat AS menuju Dakota, permukiman orang Lakota. Di tepi Wounded Knee, kavaleri bersenjata mengangkat moncong senjatanya.

Melihat tindakan Angkatan Darat yang mengepung permukiman Lakota, seorang dukun Lakota malah menggencarkan Ghost Dance untuk membendung penyerbuan kolonis kulit putih. Pada saat seorang tentara berusaha merebut senjata dari tangan seorang Lakota, sebuah tembakan tiba-tiba terdengar.

Tidak jelas pihak mana yang menembak lebih dulu, tetapi dalam hitungan detik tentara Amerika meluncurkan badai peluru dari senapan, revolver, dan juga senjata cepat Hotchkiss yang merobek Lakota.

Anak laki-laki yang hanya beberapa saat sebelumnya bermain lompatan katak ikut ditembak dengan kejamnya. Melalui kepulan debu dan asap, para wanita dan anak-anak terjun untuk berlindung di bawah jurang. Sedikitnya terdapat 150 orang Lakota tewas bersama dengan 25 tentara Amerika lainnya.

MG/Andini Deffa Sudjatmiko

Sumber :
https://id.wikipedia.org/wiki/Penduduk_asli_Amerika_di_Amerika_Serikat
https://nationalgeographic.grid.id/read/133347423/tragedi-wounded-knee-pembantaian-suku-indian-di-tanah-leluhurnya?page=all
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Menhan Negara NATO Salahkan...
Menhan Negara NATO Salahkan Trump atas Penutupan Selat Hormuz
AS Kerahkan Sistem Rudal...
AS Kerahkan Sistem Rudal Canggih Typhon ke Jepang, Dapat Menargetkan China
Gunakan Mode Autopilot,...
Gunakan Mode Autopilot, Mobil Tesla Ini Malah Tabrak Rumah dan Tewaskan Penghuninya
Mengejutkan, 92% Warga...
Mengejutkan, 92% Warga Israel Yakin Iran Telah Menang Perang
Perundingan Iran-AS...
Perundingan Iran-AS Hasilkan 4 Kesepakatan Utama, Negosiator Teheran Sempat Walkout
Jenderal Iran Peringatkan...
Jenderal Iran Peringatkan Pasukan Israel: Tinggalkan Lebanon atau Diusir Secara Memalukan!
Janji Manis Investasi...
Janji Manis Investasi Rp5.323 Triliun di Balik Kesepakatan Damai AS-Iran
AS: Selat Hormuz Terbuka...
AS: Selat Hormuz Terbuka untuk Dilalui Semua Kapal Tanpa Biaya Tol
Brutal! Siswa Ngamuk...
Brutal! Siswa Ngamuk Tembaki SMA di Filipina, 3 Orang Tewas 5 Luka
Rekomendasi
Prancis Favorit, Mbappe...
Prancis Favorit, Mbappe Bidik Rekor Baru saat Hadapi Irak
Ade Darmawan Yakin Jokowi...
Ade Darmawan Yakin Jokowi Kecewa Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Kejari Jaksel
Prabowo Teken UU Polri,...
Prabowo Teken UU Polri, Atur Jabatan Sipil, Usia Pensiun, hingga Rekrutmen Disabilitas
Berita Terkini
6 PM dalam 10 Tahun...
6 PM dalam 10 Tahun 44 Hari, Seperti Apa Politik Antrean di Inggris?
Jepang Naikkan Biaya...
Jepang Naikkan Biaya Visa sebanyak Lima Kali Lipat, Apa Pemicunya?
Tuntut Menteri Pendidikan...
Tuntut Menteri Pendidikan Mundur, Pendukung Partai Kecoa Berkemah di Jalanan
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Keir Starmer Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Iran dan AS Berdamai,...
Iran dan AS Berdamai, Upacara Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei Digelar selama 6 Hari
PM Inggris Keir Starmer...
PM Inggris Keir Starmer Mundur, Krisis Politik Berlanjut
Infografis
10 Negara Penguasa Cadangan...
10 Negara Penguasa Cadangan Logam Tanah Jarang Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved